Tuesday, March 24, 2026
27.5 C
Jayapura

Evakuasi Jenazah Pratu Arifin Masih Terkendala Cuaca

TIMIKA-Evakuasi Pratu Miftahul Arifin masih belum berbuah hasil. Hingga kemarin (17/4) jenazah personel Satuan Tugas (Satgas) Batalyon Infanteri (Yonif) Raider 321/Galuh Taruna itu masih berada di wilayah Mugi-Mam, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan.

Selain Pratu Arifin, pasca kontak tembak dengan Kelompok Separatis Teroris (KST) akhir pekan lalu (15/4) masih ada lima prajurit TNI yang belum kembali ke pos masing-masing.

Keterangan tersebut disampaikan oleh Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Letjen TNI Bambang Ismawan di Jakarta. ”Sampai siang (kemarin jenazah Pratu Arifin) belum bisa diambil,” ungkap dia.

Menurut Bambang, cuaca dan medan memang menjadi kendala utama. ”Cuacanya tidak menentu, kadang-kadang satu hari hanya dua jam cerah. Habis itu tertutup kabut. Jadi, untuk pengambilan jenazah helikopter kami kan tidak bisa langsung merapat,” bebernya.

Baca Juga :  Bahas Program Makan Bergizi, Pj. Gubernur Kumpulkan Kepala Daerah 

Terkait dengan prajurit TNI yang belum ditemukan pasca kontak tembak, Bambang memastikan bahwa pencarian terus dilakukan. ”Sampai siang tadi (kemarin, Red) masih dilakukan pencarian. Tinggal lima yang terakhir,” jelas dia.

Perwira tinggi bintang tiga itu menegaskan, sejauh ini baru Pratu Arifin yang sudah terkonfirmasi gugur di medan tugas saat insiden di Mugi-Mam terjadi. Pihaknya belum menerima kabar ada korban lainnya.

Berdasar informasi terakhir yang diterima oleh Bambang, kemarin siang sudah ada empat prajurit kembali ke pos masing-masing. Mereka dipastikan kembali dalam keadaan sehat.

”Jadi, tinggal lima orang itu (yang masih dicari). Mudah-mudahan segera kami temukan,” imbuhnya.

Dengan kembalinya empat personel kemarin siang, pihaknya optimistis lima personel lainnya bisa kembali dalam keadaan selamat. (ryu/syn/wen)

Baca Juga :  OJK Blokir 10.016 Rekening Terindikasi Judi Online

TIMIKA-Evakuasi Pratu Miftahul Arifin masih belum berbuah hasil. Hingga kemarin (17/4) jenazah personel Satuan Tugas (Satgas) Batalyon Infanteri (Yonif) Raider 321/Galuh Taruna itu masih berada di wilayah Mugi-Mam, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan.

Selain Pratu Arifin, pasca kontak tembak dengan Kelompok Separatis Teroris (KST) akhir pekan lalu (15/4) masih ada lima prajurit TNI yang belum kembali ke pos masing-masing.

Keterangan tersebut disampaikan oleh Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Letjen TNI Bambang Ismawan di Jakarta. ”Sampai siang (kemarin jenazah Pratu Arifin) belum bisa diambil,” ungkap dia.

Menurut Bambang, cuaca dan medan memang menjadi kendala utama. ”Cuacanya tidak menentu, kadang-kadang satu hari hanya dua jam cerah. Habis itu tertutup kabut. Jadi, untuk pengambilan jenazah helikopter kami kan tidak bisa langsung merapat,” bebernya.

Baca Juga :  Tiga Pelaku Kasus Mutilasi Akui Hanya Ikuti Perintah

Terkait dengan prajurit TNI yang belum ditemukan pasca kontak tembak, Bambang memastikan bahwa pencarian terus dilakukan. ”Sampai siang tadi (kemarin, Red) masih dilakukan pencarian. Tinggal lima yang terakhir,” jelas dia.

Perwira tinggi bintang tiga itu menegaskan, sejauh ini baru Pratu Arifin yang sudah terkonfirmasi gugur di medan tugas saat insiden di Mugi-Mam terjadi. Pihaknya belum menerima kabar ada korban lainnya.

Berdasar informasi terakhir yang diterima oleh Bambang, kemarin siang sudah ada empat prajurit kembali ke pos masing-masing. Mereka dipastikan kembali dalam keadaan sehat.

”Jadi, tinggal lima orang itu (yang masih dicari). Mudah-mudahan segera kami temukan,” imbuhnya.

Dengan kembalinya empat personel kemarin siang, pihaknya optimistis lima personel lainnya bisa kembali dalam keadaan selamat. (ryu/syn/wen)

Baca Juga :  Pasien Covid-19 Tinggal Satu Orang, Pengawasan Penumpang Diperketat

Berita Terbaru

Artikel Lainnya