Di bawah kepemimpinannya, Lapas Abepura akan terus berbenah. Edy sangat menekankan pada dua pilar diantaranya; Pembinaan Kemandirian dan Pembinaan Spiritual.
Ia percaya bahwa tembok Lapas boleh membatasi gerak fisik, tapi tidak boleh membatasi masa depan seseorang. Edy ingin Lapas Abepura diingat bukan sebagai tempat penghukuman yang menyeramkan, melainkan sebagai “Rumah Reintegrasi”. Ia bekerja keras menghapus stigma negatif masyarakat terhadap mantan narapidana.
“Saya hanya ingin orang tahu bahwa di balik tembok tinggi ini, ada harapan yang sedang kita rawat bersama-sama. Tugas saya hanya memastikan cahaya itu tidak padam,” tutupnya. (*)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q