Konsep Dialog Kembali Didorong untuk Akhiri Konflik

Selain kerja-kerja kemanusiaan, Mofu juga mendesak pemerintah, terutama Presiden, membuka ruang dialog untuk membicarakan berbagai persoalan di Papua. Menurut dia, ruang perjumpaan antara berbagai pihak penting dibuka agar persoalan yang dihadapi masyarakat dapat disampaikan secara langsung dan dicari arah penyelesaiannya bersama. “Presiden, supaya harus ada ruang dialog, ruang di mana kita bisa berjumpa untuk kita bisa menyampaikan hal-hal yang tentu menjadi arah kita bersama untuk menyelesaikan masalah di Papua ini,” tegasnya.

Mofu mengatakan pimpinan gereja bersama berbagai elemen yang terlibat dalam HONAI telah membangun kesatuan semangat dan komitmen untuk menyuarakan persoalan masyarakat Papua. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) dan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), kata dia, menjadi bagian penting dalam memperkuat agenda kemanusiaan dan perdamaian di Tanah Papua.

Baca Juga :  Kasus Korupsi PON Papua Mandek?

“Gereja akan terus menyampaikan sikap secara resmi kepada pemerintah. Kita tidak ingin masyarakat terus menjadi korban kekerasan dan kehilangan nyawa akibat konflik yang tidak kunjung berakhir,” pungkasnya (rel/ade)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

Selain kerja-kerja kemanusiaan, Mofu juga mendesak pemerintah, terutama Presiden, membuka ruang dialog untuk membicarakan berbagai persoalan di Papua. Menurut dia, ruang perjumpaan antara berbagai pihak penting dibuka agar persoalan yang dihadapi masyarakat dapat disampaikan secara langsung dan dicari arah penyelesaiannya bersama. “Presiden, supaya harus ada ruang dialog, ruang di mana kita bisa berjumpa untuk kita bisa menyampaikan hal-hal yang tentu menjadi arah kita bersama untuk menyelesaikan masalah di Papua ini,” tegasnya.

Mofu mengatakan pimpinan gereja bersama berbagai elemen yang terlibat dalam HONAI telah membangun kesatuan semangat dan komitmen untuk menyuarakan persoalan masyarakat Papua. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) dan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), kata dia, menjadi bagian penting dalam memperkuat agenda kemanusiaan dan perdamaian di Tanah Papua.

Baca Juga :  Ada Enam Korban, Mantan Bupati Biak Berpeluang Dijerat Pasal Berlapis

“Gereja akan terus menyampaikan sikap secara resmi kepada pemerintah. Kita tidak ingin masyarakat terus menjadi korban kekerasan dan kehilangan nyawa akibat konflik yang tidak kunjung berakhir,” pungkasnya (rel/ade)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

Berita Terbaru

Artikel Lainnya