Sebanyak 50 peserta yang terdiri dari pemuda dan wirausaha pemula dari berbagai wilayah di Kabupaten Puncak Jaya mengikuti bimbingan teknis agar mampu membangun usaha yang mandiri dan berdaya saing guna bisa meningkatkan perekonomian di k
Kapolres Puncak Jaya AKBP Yudha Wicaksono saat dihubungi dari Nabire, Senin, mengatakan patroli gabungan tersebut merupakan langkah preventif untuk mencegah potensi tindak kriminal maupun aksi premanisme sekaligus memberikan rasa aman kepad
Ia terlibat dalam kasus penembakan yang mengakibatkan gugurnya personel Satgas Elang, Sertu Anumerta Ismunandar, pada 17 Maret 2024 di Kampung Kulirik, Distrik Muara. "Penindakan dilakukan setelah personel melakukan pema
Kabupaten Puncak, Provinsi Papua Tengah masih menyisakan catatan kelam pasca beberapa warga sipil dinyatakan meninggal dunia dan terluka akibat ditembak di wilayah tersebut. Yang meninggal dunia telah dimakamkan secara k
Komnas HAM juga menemukan adanya korban luka, salah satunya seorang perempuan berinisial AT yang tengah hamil enam bulan. Korban mengalami luka tembak di bagian leher. Dalam keterangannya kepada tim Komnas HAM, korban me
Seorang warga sipil bernama Andika Harudin (41) menjadi korban penembakan oleh orang tak dikenal (OTK) di Distrik Ilu, Kamis (12/2) sekitar pukul 15.55 WIT. Rentetan kasus kekerasan bersenjata ini seperti sulit diprediks
Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan menjelaskan, pengamatan satelit menunjukkan penurunan luas dan ketebalan tutupan es berlangsung terus-menerus. Perubahan suhu udara, pola curah hujan, serta dampak p
Natal Gabungan Pemda, DPRK, TNI-Polri, Denominasi Gereja dan Organisasi Masyarakat serta seluruh masyarakat Kabupaten Puncak Jaya ini berlangsung dengan khidmat. Perayaan Natal ini mengusung tema “Allah hadir untuk menye
Kapolres Puncak Jaya, AKBP Achmad Fauzan, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia menjelaskan, bentrok bermula ketika kedua kelompok sama-sama menggelar acara bakar batu. Pendukung Bupati Yuni Wonda melaksanakan bakar
Kegiatan tersebut dipimpin Wakil Bupati Puncak Jaya, Mus Kogoya, SE, didampingi Kapolres Puncak Jaya AKBP Achmad Fauzan, Dandim 1714/PJ, Pj Sekretaris Daerah Yubelina Enumbi, SE, MM, MH, serta hadir pula perwakilan MRP P
Menurut Faizal, hasil pemeriksaan awal menunjukkan bahwa amunisi yang diamankan dari Hogen Gire rencananya akan disalurkan kepada kelompok KKB pimpinan Ternus Enumbi alias Tesko, salah satu kelompok yang dikenal aktif me
Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, mengatakan hasil pemeriksaan awal menungkapkan bahwa amunisi tersebut berencana diserahkan kepada KKB Ternus Enumbi alias Tesko, kelompok yang selama ini a
Penyerahan tersangka berlangsung di Nabire dengan pengawalan ketat. Selain Anis Telenggen, aparat juga menyerahkan barang bukti berupa dua pucuk senjata api laras panjang jenis AK-101, satu pucuk senjata api pendek HS-9,
Proses evakuasi dilakukan sejak pukul 07.30 WIT. Tim tiba di lokasi kejadian pukul 08.30 WIT dan berhasil membawa jenazah ke RSUD Mulia pada pukul 09.30 WIT," jelas Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Pol Dr. Faizal Ra
Pengurus Harian YLBHI, Emanuel Gobay, menerangkan, berdasarkan informasi yang terkumpul pada 7 Agustus 2025. Komando Operasi Satgas Habema melakukan operasi pengamanan persiapan HUT ke-80 RI, di Kampung Oholumu, Distrik
Dalam aksi yang disertai orasi bergantian itu, mahasiswa yang tergabung dalam KMPPJ Kota Studi Jayapura ini menyerahkan pernyataan sikap kepada DPRP untuk ditindaklanjuti. Adapun pernyataan sikap yang ditandatangani oleh
Hasil olah TKP menetapkan sejumlah titik penting, di antaranya, posisi korban saat tergeletak, sepeda motor, helm, serta jerigen berisi minyak tanah milik korban, posisi pelaku Kindiku Tabuni alias Gumbanak saat menembak
"Konara Enumbi diduga kuat terlibat langsung dalam aksi pembunuhan terhadap Brigpol Ronald Enok di Kampung Lima-lima, Distrik Pagaleme, Puncak Jaya. Ia juga berperan aktif sebagai anggota KKB dalam aksi penembakan terhad
Usai upacara, Bupati Puncak Jaya Dr. Yuni Wonda, S.Sos., S.IP., MM mengatakan bahwa dengan semangat peringatan HUT RI ke-80 Republik Indonesia, ia mengajak masyarakat untuk terus mendukung program-program pemerintah, sep
Dalam keterangannya, Pangkoops Habema mengatakan delapan anggota KKB yang dilumpuhkan itu dilakukan sejak 8 Agustus, yakni terhadap tiga anggota KKB kelompok Tenggamati Enumbi di Distrik Mewoluk, Kabupaten Puncak Jaya.
Bupati dan Wakil Bupati Puncak Jaya, Sekda dan rombongan Forkopimda serta ratusan peserta lainnya turun ke lapangan melaksanakan Kirab Bendera Merah Putih berukuran raksasa yang dibentangkan di Lapangan alun-alun. Sebelu
Penangkapan Male Telenggen dilakukan setelah tim Satgas melakukan observasi udara yang mengidentifikasi keberadaan tersangka. Gerak-gerik pria yang sudah diincar ini terdeteksi dan tanpa menunggu lama aparat langsung men
Dimana kedua peristiwa pembunuhan tersebut terjadi secara beruntun di hari yang sama. Korban pertama, Syafaruddin, warga Distrik Wanwi yang berprofesi sebagai tukang ojek, ditemukan tewas pada Sabtu siang sekitar pukul 1
Proses evakuasi dilakukan Sabtu tanggal 12 Juli 2025 Pukul 12.00 WIT di Distrik Wanwi Kabupaten Puncak Jaya. "Untuk evakuasi memang tidak mudah namun kami berysukur bisa dilakukan," ujar Wakapolres Puncak Jaya AKP Misken
Korban ditemukan tewas dengan luka tembak di pelipis mata kiri yang menembus hingga ke bagian belakang kepala. Berdasarkan informasi awal, sekitar pukul 19.05 WIT, korban tengah menikmati kopi di dalam rumahnya ketika du
Kepala Pilot Alda Air, Capt. Indra Haris Pratama, menjelaskan bahwa pesawat dalam kondisi normal saat mendarat di Bandara Mulia. Semua proses pendaratan berjalan lancar hingga pesawat berhenti dengan sempurna di runway.
Kapolres Puncak Jaya AKBP Achmad Fauzan menyampaikan bahwa bahwa peristiwa pertama terjadi sekitar pukul 00.15 WIT, ketika petugas jaga Polres Puncak Jaya menerima laporan dari Pos Jaga Kantor Bupati mengenai kebakaran d
Dari video yang diterima Cenderawasih Pos, meski telah dilerai oleh aparat kepolisian namun kedua pihak ngotot melanjutkan aksi saling serang. Akhirnya mobil aparat kepolisian terlihat mundur perlahan. Keterangan yang di
Kepala Komnas HAM Frits Ramandey menyebut, korban konflik bersenjata di daerah tersebut adalah TNI-Polri, sipil, TPNPB, sipil bersenjata serta ribuan orang menjadi korban pengungsian.
Kapolres Puncak Jaya, AKBP Achmad Fauzan, membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengungkapkan bahwa kebakaran pertama kali terjadi di rumah milik Linus Wonda yang diduga dibakar oleh sekelompok orang dalam kondisi mabuk. "M
Berdasarkan hasil analisis sementara, AKBP Fauzan menduga aksi ini berhubungan dengan situasi politik pasca-pilkada. Pasalnya hingga kini, masih banyak warga dari berbagai kampung yang datang ke Kota Mulia untuk mendukun
Kapolres Puncak Jaya, AKBP Achmad Fauzan, saat dikonfirmasi membenarkan insiden tersebut. Ia menjelaskan bahwa peristiwa bermula ketika dua pelaku mendatangi pangkalan ojek di Kampung Mulia Ambut, tepatnya di dalam Kota
"Untuk pelakunya kuat dugaan dari kelompok Ternus Enumbi," kata Yusuf. Jadi setelah mendapatkan BBM dikatakan kedua personil ini kembali ke Posko BM QRF Gegana menggunakan kendaraannya namun jarak kurang lebih 50 meter d
Korban diketahui bernama Bripda Dedy Tambunan, dan Bharada Kain Rerey. Adapun informasi gugurnya anggota dari Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz 2025 tersebut dibenarkan oleh Kepala Satgas Operasi Damai Cartenz (ODC) Bri
Ritual adat belah kayu doli merupakan suatu adat dari Suku Dani yang menandakan kedua kubu yang selama ini bertikai telah sepakat berdamai dan tidak lagi berkonflik. Dengan memasang kayu doli dari kedua belah pihak serta
Ia membenarkan bahwa kejadian tersebut terjadi Minggu malam dan pelaku masih disebut orang tak dikenal atau OTK. Kejadian ini sempat membuat aparat kewalahan mengingat kebakaran terjadi selang waktu berdekatan. Disaat ap
Diantaranya kerugian material yang mana ratusan bangunan meliputi rumah warga hingga sarana dan prasarana pendidikan dilaporkan terbakar. Namun, terhitung mulai Senin 7 April 2025 situasi di Kabupaten Puncak Jaya berangs
Juru Bicara Kubu Paslon Bupati Puncak Jaya nomor urut 1, Apenius Wenda mengatakan jika kubunya tidak lagi mau melanjutkan perang, meski sudah 8 orang dari kubunya meninggal dunia dalam perang ini. Sedangkan, korban menin
Gubernur Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa memberikan tanggapan mengenai situasi keamanan yang terjadi di Kabupaten Puncak Jaya. Meki menyebutkan bahwa konflik di Kabupaten Puncak Jaya akan segera berakhir. Ia juga mengat
Korban yang merupakan mantan Kapolsek Mulia itu mengalami luka tembak di pipi kanan yang menembus hingga ke leher bagian belakang sebelah kiri. Nyawanya tidak tertolong akibat luka tembak tersebut. Kejadian seperti ini s
Bentrokan yang terjadi berulang kali tersebut telah menyebabkan korban jiwa dan kerugian materil yang cukup besar, termasuk pembakaran rumah-rumah warga. "Ini merupakan rentetan kasus politik. Bahkan terakhir, pada Mingg
Kata dr Aaron, pasien ini ada yang datang pada Kamis (3/4), Sabtu (5/4) dan terakhir Senin (7/4) dengan satu pasien. Ia pun turut menyoroti pasien yang disebabkan perang antarkelompok. Sebab, secara tidak langsung kata d
Dari informasi yang diterima Cenderawasih Pos, diketahui kejadian ini terjadi pada pukul 18.55 WIT dimana saat itu korban baru saja selesai menutup kiosnya. Lalu beberapa menit kemudian diketahui ada 5 mendatangi kios
Selain itu ada beberapa bangunan gedung yang juga dibakar pekan kemarin. Puncak Jaya belum kondusif. Bahkan dari catatan Satgas Operasi Damai Cartenz, sejak November 2024 lalu hingga Maret 2025 disebutkan ada 12 orang di
Bahkan ketika itu Kapolda Papua Tengah, Brigjend Alfred Papare sudah sampai menginap dan mendatangi langsung titik-titik massa sekaligus melakukan sweeping alat tajam dan alat perang namun nyatanya konflik masih berlanju
Diketahui Kamenak Gire yang merupakan anggota KKB ditangkap pada 17 Desember 2024 di Puncak Jaya. Ia ditangkap atas dugaan pembunuhan anggota anggota Satgas Mandala IV di Kali awar di Puja.
Adapun penyidikan difokuskan pada nilai jual senjata api dan amunisi yang diduga kana dijual kepada Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Hal ini dilakukan untuk mengungkap asal-usul dana sebesar Rp 396,6 juta yang berhasil disita dari rekening Yuni Enumbi.
Kebakaran pertama kali dilaporkan oleh masyarakat sekitar pukul 00.30 WIT. Tim gabungan yang terdiri dari Regu Siaga Polres Puncak Jaya dan Brimob Yon C segera bergerak menuju lokasi kejadian. Namun, saat tiba di tempat kejadian perkara (TKP), petugas tidak menemukan penghuni maupun saksi mata di sekitar lokasi.
Dari rangkaian aksi kekerasan bersenjata yang dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di wilayah Papua Pegunungan selama ini menimbulkan banyak tanya. Ada yang menanyakan secara polos, darimana amunisi atau senjata yang digunakan oleh KKB selama ini?. Mengapa seperti tak habis-habis? apakah KKB juga memiliki pabrik untuk membuat peluru atau senjata?
Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol. Alfred Papare dalam keterangan persnya mengungkapkan bahwa aksi kekerasan ini telah menyebabkan 9 orang meninggal dunia, 428 orang luka-luka, serta kerusakan material yang signifikan. Adapun total korban jiwa, sebanyak 9 orang meliputi, 5 orang pendukung paslon 01 dan 4 orang dari pendukung paslon 02.
Kasus ini sebelumnya terungkap setelah pelaku YE yang merupakan eks prajurit Kodam XVII Kasuari ditangkap di Kabupaten Keerom beberapa hari lalu. Usai diamankan, YE kemudian "bernyanyi" dan menyebut beberapa sosok lainnya yang membantu menyediakan senjata api plus amusini. Operasi yang berlangsung sejak 6 hingga 9 Maret 2025 ini berhasil menangkap dan menetapkan 7 orang sebagai tersangka.
Gubernur mengungkapkan, dalam kunjungan itu ia juga akan mengembalikan masyarakat yang mengungsi akibat perang di Puncak Jaya. “Yang mengungsi juga akan kami kembalikan ke rumah,” ungkap Nawipa.
Aparat keamanan nampaknya tak mau Puncak Jaya "menyala" lagi sehingga razia besar-besaran dilakukan dan dipimpin langsung Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol Alfred Papare didampingi Pj Bupati Puncak Jaya, Yopi Murib bersama tiga perwira menengah Pamatwil Polda Papua Tengah, Kapolres Puncak Jaya AKBP Kuswara, Dandim 1714 Puncak Jaya Letkol Inf Irawan Setya Kusuma.
Tak hanya itu ada 117 orang terluka dan puluhan rumah dibakar. Data kepolisian menyebut bahwa pada bentrok hari pertama pada 3 Maret lalu sudah 4 orang dilaporkan meninggal dunia dimana ada 67 yang terluka dan 28 rumah serta 1 sekolah yang dibakar.
Sebanyak 400 personel gabungan TNI-Polri yang terdiri atas prajurit dari Kodim 1714/Puncak Jaya, Polres Puncak Jaya, Satgas Yonif Raider 715/MTL, Satgas Yonif Raider 112/DJ, Brimob Yon B dan Yon C Polda Papua BKO Puncak Jaya, Satgas Mandala V, Kopasgat, dan Satgas ODC melaksanakan patroli sweeping jalan kaki di seputaran Kota Mulia.
Kapolda Papua, Irjen Pol. Patrige Renwarin, menegaskan bahwa penyelundupan Senmu ini tidak ada kaitannya dengan politik, khususnya Pilkada Puncak Jaya. Pernyataan ini menanggapi isu yang beredar bahwa penyelundupan tersebut terkait dengan aksi saling serang antara pendukung pasangan calon Bupati di Puncak Jaya.
Kepala Kepolisian Resor Puncak Jaya AKBP Kuswara bersama ratusan personel gabungan yang terdiri dari Polres Puncak Jaya dan Brimob BKO Puncak Jaya langsung terjun ke TKP untuk melerai ataupun membubarkan aksi saling serang tersebut. AKBP Kuswara membenarkan jika pagi tadi hingga sore hari kembali terjadi aksi saling serang antara kedua massa pendukung paslon 01 maupun 02 yang terjadi di Kampung Pagaleme tepatnya di Pertigaan Kantor Distrik Pagaleme.
Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ignatius Benny Ady Prabowo, kejadian bermula sekitar pukul 11.00 WIT. Pendukung paslon 01 diduga melakukan penganiayaan terhadap pendukung paslon 02 di Jalan Poros Kuburan Tujuh, Kota Mulia, Kabupaten Puncak Jaya. Akibatnya, pendukung paslon 02 membalas serangan terhadap kubu paslon 01 di sepanjang Kota Mulia sejak pagi hingga sore hari.
Dari jumlah tersebut, 1 orang dinyatakan meninggal dunia, 8 orang kritis dan 124 lainnya luka-luka. Warga juga banyak yang ketakutan sehingga memilih mengungsi. Terkait itu, Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol. Alfred Papare bersama rombongan mengunjungi para pengungsi di beberapa lokasi, seperti Mako Polres Puncak Jaya, Makodim 1714/PJ, Polsek Mulia, dan Aula Gereja GIDI.
Tidak hanya mengunjungi para pengungsi, Pj Bupati Yopi Murib pun memberikan bantuan bahan makanan berupa beras 1 ton untuk masing-masing posko pengungsian, termasuk mie instan, telur dan bahan makanan lainnya.
Kuswara menyebutkan selain menyebabkan seorang warga dari salah satu pendukung yang meninggal, pertikaian tersebut juga mengakibatkan 131 orang luka-luka dan 30 unit rumah terbakar.
Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Pol Faizal Ramadhani, dengan tegas menyatakan bahwa informasi tersebut adalah propaganda yang bertujuan untuk menciptakan keresahan di masyarakat.
Saat perjalanan pulang, Brigpol Ronald tiba-tiba diserang oleh KKB dan ditembak. Ia pun roboh jatuh ke parit. Menanggapi insiden ini, jajaran Polres Puncak Jaya bersama Satgas Operasi Damai Cartenz-2025 segera bergerak cepat menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk mengevakuasi korban.
Pj. Bupati Puncak Jaya Yopi Murib,SE.,MM mengungkapkan bahwa pendapatan asli pendapatan daerah sebesar Rp 1.690.679.829.587,00-, belanja daerah sebesar Rp. 1.689.679.829.587,00-, pembiayaan daerah sebesar Rp. 1.000.000.000,- yang terdiri dari penerimaan pembiayaan sebesar Rp. 0 rupiah dan pengeluaran pembiayaan sebesar Rp 1.000.000.000,- pembiayaan daerah ini merupakan penyertaan modal daerah pada PT. Bank Papua.
"Dinamika perkembangan situasi dan kondisi kamtibmas di Papua seperti aksi kekerasan yang dilakukan oleh kelompok sipil bersenjata dan perang suku, secara umum dapat dikendalikan dan dikondisikan dengan baik oleh anggota melalui pendekatan yang persuasif dan humanis serta bantuan dari berbagai elemen masyarakat," jelas Patrige.
Patroli dilaksanakan di sekitar Mulia dengan berjalan kaki dan menggunakan kendaraan operasional dipimpin Kabag Ops Polres Puncak Jaya Kompol R. Ahmad Hari Junianto, Pelaksanaan patroli berjalan aman dan bertujuan untuk menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif usai Pilkada serentak tahun 2024 .“Aparat keamanan TNI-POLRI memang rutin melaksanakan kegiatan patroli guna menciptakan situasi yang aman dan kondusif,” kata AKBP Kuswara.
“Setelah KKB melakukan penembakan terhadap Bripda Choisu Rumabar, tim kami bergerak cepat melakukan pengejaran. Hasilnya, setelah kontak tembak pada selasa 10 Desember 2024, Rabu 11 Desember 2024, kami melakukan penyisiran di Lokasi dan menemukan KKB Topan Pelaku Penembahakn Bripda Choisu Rumabar, tewas,” jelas Brigjen Faizal dalam keterangan tertulis, Sabtu (14/12/2024) siang.
TT diketahui terlibat dalam penembakan Bripda Choisu Yason Norman Rumabar pada hari Selasa (10/12) lalu di Kampung Lungguineri Distrik Pagaleme Kabupaten Puncak Jaya. Ketika itu aparat sempat melakukan tembakan balasan namun ternyata mengenai TT saat kelompok ini hendak melarikan diri.
Orentasi tersebut merupakan kerjasama antara Sekretariat DPRD Kabupaten Puncak Jaya dengan Badan Pengembangan SDA Provinsi Papua. Pembukaan kegiatan dilakukan Kepala Biro Tata Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Papua, Jimmy S. Wanimbo. Sekretaris Dewan DPRD Kabupaten Puncak Jayapura, Elita Telenggen,S.Sos mengatakan, pelaksanaan Orentasi ini penting bagi anggota dewan.
Ketika ditanya tentang pelakunya, Kombes Benny mengaku hingga kini belum diketahui pelaku dari kelompok mana. "Anggota masih menyelidiki kasus tersebut," kata Kombes Benny Ady Prabowo. Dari keterangan terungkap jika korban sempat melihat pelaku menggunakan sepeda motor jenis MX-King melintas dan menodong senjata api laras pendek ke arah kepala Bripda Choisu Rumabar.
Debat publik ini diikuti dua pasangan calon bupati dan wakil bupati Puncak Jaya, yakni nomor urut 1 pasangan calon Dr. Yuni Wonda, S.Sos., S.IP., MM dan Mus Kogoya, S.E. dan nomor urut 2 pasangan calon Miren Kogoya, SIKom dan Mendi Wonerengga.
Sementara pelaku yang berjumlah dua orang kini dalam pengejaran. Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ignatius Benny Ady Prabowo menyampaikan bahwa korban kini dirawat intensif di RS Bhayangkara Polda Papua dan dalam kondisi sadar.
"Pukul 13.12 WIT, bertempat di Distrik ilu, Kab.Puncak jaya, telah terjadi Tindak Pidana Penganiayaan Berat (pembacokan) yang dilakukan oleh OTK terhadap Personil Polsek Ilu Polres Puncak Jaya atas nama Bripka Arif Hidayat,” ucap Kabid Humas melalui press rilis yang di terima cenderawasih pos, Minggu (27/10).
Dan jika sebelumnya disebut OTK, setelah dilakukan olah TKP dan penyelidikan, Polisi akhirnya memastikan jika pelaku penembakan warga sipil ini adalah Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) kelompok Lery Mayu yang dipimpin oleh Lekagak Telenggen.
Polres Puncak Jaya telah melakukan olah TKP dan memeriksa saksi-saksi yang mengetahui terjadinya penembakan tersebut guna mengidentifikasi pelaku dan motif kekerasan menggunakan senjata api yang menyebabkan korban meninggal dunia. Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Ignatius Benny Ady Prabowo, saat dikonfirmasi telah membenarkan peristiwa penembakan tersebut.
Usai ditangkap, polisi langsung mengecek rekam jejak keduanya. Hasilnya, baik Alison maupun Yotenus diketahui adalah pemain lama yang sempat aktif pada tahun 2022 lalu kemudian menghilang. Keduanya memiliki catatan kelam terkait aksi kekerasan bersenjata dan dibalik keduanya ada nama Bumi Walo yang menjadi satu aktor penting lainnya. Bumi hingga kini masih buron.
Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz-2024, Kombes Pol Dr. Bayu Suseno, menjelaskan kronologi penangkapan. Pada 5 Oktober 2024 pukul 12.01 WIT, saat tim gabungan melintasi jalur antara Tingginambut dan Kalome, mereka berhasil mengamankan 2 KKB yaitu Alison Wonda alias Kumara dan Yotenus Wonda alias Maleki.
"Ia kejadiannya benar ada," singkat Candra. Hanya tidak ada informasi lebih yang disampaikan. Namun dari informasi yang diperoleh Cenderawasih Pos disebutkan bahwa kontak tembak terjadi pada Jumat, 4 Oktober 2024, sekira pukul 13.16 WIT antara aparat TNI dengan KKB atau OPM.
TKP nya sendiri berada di Kali Pagargom Distrik Waegi Kab. Puncak Jaya dan para personel Polres Puncak Jaya serta Satgas Damai Cartenz. Kapolres Puncak Jaya saat dikonfirmasi mengatakan bahwa kronologi awal kejadian bermula saat korban bersama 3 anggota lainnya hendak kembali ke Polsek Ilu dari Kota Mulia namun sesampainya di Kali Pagargom tiba-tiba korban ditembak oleh KKB dari belakang sehingga korban langsung terjatuh dari motor.
"Saya mewakili anggota dewan yang lain mengecam keras adanya penembakan ini. Bukan satu dua kali tetapi sudah terlalu sering di wilayah Papua khususnya Puncak Jaya," tegas Thomas kepada Cenderawasih Pos
Untuk itu kata Kabid Humas, kejadian seperi ini perlu diantisipasi kedepannya. Sehingga anggota tak lagi menjadi korban penembakan. Ia pun menyebut situasi Puncak Jaya kondusif pasca penembakan, dan situasi masih aman terkendali.
Kabid Humas itu mengatakan kronologi kejadian yang mengakibatkan gugurnya satu anggota polisi, Briptu Kiki Supriyadi, penyerangan terjadi saat personel Polsek Ilu sebanyak 4 orang kembali dari Kota Mulia yang saat itu melintasi Kali Pagargom Distrik Kalome Kabupaten Puncak Jaya.
Tampak ada oknum yang berusaha menjegal langkah paslon Miren-Mendi. Oknum tersebut bukan penyelenggara pemilu, tapi mengecek keabsahan ijazah, calon bupati, Mendi, di setiap kampusnya.
Secara keseluruhan tidak kurang dari 100 personel diturunkan dalam patroli perbatasan tersebut. Komandan Satgas Pamtas Kewilayahan Yonif 715/Motuliato Letkol Infanteri Dwi Hertanto menyampaikan bahwa dalam patroli perbatasan itu turut dilakukan pemeriksaan seluruh kendaraan roda dua dan roda empat yang melintas.
Peringatan ini mengusung tema “Nusantara Baru, Indonesia Maju” dan pembacaan teks proklamasi dibacakan oleh anggota DPRD, Roman Telenggen. Upacara berjalan tertib hingga sang Merah Putih berkibar gagah di ujung tiang tertinggi lapangan Alun-alun Kota Baru.
Pria kelahiran Puncak Jaya ini mengatakan seharusnya jelang Pemilu yang tersisa beberapa bulan lagi bisa disikapi bijak oleh TNI Polri. Ia meminta jangan karena mengedepankan pengejaran terhadap kelompok berseberangan, akhirnya berdampak pada tidak kondusifnya suatu daerah seperti situasi Puncak Jaya saat ini.
Mobil-mobil yang dibakar masih terpajang di jalan. Aparat juga masih berjaga – jaga mengantisipasi jiwa sewaktu – waktu situasi kembali bergejolak. Kapendam XVII Cenderawasih, Letkol Inf Candra Kurniawan mengatakan situasi terkini di Kota Mulia Puncak Jaya berangsur pulih.
Sejumlah kendaraan milik aparat TNI-Polri dibakar dan terjadi penganiayaan terhadap warga lainnya. Tak hanya itu, Dansatgas Yonif 753/AVT, Letkol Inf Noval Darmawan yang ikut hadir juga menjadi korban. Ia terkena lemparan batu dan mengalami luka robek hingga harus dirawat.
Kemudian 126 kepala kampung yang tidak terima dengan pemberhentian sepihak yang dilakukan oleh Bupati saat itu melakukan gugatan di PTUN Jayapura. Putusan PTUN Jayapura, memerintahkan kepada Bupati untuk membatalkan SK pengangkatan kepala kampung tersebut, dan amar berikutnya harus mengembalikan para kepala kampung yang diganti itu pada posisinya sebelumnya sebagai kepala kampung.
Kapolres Puncak Jaya, AKBP Kuswara menyampaikan informasi ini langsung. Ia menjelaskan bahwa korban pertama kali ditemukan oleh seorang saksi yang kebetulan melewati Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan melihat korban sudah dalam keadaan lemas dan bersimbah darah.
Kegiatan itu dipimpin Wakapolres Puncak Jaya, Kompol Sarifudin Ahmad bersama Pasi Ops Kodim 1714/PJ Kapten Inf. Daniel Sine. Jadi selain melintasi jalur-jalur yang dianggap rawan akan gangguan kamtibmas, sesekali para personel juga menyambangi warga masyarakat yang sedang melaksanakan aktivitas sehari-harinya.
Ini setelah satu warga sipil bernama Jainul tewas terkapar dan bersimbah darah. Korban tewas dengan luka tembak yang dilakukan oleh orang tak dikenal (OTK). Hingga kini polisi masih menelusuri kasus penembakan ini dengan mencari saksi-saksi.
Seperti yang dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Puncak Jaya yang belakangan ini sudah melakukan studi atau belajar di beberapa instansi di Pemkot Jayapura sehubungan dengan penyelenggaraan pemerintahan.
Selain Penjabat Bupati Puncak Jaya Dr H Tumiran, SSos, MAP, acara ini juga turut dihadiri anggota Forkompimda, Danyon 115/ML dan Danyon 753/AVT. Para piminan instansi Vertikal, pimpinan Ormas, Pimpinan Denominasi Gereja, Forum Solidaritas Nusantara serta Ketua BKM Al-Mujahidin dan Masjid Arrahman Kodim 1714/PJ bersama Majelis Taklim Annisa.
Dalam pelaksanaan kegiatan patroli dialogis ini dipimpin Kabag Ops Polres Puncak Jaya Kompol R. Ahmad Hari Junianto, bersama Pasi Ops Kodim 1714/PJ Kapten Inf. Daniel Sine melintasi jalur-jalur yang dianggap rawan gangguan kamtibmas. Personel gabungan TNI-POLRI juga menghimbau kepada masyarakat untuk tetap bersama-sama menjaga kondusifitas keamanan yang ada.
Plh. Sekertaris Daerah Kabupaten Puncak Jaya, Esau Karoba menjelaskan, Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) yang dilakukan, guna menjawab tantangan di era globalisasi dan revolusi industri saat ini.
Kejadian itu terjadi pada Rabu (20/3) di Ndeotadi, Paniai. Kejadian ini terjadi sekira pukul 08.00 WIT dimana menurut Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Ignatius Benny Ady Prabowo dua anggota Polri yakni Bripda Arnaldobert dan Bripda Sandi Defrit Sayuri tertembak dan gugur dalam tugas.
LP3BH Manokwari sebagai organisasi masyarakat sipil (OMS) yang berfokus ada upaya perlindungan Hak Asasi Manusia (HAM) dan penegakan hukum mendesak Kapolda Papua memberi supervisi maksimal kepada Kapolres Puncak Jaya dan jajarannya untuk melakukan penyelidikan (investigasi) kriminal atas peristiwa tragis tersebut.
Kontak tembak yang terjadi pada 17 Maret 2024 antara Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) kelompok Yambi dengan aparat TNI di Distrik Muara, Kabupaten Puncak Jaya memakan korban.
Kegiatan yang dipimpin oleh Kasat Samapta bersama personelnya siang tadi, selain menyambangi beberapa objek vital seperti pasar dan bandar udara, para personel juga menyempatkan diri untuk menyambangi warga masyarakat yang sedang melaksanakan aktivitas sehari-hari guna menyampaikan pesan-pesan Kamtibmas.