Polda Papua Mulai Mitigasi Konflik Horizontal di Woma

Sementara itu, Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere menyampaikan kekhawatirannya terhadap potensi konflik susulan setelah proses pencarian korban selesai. Pasalnya, massa dari kedua kelompok hingga kini masih berkumpul di sejumlah titik di wilayah kota. Ia berharap dukungan penambahan personel pengamanan serta keterlibatan seluruh elemen masyarakat untuk menjaga situasi tetap aman dan kondusif.

Dalam rapat tersebut disepakati sejumlah langkah strategis, di antaranya penambahan personel pengamanan, pelibatan tokoh gereja dan tokoh adat dalam proses mediasi, dukungan pemerintah daerah terkait penyelesaian denda adat, serta penguatan koordinasi lintas kabupaten guna mencegah meluasnya mobilisasi massa.
Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Cahyo Sukarnito menambahkan, situasi keamanan di Jayawijaya hingga saat ini masih terus dipantau secara intensif oleh aparat kepolisian bersama unsur terkait.

Baca Juga :  TPNPB-OPM Tolak Dialog Dilakukan di Indonesia

“Kami mengimbau seluruh masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh isu maupun informasi yang belum tentu benar. Percayakan penanganan situasi kepada aparat dan pemerintah daerah agar proses penyelesaian dapat berjalan secara damai dan bermartabat,” pungkas Cahyo

Sementara itu, Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere, S.IP, M.KP kepada wartawan di Wamena mengakui bahwa situasi di lapangan saat ini membutuhkan perhatian serius.

“Mengingat eskalasi massa yang besar, maka kami secara resmi meminta adanya penambahan personel kepolisian guna memperkuat pengamanan di titik-titik rawan.” ungkapnya di Wamena Jumat (15/5)

Mantan Anggota DPRK Jayawijaya juga merasa sangat prihatin atas dampak sistemik yang ditimbulkan oleh pertikaian ini. Menurutnya, konflik tidak hanya mengancam nyawa, tetapi juga melumpuhkan sendi-sendi kehidupan dan perekonomian masyarakat di Kabupaten Jayawijaya saat ini

Baca Juga :  Amankan Idul Fitri, Tujuh Pos Disiapkan

“Masyarakat mau usaha berjualan sudah tidak bisa, anak-anak mau sekolah juga tidak bisa. Saya sangat berharap konflik ini segera berakhir agar aktivitas kembali normal,” kata Ronny Elopere. (rel/jo/tri)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

 

Sementara itu, Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere menyampaikan kekhawatirannya terhadap potensi konflik susulan setelah proses pencarian korban selesai. Pasalnya, massa dari kedua kelompok hingga kini masih berkumpul di sejumlah titik di wilayah kota. Ia berharap dukungan penambahan personel pengamanan serta keterlibatan seluruh elemen masyarakat untuk menjaga situasi tetap aman dan kondusif.

Dalam rapat tersebut disepakati sejumlah langkah strategis, di antaranya penambahan personel pengamanan, pelibatan tokoh gereja dan tokoh adat dalam proses mediasi, dukungan pemerintah daerah terkait penyelesaian denda adat, serta penguatan koordinasi lintas kabupaten guna mencegah meluasnya mobilisasi massa.
Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Cahyo Sukarnito menambahkan, situasi keamanan di Jayawijaya hingga saat ini masih terus dipantau secara intensif oleh aparat kepolisian bersama unsur terkait.

Baca Juga :  Amankan Idul Fitri, Tujuh Pos Disiapkan

“Kami mengimbau seluruh masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh isu maupun informasi yang belum tentu benar. Percayakan penanganan situasi kepada aparat dan pemerintah daerah agar proses penyelesaian dapat berjalan secara damai dan bermartabat,” pungkas Cahyo

Sementara itu, Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere, S.IP, M.KP kepada wartawan di Wamena mengakui bahwa situasi di lapangan saat ini membutuhkan perhatian serius.

“Mengingat eskalasi massa yang besar, maka kami secara resmi meminta adanya penambahan personel kepolisian guna memperkuat pengamanan di titik-titik rawan.” ungkapnya di Wamena Jumat (15/5)

Mantan Anggota DPRK Jayawijaya juga merasa sangat prihatin atas dampak sistemik yang ditimbulkan oleh pertikaian ini. Menurutnya, konflik tidak hanya mengancam nyawa, tetapi juga melumpuhkan sendi-sendi kehidupan dan perekonomian masyarakat di Kabupaten Jayawijaya saat ini

Baca Juga :  Ibarat Anak Dalam Rumah yang Meninggal

“Masyarakat mau usaha berjualan sudah tidak bisa, anak-anak mau sekolah juga tidak bisa. Saya sangat berharap konflik ini segera berakhir agar aktivitas kembali normal,” kata Ronny Elopere. (rel/jo/tri)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

 

Berita Terbaru

Artikel Lainnya