Habiskan hingga 600 Porsi, Siapa Saja Boleh Mencicipi

Sebab  jika sakit maka ada banyak hal yang dirugikan. Dampaknya banyak sekali dan mempengaruhi ekonomi keluarga. Dari upaya mencari nafkah ini Deli melihat terkadang pada ayah maupun suami ini berjibaku dengan waktu hingga lupa untuk mengisi perut mereka. Dari Noken Food Journey ini paling bisa mendekatkan makan siang kepada mereka di lapangan.

“Jadi ini makan gratis untuk pejuang keluarga”, aksi ini menjadi semacam embun penyejuk di tengah teriknya ujian hidup warga berpenghasilan terbatas. Alhasil makan gratis ini lebih banyak dimanfaatkan oleh pedagang kaki lima, ojek online dan pekerja buruh lainnya. Untuk lokasinya sendiri biasa mengambil tempat tak jauh dari trotoar, pangkalan ojek, hingga sudut-sudut pasar.

Baca Juga :  Pererat Kebersamaan di Tengah Perbedaan yang Ada di Papua

Disini ia ingin menitipkan pesan bahwa ada ada langkah seorang pria yang tak mengenal waktu bahkan terkadang menggadaikan kesenangan pribadi untuk tetap bisa menghidupi keluarga. Ada keringat dan peluh yang setiap hari menemani langkah usaha tanpa mengenal lelah. Momen-momen inilah yang menggugah ia dan beberapa stafnya untuk terus menumbuhkan kepedulian.

​Pendekatan yang diambil oleh Noken Food Journey sangatlah unik dan adaptif. Ketika kebanyakan aksi pembagian bantuan sosial menuntut masyarakat untuk mengantre panjang di satu gedung atau tenda besar yang sering kali menyita waktu kerja mereka, Noken Food Journey justru memilih metode mobile.

Mereka menggunakan armada bergerak yang menyusuri lorong-lorong kota, pangkalan ojek, pasar tradisional, hingga area pembangunan. ​”Kenapa kami pilih konsep mobile? Karena kami ingin ‘menjemput bola’, datang dan menyapa masyarakat secara langsung, bukan hanya duduk manis menunggu mereka menghampiri kita,” jelas ibu beramput pirang ini.

Baca Juga :  Dinas Pendidikan Siap Tindaklanjuti Wacana Jam Malam bagi Pelajar

Dengan sistem bergerak ini, Deli yang suka gym ini mengaku bisa menjangkau sudut-sudut kota yang berbeda dan tentu saja menjaga kenyamanan warga agar tidak terjadi penumpukan massa di satu lokasi. Ia menceritakan pada tahap awal pelaksanaannya, aksi sosial ini dijadwalkan untuk menyapa warga sebanyak dua kali dalam sebulan, atau sekitar dua minggu sekali. Dalam sekali gelaran journey (perjalanan), tak kurang dari 500 hingga 600 porsi makanan bergizi siap santap dibagikan secara cuma-cuma.

Sebab  jika sakit maka ada banyak hal yang dirugikan. Dampaknya banyak sekali dan mempengaruhi ekonomi keluarga. Dari upaya mencari nafkah ini Deli melihat terkadang pada ayah maupun suami ini berjibaku dengan waktu hingga lupa untuk mengisi perut mereka. Dari Noken Food Journey ini paling bisa mendekatkan makan siang kepada mereka di lapangan.

“Jadi ini makan gratis untuk pejuang keluarga”, aksi ini menjadi semacam embun penyejuk di tengah teriknya ujian hidup warga berpenghasilan terbatas. Alhasil makan gratis ini lebih banyak dimanfaatkan oleh pedagang kaki lima, ojek online dan pekerja buruh lainnya. Untuk lokasinya sendiri biasa mengambil tempat tak jauh dari trotoar, pangkalan ojek, hingga sudut-sudut pasar.

Baca Juga :  UN Kembali Digelar Baru Sebatas Wacana?

Disini ia ingin menitipkan pesan bahwa ada ada langkah seorang pria yang tak mengenal waktu bahkan terkadang menggadaikan kesenangan pribadi untuk tetap bisa menghidupi keluarga. Ada keringat dan peluh yang setiap hari menemani langkah usaha tanpa mengenal lelah. Momen-momen inilah yang menggugah ia dan beberapa stafnya untuk terus menumbuhkan kepedulian.

​Pendekatan yang diambil oleh Noken Food Journey sangatlah unik dan adaptif. Ketika kebanyakan aksi pembagian bantuan sosial menuntut masyarakat untuk mengantre panjang di satu gedung atau tenda besar yang sering kali menyita waktu kerja mereka, Noken Food Journey justru memilih metode mobile.

Mereka menggunakan armada bergerak yang menyusuri lorong-lorong kota, pangkalan ojek, pasar tradisional, hingga area pembangunan. ​”Kenapa kami pilih konsep mobile? Karena kami ingin ‘menjemput bola’, datang dan menyapa masyarakat secara langsung, bukan hanya duduk manis menunggu mereka menghampiri kita,” jelas ibu beramput pirang ini.

Baca Juga :  Harus Bekerja Keras Raih Mimpi, dan Jadilah Pribadi yang Takut Akan Tuhan

Dengan sistem bergerak ini, Deli yang suka gym ini mengaku bisa menjangkau sudut-sudut kota yang berbeda dan tentu saja menjaga kenyamanan warga agar tidak terjadi penumpukan massa di satu lokasi. Ia menceritakan pada tahap awal pelaksanaannya, aksi sosial ini dijadwalkan untuk menyapa warga sebanyak dua kali dalam sebulan, atau sekitar dua minggu sekali. Dalam sekali gelaran journey (perjalanan), tak kurang dari 500 hingga 600 porsi makanan bergizi siap santap dibagikan secara cuma-cuma.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya