Ribuan ​Artefak dan Dokumen Bersejarah Papua dari Belanda Dipulangkan

​Sementara itu, dari pihak PACE Collection Foundation, penandatanganan dilakukan oleh Ketua Yayasan, Drs. Feije Duim, M.A., dengan didampingi dan disaksikan secara langsung oleh Sekretaris Yayasan, Huub Lems. ​Dalam dialog resmi yang berlangsung di sela-sela penandatanganan, Wakil Rektor II Uncen, Dr. Ferdinand Risamasu, menyampaikan apresiasi yang sangat tinggi dan rasa terima kasih yang mendalam kepada pengurus PACE Collection Foundation.

Ia memuji dedikasi yayasan asal Belanda tersebut yang selama ini telah merawat, menjaga, dan mengkonservasi koleksi-koleksi budaya Papua dengan sangat baik. ​

“Dokumentasi dan koleksi warisan budaya yang tersimpan ini memiliki nilai historis dan spiritual yang sangat penting bagi masyarakat Papua. Pemulangan artefak ini memberikan kesempatan yang luar biasa bagi generasi muda Papua untuk dapat mengenal, mempelajari, dan merekonstruksi kembali sejarah, identitas, serta kekayaan budaya leluhur mereka yang sempat terpisah jarak dan waktu,” tegas Dr. Ferdinand.

Baca Juga :  Diikuti Tiga Jam, Satu Pimpinan KKB Dibekuk

​Ferdinand menekankan bahwa komitmen Universitas Cenderawasih adalah memastikan agar seluruh harta karun budaya ini tidak sekadar dipindahkan sebagai benda mati atau koleksi pajangan pasif. Sebaliknya, seluruh materi tersebut akan diintegrasikan sebagai sumber pembelajaran, penelitian, dan sarana edukasi aktif bagi civitas akademika dan publik.

​Koleksi yang selama ini dihimpun dan disimpan oleh PACE Collection Foundation mencakup khazanah yang sangat kaya dan beragam. Benda-benda kebudayaan ini berasal dari berbagai suku dan wilayah etnis di seluruh bentang alam Papua, mencerminkan kompleksitas serta keindahan peradaban lokal.

Adapun aset kebudayaan yang akan dialihkan hak miliknya meliputi ​Artefak Etnografis dan Koleksi Pribadi, seperti berbagai benda kriya, ukiran, alat ritual, perhiasan adat, dan perkakas kehidupan sehari-hari masyarakat Papua. ​Dokumentasi visual yang mencakup ribuan lembar foto bersejarah, rekaman video antik, dan cuplikan film dokumenter yang merekam kehidupan sosial Papua dari era lampau.

Baca Juga :  Angka Terkonfirmasi dan Sembuh Sama-sama Naik

​Arsip literatur dan dokumen. Terdapat naskah dokumen penting, catatan sejarah, serta buku-buku referensi langka. Serta, dokumentasi audio serta musik. Rekaman suara, nyanyian adat, dan musik tradisional dari berbagai pelosok wilayah Papua. Sebagai informasi adapun proses pemulangan artefak dan arsip dokumen ini diproyeksikan akan memperkuat posisi Museum Loka Budaya Papua Universitas Cenderawasih sebagai pusat pelestarian, pembelajaran, penelitian, dan pengembangan pengetahuan kekayaan budaya Papua.

​Sementara itu, dari pihak PACE Collection Foundation, penandatanganan dilakukan oleh Ketua Yayasan, Drs. Feije Duim, M.A., dengan didampingi dan disaksikan secara langsung oleh Sekretaris Yayasan, Huub Lems. ​Dalam dialog resmi yang berlangsung di sela-sela penandatanganan, Wakil Rektor II Uncen, Dr. Ferdinand Risamasu, menyampaikan apresiasi yang sangat tinggi dan rasa terima kasih yang mendalam kepada pengurus PACE Collection Foundation.

Ia memuji dedikasi yayasan asal Belanda tersebut yang selama ini telah merawat, menjaga, dan mengkonservasi koleksi-koleksi budaya Papua dengan sangat baik. ​

“Dokumentasi dan koleksi warisan budaya yang tersimpan ini memiliki nilai historis dan spiritual yang sangat penting bagi masyarakat Papua. Pemulangan artefak ini memberikan kesempatan yang luar biasa bagi generasi muda Papua untuk dapat mengenal, mempelajari, dan merekonstruksi kembali sejarah, identitas, serta kekayaan budaya leluhur mereka yang sempat terpisah jarak dan waktu,” tegas Dr. Ferdinand.

Baca Juga :  Ganti Pangkogabwilhan dan Pangdam di Papua

​Ferdinand menekankan bahwa komitmen Universitas Cenderawasih adalah memastikan agar seluruh harta karun budaya ini tidak sekadar dipindahkan sebagai benda mati atau koleksi pajangan pasif. Sebaliknya, seluruh materi tersebut akan diintegrasikan sebagai sumber pembelajaran, penelitian, dan sarana edukasi aktif bagi civitas akademika dan publik.

​Koleksi yang selama ini dihimpun dan disimpan oleh PACE Collection Foundation mencakup khazanah yang sangat kaya dan beragam. Benda-benda kebudayaan ini berasal dari berbagai suku dan wilayah etnis di seluruh bentang alam Papua, mencerminkan kompleksitas serta keindahan peradaban lokal.

Adapun aset kebudayaan yang akan dialihkan hak miliknya meliputi ​Artefak Etnografis dan Koleksi Pribadi, seperti berbagai benda kriya, ukiran, alat ritual, perhiasan adat, dan perkakas kehidupan sehari-hari masyarakat Papua. ​Dokumentasi visual yang mencakup ribuan lembar foto bersejarah, rekaman video antik, dan cuplikan film dokumenter yang merekam kehidupan sosial Papua dari era lampau.

Baca Juga :  Jamin Aman Selama Tidak Diprovokasi

​Arsip literatur dan dokumen. Terdapat naskah dokumen penting, catatan sejarah, serta buku-buku referensi langka. Serta, dokumentasi audio serta musik. Rekaman suara, nyanyian adat, dan musik tradisional dari berbagai pelosok wilayah Papua. Sebagai informasi adapun proses pemulangan artefak dan arsip dokumen ini diproyeksikan akan memperkuat posisi Museum Loka Budaya Papua Universitas Cenderawasih sebagai pusat pelestarian, pembelajaran, penelitian, dan pengembangan pengetahuan kekayaan budaya Papua.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya