Bupati Johannes Rettob menyoroti bahwa insiden berulang di wilayah terpencil ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Sebelum peristiwa di Jila, gangguan keamanan serupa melumpuhkan pelayanan publik di Distrik Alama.
“Dan ini terjadi yang sangat serius ini di wilayah Mimika ini sudah dua kali di Alama dan di Jila. Dan ini kita berharap, kalau yang kecil-kecil sudah ada, tapi ini yang masalah kita,” kata Johannes.
Pemkab Mimika menyampaikan belasungkawa mendalam atas jatuhnya korban dari pihak prajurit TNI maupun warga sipil dalam peristiwa tersebut.
“Kami pertama, kami mengucapkan turut berduka cita atas korban yang telah terjadi, baik untuk TNI maupun juga masyarakat. Dan kami semua berharap bahwa kami akan cari solusi untuk bagaimana caranya mengamankan situasi di sana,” ucapnya.
Atas kendala yang dialami warga, Bupati secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Jila, khususnya terkait penundaan perayaan kemerdekaan.
“Karena kasus kemarin, ya, saya minta maaf kepada masyarakat karena upacara 17 Agustus di Jila tidak jadi dilaksanakan,” katanya. Guna memulihkan kondisi, Pemkab Mimika berencana menggelar rapat koordinasi intensif bersama aparat hukum, Satgas, TNI, dan Polri.
Komunikasi dengan jajaran keamanan terus dimaksimalkan agar pemulihan keamanan berjalan cepat dan jaminan keselamatan bagi tenaga pelayanan dasar segera terealisasi.
“Saya terus melakukan komunikasi dengan pihak keamanan untuk bagaimana mereka bisa menjamin ke depan bahwa keamanan di Jila itu baik, demi pembangunan masyarakat,” ujarnya.
Bupati Johannes Rettob menyoroti bahwa insiden berulang di wilayah terpencil ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Sebelum peristiwa di Jila, gangguan keamanan serupa melumpuhkan pelayanan publik di Distrik Alama.
“Dan ini terjadi yang sangat serius ini di wilayah Mimika ini sudah dua kali di Alama dan di Jila. Dan ini kita berharap, kalau yang kecil-kecil sudah ada, tapi ini yang masalah kita,” kata Johannes.
Pemkab Mimika menyampaikan belasungkawa mendalam atas jatuhnya korban dari pihak prajurit TNI maupun warga sipil dalam peristiwa tersebut.
“Kami pertama, kami mengucapkan turut berduka cita atas korban yang telah terjadi, baik untuk TNI maupun juga masyarakat. Dan kami semua berharap bahwa kami akan cari solusi untuk bagaimana caranya mengamankan situasi di sana,” ucapnya.
Atas kendala yang dialami warga, Bupati secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Jila, khususnya terkait penundaan perayaan kemerdekaan.
“Karena kasus kemarin, ya, saya minta maaf kepada masyarakat karena upacara 17 Agustus di Jila tidak jadi dilaksanakan,” katanya. Guna memulihkan kondisi, Pemkab Mimika berencana menggelar rapat koordinasi intensif bersama aparat hukum, Satgas, TNI, dan Polri.
Komunikasi dengan jajaran keamanan terus dimaksimalkan agar pemulihan keamanan berjalan cepat dan jaminan keselamatan bagi tenaga pelayanan dasar segera terealisasi.
“Saya terus melakukan komunikasi dengan pihak keamanan untuk bagaimana mereka bisa menjamin ke depan bahwa keamanan di Jila itu baik, demi pembangunan masyarakat,” ujarnya.