Tahun Ini, DPMPTSP Merauke Targetkan Investasi Rp 7 Triliun

MERAUKE – Plt Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Merauke Marwiah Ali Mahmud, mengungkapkan, target investasi di Kabupaten Merauke pada tahun 2026 mencapai sekitar Rp7 triliun. Target tersebut diharapkan dapat tercapai seiring terus bertumbuhnya iklim investasi dan masuknya sejumlah proyek di berbagai sektor.

Hal itu disampaikan dalam pemaparan pada kegiatan konsultasi publik Rancangan Peraturan Bupati (Perbup) tentang Tata Kelola Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), Kamis (9/7).

Menurutnya, setiap tahun Kabupaten Merauke memperoleh target investasi yang ditetapkan pemerintah. Pada tahun 2025 lalu, realisasi investasi bahkan melampaui target dengan nilai mencapai sekitar Rp 9 triliun, salah satunya didorong oleh keberadaan Proyek Strategis Nasional (PSN) di Merauke.

Baca Juga :  Sakit, Dua Tersangka Korupsi Dana Hibah Mappi Tidak Ditahan 

Ia menjelaskan, nilai investasi tersebut bukan merupakan keuntungan atau laba perusahaan, melainkan nilai modal dan aset yang ditanamkan investor dalam menjalankan usahanya di Kabupaten Merauke.

“Realisasi investasi dihitung dari nilai penanaman modal, bukan dari keuntungan perusahaan. Misalnya pembelian lahan, pembangunan gedung, pengadaan mesin dan peralatan, kendaraan operasional, serta aset lainnya yang digunakan dalam kegiatan usaha,” jelasnya.

DPMPTSP optimistis capaian investasi tahun ini dapat terus meningkat seiring masuknya sejumlah investasi baru di berbagai sektor usaha.

Saat ini, sektor industri di Kabupaten Merauke juga terus berkembang. Di bidang perkebunan kelapa sawit, misalnya, terdapat sekitar tujuh perusahaan yang telah beroperasi dan menjadi bagian dari pertumbuhan investasi daerah.

Baca Juga :  75 Calon Pejabat Tinggi Pratama Ikuti Lelang Jabatan

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan iklim investasi di Kabupaten Merauke masih kondusif dan memiliki prospek yang baik untuk terus berkembang.

Dia berharap, peningkatan investasi dapat berjalan beriringan dengan pelaksanaan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) atau Corporate Social Responsibility (CSR), sehingga keberadaan investasi tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Merauke. (ulo/wen)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

 UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

MERAUKE – Plt Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Merauke Marwiah Ali Mahmud, mengungkapkan, target investasi di Kabupaten Merauke pada tahun 2026 mencapai sekitar Rp7 triliun. Target tersebut diharapkan dapat tercapai seiring terus bertumbuhnya iklim investasi dan masuknya sejumlah proyek di berbagai sektor.

Hal itu disampaikan dalam pemaparan pada kegiatan konsultasi publik Rancangan Peraturan Bupati (Perbup) tentang Tata Kelola Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), Kamis (9/7).

Menurutnya, setiap tahun Kabupaten Merauke memperoleh target investasi yang ditetapkan pemerintah. Pada tahun 2025 lalu, realisasi investasi bahkan melampaui target dengan nilai mencapai sekitar Rp 9 triliun, salah satunya didorong oleh keberadaan Proyek Strategis Nasional (PSN) di Merauke.

Baca Juga :  5 ABK KMN Aru Jaya Masuk DPO 

Ia menjelaskan, nilai investasi tersebut bukan merupakan keuntungan atau laba perusahaan, melainkan nilai modal dan aset yang ditanamkan investor dalam menjalankan usahanya di Kabupaten Merauke.

“Realisasi investasi dihitung dari nilai penanaman modal, bukan dari keuntungan perusahaan. Misalnya pembelian lahan, pembangunan gedung, pengadaan mesin dan peralatan, kendaraan operasional, serta aset lainnya yang digunakan dalam kegiatan usaha,” jelasnya.

DPMPTSP optimistis capaian investasi tahun ini dapat terus meningkat seiring masuknya sejumlah investasi baru di berbagai sektor usaha.

Saat ini, sektor industri di Kabupaten Merauke juga terus berkembang. Di bidang perkebunan kelapa sawit, misalnya, terdapat sekitar tujuh perusahaan yang telah beroperasi dan menjadi bagian dari pertumbuhan investasi daerah.

Baca Juga :  31 Yayasan dan Lembaga Pendidikan Dapat Dana Hibah

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan iklim investasi di Kabupaten Merauke masih kondusif dan memiliki prospek yang baik untuk terus berkembang.

Dia berharap, peningkatan investasi dapat berjalan beriringan dengan pelaksanaan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) atau Corporate Social Responsibility (CSR), sehingga keberadaan investasi tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Merauke. (ulo/wen)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

 UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

Berita Terbaru

Artikel Lainnya