Sembilan Anggota OPM Serahkan Diri

Riyanto menegaskan bahwa penyerahan senjata bukan akhir proses reintegrasi, melainkan awal tahapan yang lebih penting: penerimaan keluarga dan masyarakat, pendampingan pemerintah, serta dukungan semua pihak agar mereka dapat hidup normal dan bermartabat.

“Senjata yang diserahkan hari ini menjadi tanda bahwa satu jalan lama telah ditinggalkan. Mari kembali kepada keluarga, membangun kampung, berkebun, bekerja, beribadah, dan bersama-sama menjaga masa depan anak-anak Papua. Jalan damai selalu terbuka bagi saudara-saudara kita yang ingin kembali,” tegasnya.

Koops TNI Habema menyatakan keberhasilan reintegrasi membutuhkan kerja sama pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, aparat keamanan, dan terutama keluarga. Kondisi aman yang tercipta, menurutnya, harus diikuti pulihnya kehidupan sosial, berjalannya pelayanan publik, dan tumbuhnya kembali kepercayaan masyarakat.

Baca Juga :  TNI-Polri Sita Belasan Sajam dan Senapan Angin di Puncak Jaya

“Peristiwa ini bukan sekadar serah-terima senjata, melainkan representasi keputusan besar empat individu untuk meninggalkan kekerasan dan memulai lembaran hidup baru,” ujar Riyanto. (rel/ade)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

Riyanto menegaskan bahwa penyerahan senjata bukan akhir proses reintegrasi, melainkan awal tahapan yang lebih penting: penerimaan keluarga dan masyarakat, pendampingan pemerintah, serta dukungan semua pihak agar mereka dapat hidup normal dan bermartabat.

“Senjata yang diserahkan hari ini menjadi tanda bahwa satu jalan lama telah ditinggalkan. Mari kembali kepada keluarga, membangun kampung, berkebun, bekerja, beribadah, dan bersama-sama menjaga masa depan anak-anak Papua. Jalan damai selalu terbuka bagi saudara-saudara kita yang ingin kembali,” tegasnya.

Koops TNI Habema menyatakan keberhasilan reintegrasi membutuhkan kerja sama pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, aparat keamanan, dan terutama keluarga. Kondisi aman yang tercipta, menurutnya, harus diikuti pulihnya kehidupan sosial, berjalannya pelayanan publik, dan tumbuhnya kembali kepercayaan masyarakat.

Baca Juga :  Aturan Ketat Maskapai Perintis Bagi Penumpang

“Peristiwa ini bukan sekadar serah-terima senjata, melainkan representasi keputusan besar empat individu untuk meninggalkan kekerasan dan memulai lembaran hidup baru,” ujar Riyanto. (rel/ade)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

Berita Terbaru

Artikel Lainnya