Konsep Dialog Kembali Didorong untuk Akhiri Konflik

Dari kunjungan tersebut, ditemukan berbagai persoalan, terutama keterbatasan akses untuk menjangkau masyarakat yang berada di lokasi pengungsian.”Ketika mereka menampilkan data tentang kunjungan di Nabire dan lebih khusus di Yahukimo, ini sangat memprihatinkan karena kelihatannya tidak bisa ada akses untuk menjangkau mereka yang ada di tempat pengungsian di sana,” ujarnya.

Ia menegaskan persoalan pengungsi tidak hanya menyangkut tempat tinggal. Masyarakat terdampak konflik juga menghadapi keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan. Sementara anak-anak di lokasi pengungsian turut menghadapi kesulitan memperoleh pendidikan yang layak. Di tengah kondisi tersebut, Mofu juga menyoroti masih terjadinya berbagai kasus kekerasan di sejumlah wilayah Papua, termasuk penembakan dan pembunuhan.

Baca Juga :  Pikul Senjata, Dua Jenderal Turun Langsung ke Lokasi Pembakaran Pesawat

Menurutnya, kondisi tersebut semakin menunjukkan pentingnya penanganan persoalan kemanusiaan secara serius dan menyeluruh. Karena itu, persoalan pengungsi, akses bantuan kemanusiaan dan perlindungan masyarakat akan menjadi bagian dari fokus kerja HONAI. Program dan langkah konkret tersebut selanjutnya akan dibahas bersama seluruh pengurus.

Mofu menekankan HONAI harus membuktikan bahwa kehadirannya bukan sekadar menambah daftar lembaga yang berbicara mengenai persoalan Papua. Menurutnya, diperlukan kerja ekstra agar wadah tersebut mampu mendorong langkah nyata serta membuka ruang penyelesaian terhadap berbagai persoalan kemanusiaan. “Kita kerja ekstra dan kita harus meyakinkan bahwa hadirnya HONAI ini juga harus menjadi bagian yang mendorong segera,” katanya.

Dari kunjungan tersebut, ditemukan berbagai persoalan, terutama keterbatasan akses untuk menjangkau masyarakat yang berada di lokasi pengungsian.”Ketika mereka menampilkan data tentang kunjungan di Nabire dan lebih khusus di Yahukimo, ini sangat memprihatinkan karena kelihatannya tidak bisa ada akses untuk menjangkau mereka yang ada di tempat pengungsian di sana,” ujarnya.

Ia menegaskan persoalan pengungsi tidak hanya menyangkut tempat tinggal. Masyarakat terdampak konflik juga menghadapi keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan. Sementara anak-anak di lokasi pengungsian turut menghadapi kesulitan memperoleh pendidikan yang layak. Di tengah kondisi tersebut, Mofu juga menyoroti masih terjadinya berbagai kasus kekerasan di sejumlah wilayah Papua, termasuk penembakan dan pembunuhan.

Baca Juga :  Pasca Pemekaran, Cakupan Imunisasi Meningkat

Menurutnya, kondisi tersebut semakin menunjukkan pentingnya penanganan persoalan kemanusiaan secara serius dan menyeluruh. Karena itu, persoalan pengungsi, akses bantuan kemanusiaan dan perlindungan masyarakat akan menjadi bagian dari fokus kerja HONAI. Program dan langkah konkret tersebut selanjutnya akan dibahas bersama seluruh pengurus.

Mofu menekankan HONAI harus membuktikan bahwa kehadirannya bukan sekadar menambah daftar lembaga yang berbicara mengenai persoalan Papua. Menurutnya, diperlukan kerja ekstra agar wadah tersebut mampu mendorong langkah nyata serta membuka ruang penyelesaian terhadap berbagai persoalan kemanusiaan. “Kita kerja ekstra dan kita harus meyakinkan bahwa hadirnya HONAI ini juga harus menjadi bagian yang mendorong segera,” katanya.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya