Tak Tertangani Rumah Sakit, Ibu Hamil Meninggal Bersama sang Bayi

Gubernur Papua, Matius D Fakhiri

Gubernur Papua, Matius D Fakhiri mengatakan bahwa ini menjadi evaluasi besar. Ia juga sudah menanyakan persoalan ini kepada kepala dinas setempat. “Kemarin laporan dari kepala dinas, mereka sudah melakukan evaluasi di sana (Kabupaten Jayapura), nanti saya panggil untuk memintai laporannya,” kata gubernur, menjawab pertanyaan Cenderawasih Pos, Kamis (20/11).

Gubernur menegaskan bahwa, menyangkut kesehatan, tidak boleh ada rumah sakit maupun puskesmas yang menolak pasien. “Tidak ada lagi yang menolak pasien, ini tidak bisa tawar menawar. Karena sudah diatur dalam undang-undang, jika masih ada yang menolak (pasien), saya akan copot dia dari direktur rumah sakit,” tegasnya. Sambung Gubernur Fakhiri, ketika ada pasien yang datang berobat maka jangan dipersulit.

Baca Juga :  Kawal Ketat Proses Autopsi Jasad Pdt Yeremia Zanambani

“Jangan tanya kapasitas pasien (saat datang berobat), terima dan layani dulu, jadi tidak ada lagi tawar menawar. Saya pikir sudah sangat jelas saya sampaikan sewaktu melakukan sidak di RSUD Dok II, kejadian di Sentani tak boleh terulang lagi,” ungkapnya. Setelah ini, Gubernur Fakhiri akan melakukan evaluasi terhadap rumah sakit milik pemerintah. Rumah Sakit Dok II, Rumah Sakit Abepura dan Rumah Sakit Jiwa.

“Setelah itu, saya juga akan turun ke kabupaten/kota. Semua akan ada bagian saya sidak, maka itu saya minta dan ingatkan kepada semua direktur rumah sakit pemerintah yang ada di kabupaten/kota harus mengambil langkah-langkah yang sama,” pungkasnya. Jenazah Irene sendiri telah dimakamkan pada Rabu (19/11). (jim/fia/ana/ade)

Baca Juga :  DPMK:  Program TEKAD Untuk Kabupaten Jayawijaya Mulai Terlihat

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Gubernur Papua, Matius D Fakhiri

Gubernur Papua, Matius D Fakhiri mengatakan bahwa ini menjadi evaluasi besar. Ia juga sudah menanyakan persoalan ini kepada kepala dinas setempat. “Kemarin laporan dari kepala dinas, mereka sudah melakukan evaluasi di sana (Kabupaten Jayapura), nanti saya panggil untuk memintai laporannya,” kata gubernur, menjawab pertanyaan Cenderawasih Pos, Kamis (20/11).

Gubernur menegaskan bahwa, menyangkut kesehatan, tidak boleh ada rumah sakit maupun puskesmas yang menolak pasien. “Tidak ada lagi yang menolak pasien, ini tidak bisa tawar menawar. Karena sudah diatur dalam undang-undang, jika masih ada yang menolak (pasien), saya akan copot dia dari direktur rumah sakit,” tegasnya. Sambung Gubernur Fakhiri, ketika ada pasien yang datang berobat maka jangan dipersulit.

Baca Juga :  Kembangkan Pertanian dan Perikanan, Pemkot Gandeng Unhas

“Jangan tanya kapasitas pasien (saat datang berobat), terima dan layani dulu, jadi tidak ada lagi tawar menawar. Saya pikir sudah sangat jelas saya sampaikan sewaktu melakukan sidak di RSUD Dok II, kejadian di Sentani tak boleh terulang lagi,” ungkapnya. Setelah ini, Gubernur Fakhiri akan melakukan evaluasi terhadap rumah sakit milik pemerintah. Rumah Sakit Dok II, Rumah Sakit Abepura dan Rumah Sakit Jiwa.

“Setelah itu, saya juga akan turun ke kabupaten/kota. Semua akan ada bagian saya sidak, maka itu saya minta dan ingatkan kepada semua direktur rumah sakit pemerintah yang ada di kabupaten/kota harus mengambil langkah-langkah yang sama,” pungkasnya. Jenazah Irene sendiri telah dimakamkan pada Rabu (19/11). (jim/fia/ana/ade)

Baca Juga :  Tak Terima Ditegur, Berujung Keributan di Café Janji Jiwa

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Berita Terbaru

Artikel Lainnya