JAKARTA – Prajurit Korps Marinir TNI Angkatan Laut yang tergabung dalam Satgas Pengamanan Perbatasan RI-PNG kembali merebut senjata dan perlengkapan lain yang diduga milik kelompok kriminal bersenjata (KKB) di wilayah Kali Braza, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.
Dalam siaran pers resmi Korps Marinir TNI AL yang diterima ANTARA di Jakarta, Kamis, proses penemuan senjata itu terjadi dalam kurun waktu dua hari sejak Minggu (25/20) hingga Selasa (27/10).
Kepala Dinas Penerangan Korps Marinir Kolonel (Mar) Rana Karyana saat dikonfirmasi menjelaskan penemuan senjata bermula dari informasi yang diterima prajurit tentang keberadaan barang-barang tersebut.
“Berbekal informasi dari masyarakat, prajurit Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 3 Marinir Gobang IX menyusuri medan pedalaman Kali Braza dan memeriksa sejumlah lokasi yang diduga menjadi tempat persinggahan KKB,” kata Rana.
Rana melanjutkan di lokasi pertama, para prajurit menemukan sebuah tenda berisi dua pucuk senapan angin, busur dan anak panah, kapak, parang, serta sejumlah bahan makanan dan perlengkapan memasak. Seluruh temuan lalu didata untuk dilaporkan kepada komando atas.
Penyisiran berlanjut ke sebuah rumah kosong yang berada di sekitar lokasi pertama. Di tempat itu, para prajurit Marinir juga menemukan beberapa pucuk senjata. Personel Marinir menemukan lokasi penyimpanan senjata diduga milik anggota KKB di wilayah Kali Braza, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Penemuan itu terjadi dari kurun waktu Minggu (25/10) hingga Selasa (27/10).
JAKARTA – Prajurit Korps Marinir TNI Angkatan Laut yang tergabung dalam Satgas Pengamanan Perbatasan RI-PNG kembali merebut senjata dan perlengkapan lain yang diduga milik kelompok kriminal bersenjata (KKB) di wilayah Kali Braza, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.
Dalam siaran pers resmi Korps Marinir TNI AL yang diterima ANTARA di Jakarta, Kamis, proses penemuan senjata itu terjadi dalam kurun waktu dua hari sejak Minggu (25/20) hingga Selasa (27/10).
Kepala Dinas Penerangan Korps Marinir Kolonel (Mar) Rana Karyana saat dikonfirmasi menjelaskan penemuan senjata bermula dari informasi yang diterima prajurit tentang keberadaan barang-barang tersebut.
“Berbekal informasi dari masyarakat, prajurit Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 3 Marinir Gobang IX menyusuri medan pedalaman Kali Braza dan memeriksa sejumlah lokasi yang diduga menjadi tempat persinggahan KKB,” kata Rana.
Rana melanjutkan di lokasi pertama, para prajurit menemukan sebuah tenda berisi dua pucuk senapan angin, busur dan anak panah, kapak, parang, serta sejumlah bahan makanan dan perlengkapan memasak. Seluruh temuan lalu didata untuk dilaporkan kepada komando atas.
Penyisiran berlanjut ke sebuah rumah kosong yang berada di sekitar lokasi pertama. Di tempat itu, para prajurit Marinir juga menemukan beberapa pucuk senjata. Personel Marinir menemukan lokasi penyimpanan senjata diduga milik anggota KKB di wilayah Kali Braza, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Penemuan itu terjadi dari kurun waktu Minggu (25/10) hingga Selasa (27/10).