“Puncaknya terjadi pada Jumat (25/9), ketika lima anggota keluarga Lazarus Karoba akhirnya kembali dengan selamat ke pangkuan NKRI. Mereka diterima langsung oleh Danrem 172/PWY, Brigjen TNI Robby Suryadi,” jelas Febriel.
Kelima orang itu menyerahkan tiga pucuk senjata api, yakni satu pucuk FN, satu revolver, dan satu senjata rakitan, lengkap dengan amunisi dan magazen. Penyerahan ini disebut sebagai wujud kesadaran untuk merajut masa depan yang damai.
Febriel menegaskan bahwa pembinaan teritorial yang berfokus pada pemberdayaan ekonomi lebih efektif menghadirkan kedamaian dibanding pendekatan lain. “Kesejahteraan menjadi kunci yang membuka kesadaran masyarakat untuk bersama-sama membangun Papua,” katanya.
Ia berharap LK dan keluarganya menjadi jembatan damai untuk mengajak kerabat yang masih berada di hutan. Ia mendambakan lahirnya kisah serupa, ketika warga yang masih bergabung dengan kelompok bersenjata dapat kembali berkebun, beternak, dan membuka usaha tanpa rasa cemas. “Yakinlah negara hadir untuk rakyatnya,” ujarnya.
Febriel juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran yang mendampingi proses ini serta kepada keluarga LK atas pilihan jalan damai. Sementara itu, Pangkoops TNI Habema, Brigjen TNI Riyanto, mengapresiasi keputusan empat mantan anggota OPM yang diterimanya. “Keberanian bukan hanya ketika seseorang mampu mengangkat senjata, tetapi juga ketika berani meletakkannya dan memilih kehidupan yang lebih baik. Hari ini bukan tentang siapa yang menang dan siapa yang kalah, melainkan tentang memilih masa depan,” ujarnya.
“Puncaknya terjadi pada Jumat (25/9), ketika lima anggota keluarga Lazarus Karoba akhirnya kembali dengan selamat ke pangkuan NKRI. Mereka diterima langsung oleh Danrem 172/PWY, Brigjen TNI Robby Suryadi,” jelas Febriel.
Kelima orang itu menyerahkan tiga pucuk senjata api, yakni satu pucuk FN, satu revolver, dan satu senjata rakitan, lengkap dengan amunisi dan magazen. Penyerahan ini disebut sebagai wujud kesadaran untuk merajut masa depan yang damai.
Febriel menegaskan bahwa pembinaan teritorial yang berfokus pada pemberdayaan ekonomi lebih efektif menghadirkan kedamaian dibanding pendekatan lain. “Kesejahteraan menjadi kunci yang membuka kesadaran masyarakat untuk bersama-sama membangun Papua,” katanya.
Ia berharap LK dan keluarganya menjadi jembatan damai untuk mengajak kerabat yang masih berada di hutan. Ia mendambakan lahirnya kisah serupa, ketika warga yang masih bergabung dengan kelompok bersenjata dapat kembali berkebun, beternak, dan membuka usaha tanpa rasa cemas. “Yakinlah negara hadir untuk rakyatnya,” ujarnya.
Febriel juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran yang mendampingi proses ini serta kepada keluarga LK atas pilihan jalan damai. Sementara itu, Pangkoops TNI Habema, Brigjen TNI Riyanto, mengapresiasi keputusan empat mantan anggota OPM yang diterimanya. “Keberanian bukan hanya ketika seseorang mampu mengangkat senjata, tetapi juga ketika berani meletakkannya dan memilih kehidupan yang lebih baik. Hari ini bukan tentang siapa yang menang dan siapa yang kalah, melainkan tentang memilih masa depan,” ujarnya.