Thursday, April 18, 2024
25.7 C
Jayapura

Video Penyiksaan di Puncak, Dimulai dari Penyangkalan Diakhiri dengan Impunitas

ALDP : TNI Tidak Miliki Kewenangan Melakukan Interogasi Warga Sipil Termasuk TPNPB

JAYAPURA – Video aksi penyiksaan yang diduga dilakukan oleh TNI anggota Yonif Raider 300/Brawijaya di Pos Gome, Kabupaten Puncak 3 Februari 2024 menjadi perhatian dan keprihatinan bersama termasuk Aliansi Demokrasi untuk Papua (ALDP).

Korbannya adalah Definus Kogoya, yang TNI menduganya sebagai anggota TPNPB. Pada awal video diketahui oleh publik, terjadi penyangkalan yang dilakukan oleh pihak TNI yakni Pangdam XVII Cenderawasih.

Direktur ALDP Latifah Anum Siregar, menyebut penyangkalan ini mengingatkan kita peristiwa penculikan dan pembunuhan terhadap Ketua Presidium Dewan Papua (PDP) Theys Hiyo Eluay tanggal 10 November 2001, bahkan Komandan Kopasus Tribuana di Hamadi, menyelenggarakan Konferensi Pers di markasnya sehari setelah peristiwa dan menyatakan bahwa dirinya dan institusinya tidak terlibat.

Baca Juga :  555 Prajurit Terpilih dari Aceh Dikirim ke Papua

“Namun penyelidikan yang dilakukan oleh pihak Polda Papua, membuktikan bahwa penculikan dan pembunuhan Theys Hiyo Eluay adalah hasil permufakatan jahat dari anggota Kopasus Tribuana,” ucap Anum, dalam rilis yang dikirimnya kepada Cenderawasih Pos, Rabu (27/3).

ALDP : TNI Tidak Miliki Kewenangan Melakukan Interogasi Warga Sipil Termasuk TPNPB

JAYAPURA – Video aksi penyiksaan yang diduga dilakukan oleh TNI anggota Yonif Raider 300/Brawijaya di Pos Gome, Kabupaten Puncak 3 Februari 2024 menjadi perhatian dan keprihatinan bersama termasuk Aliansi Demokrasi untuk Papua (ALDP).

Korbannya adalah Definus Kogoya, yang TNI menduganya sebagai anggota TPNPB. Pada awal video diketahui oleh publik, terjadi penyangkalan yang dilakukan oleh pihak TNI yakni Pangdam XVII Cenderawasih.

Direktur ALDP Latifah Anum Siregar, menyebut penyangkalan ini mengingatkan kita peristiwa penculikan dan pembunuhan terhadap Ketua Presidium Dewan Papua (PDP) Theys Hiyo Eluay tanggal 10 November 2001, bahkan Komandan Kopasus Tribuana di Hamadi, menyelenggarakan Konferensi Pers di markasnya sehari setelah peristiwa dan menyatakan bahwa dirinya dan institusinya tidak terlibat.

Baca Juga :  Kapendam XVII/Cenderawasih: Hoax, Tidak Mungkin Melakukan Pengeboman

“Namun penyelidikan yang dilakukan oleh pihak Polda Papua, membuktikan bahwa penculikan dan pembunuhan Theys Hiyo Eluay adalah hasil permufakatan jahat dari anggota Kopasus Tribuana,” ucap Anum, dalam rilis yang dikirimnya kepada Cenderawasih Pos, Rabu (27/3).

Berita Terbaru

Artikel Lainnya