alexametrics
27.6 C
Jayapura
Saturday, May 21, 2022

Wagub Positif, Anggota DPRD Rapid Test Massal

SAMARINDA–Di mana dan kapan Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi terpapar virus corona masih menjadi teka-teki. Hadi diketahui tidak memiliki riwayat bepergian keluar daerah. Dia lebih banyak bekerja di kantor dan mengandalkan video conference di Samarinda.

Untuk diketahui, politikus Partai Gelora itu mengumumkan positif terjangkit Covid-19 dari hasil pemeriksaan swab, kemarin (15/7). “Ya, saya positif Covid-19, tetapi alhamdulillah kondisi fisik saya sehat-sehat saja,” terang Hadi kepada Kaltim Post dalam pesan WhatsApp-nya. Lanjut dia, saat ini dirinya tengah menjalani isolasi mandiri di rumah. 

Namun berdasarkan informasi yang diterima Kaltim Post malam tadi dari Dirut RSUD Abdul Wahab Sjahranie dr David Hariadi Masjhoer; Hadi Mulyadi telah menjalani perawatan di rumah sakit milik Pemprov Kaltim itu. Sebelum dinyatakan positif, Hadi tidak menunjukkan gejala klinis terjangkit virus corona atau tanpa gejala. Pria ramah ini menyatakan, tidak demam, juga tidak pusing, dan tidak batuk. Hadi pun memohon doa dari masyarakat dan meminta tetap menjaga kesehatan. 

Sementara itu, Kepala Biro Humas Pemprov Kaltim Syafranuddin mengatakan, sebelum diumumkan positif Covid-19, Hadi sedianya akan menemani istrinya yang hendak menjalani operasi tiroid di RSUD AWS Samarinda. 

Diakuinya, sejak ada relaksasi pembatasan sosial di Samarinda, cukup banyak tamu yang menemui Hadi Mulyadi di Kantor Wakil Gubernur Kaltim di Jalan Gajah Mada, Samarinda. Para tamu itu datang dan dilayani dengan menerapkan protokol kesehatan. 

Baca Juga :  15 Penumpang Kapal Putih Kembali Positif Covid

Mulai memeriksa suhu tubuh, menggunakan hand sanitizer, dan mengenakan masker.  Bahkan jika ada yang tidak pakai masker, diberikan masker. Jika stok habis, terpaksa tamu ditolak. “Hanya saja, ada tamu yang saat bicara tanpa sadar membuka masker,” jelas lelaki yang akrab disapa Ivan tersebut. Diakuinya, memang dalam beberapa kondisi pejabat di lingkungan Pemprov Kaltim seperti gubernur, wakil gubernur, ataupun sekretaris daerah, kerap berada di posisi yang dilematis ketika bertemu masyarakat.

 Dalam beberapa pertemuan, protokol kesehatan kerap diabaikan. Seperti tidak memakai masker juga dalam jarak yang dekat. “Jika begini, serba-salah dan apa yang dialami Wagub (Hadi Mulyadi) akan menjadi pelajaran ke depan,” kata Ivan. Apa yang dialami wagub menunjukkan bahwa Covid-19 bisa menimpa siapa pun. Maka dari itu, ke depannya pihaknya segera melakukan pengetatan dalam berinteraksi meskipun Samarinda sudah memasuki tahap ketiga relaksasi.

Dalam catatan Biro Humas Setprov Kaltim, agenda sepekan terakhir ini wagub kebanyakan hanya di kantor. Sementara kegiatan terakhir wagub sebelum dinyatakan positif adalah menghadiri rapat paripurna di DPRD Kaltim terkait penyampaian laporan akhir Badan Anggaran tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBD 2019. Salah seorang yang cukup intens dekat dengan Hadi Mulyadi ketika rapat tersebut adalah ketua DPRD Makmur HAPK.

Baca Juga :  Salah Paham, Belasan Rumah di Kehiran Dibakar

Mendapat kabar ini, Makmur mengatakan akan melakukan rapid test bagi seluruh anggota DPRD Kaltim. Rapid test pun dilakukan hari ini pukul 09.00 di RSUD AWS.

“Saya terima kabar, langsung saya telepon, saya atur agar bisa rapid test,” ucapnya. Makmur melanjutkan, jika ada yang reaktif, maka yang bersangkutan dilakukan swab test. 

Makmur mengaku kondisinya masih fit. Dia menuturkan jika baru saja melakukan rapid test, dan hasilnya tak reaktif. “Alhamdulillah, semoga sehat saja terus,” imbuh Makmur.

Makmur berharap, masyarakat tetap waspada terhadap pandemi ini. Selalu mematuhi protokol kesehatan Covid-19. Sehingga, kasus bisa ditekan. Plt Kepala Dinas Kesehatan Kaltim Andi M Ishak memaparkan, hingga kemarin (15/7) siang, terdapat 34 penambahan kasus positif. Dengan demikian, total kasus positif di Kaltim mencapai 756 orang.  Sementara itu, yang masih dirawat 220 orang, dan 519 orang yang sudah sembuh.

Setelah Hadi Mulyadi mengumumkan dirinya terkonfirmasi positif Covid-19 kemarin, sejak sore hingga malam tadi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda melakukan penyemprotan cairan disinfektan di seluruh ruangan di Kantor Gubernur Kaltim di Jalan Gajah Mada. “Tentu banyak masyarakat yang datang berkunjung. Maka, penyemprotan disinfektan bisa intensif dilakukan selain masyarakat dan semua orang disiplin melaksanakan protokol kesehatan,” kata Juru Bicara Pemprov Kaltim Syafranuddin. (nyc/riz/k8/JPG)

SAMARINDA–Di mana dan kapan Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi terpapar virus corona masih menjadi teka-teki. Hadi diketahui tidak memiliki riwayat bepergian keluar daerah. Dia lebih banyak bekerja di kantor dan mengandalkan video conference di Samarinda.

Untuk diketahui, politikus Partai Gelora itu mengumumkan positif terjangkit Covid-19 dari hasil pemeriksaan swab, kemarin (15/7). “Ya, saya positif Covid-19, tetapi alhamdulillah kondisi fisik saya sehat-sehat saja,” terang Hadi kepada Kaltim Post dalam pesan WhatsApp-nya. Lanjut dia, saat ini dirinya tengah menjalani isolasi mandiri di rumah. 

Namun berdasarkan informasi yang diterima Kaltim Post malam tadi dari Dirut RSUD Abdul Wahab Sjahranie dr David Hariadi Masjhoer; Hadi Mulyadi telah menjalani perawatan di rumah sakit milik Pemprov Kaltim itu. Sebelum dinyatakan positif, Hadi tidak menunjukkan gejala klinis terjangkit virus corona atau tanpa gejala. Pria ramah ini menyatakan, tidak demam, juga tidak pusing, dan tidak batuk. Hadi pun memohon doa dari masyarakat dan meminta tetap menjaga kesehatan. 

Sementara itu, Kepala Biro Humas Pemprov Kaltim Syafranuddin mengatakan, sebelum diumumkan positif Covid-19, Hadi sedianya akan menemani istrinya yang hendak menjalani operasi tiroid di RSUD AWS Samarinda. 

Diakuinya, sejak ada relaksasi pembatasan sosial di Samarinda, cukup banyak tamu yang menemui Hadi Mulyadi di Kantor Wakil Gubernur Kaltim di Jalan Gajah Mada, Samarinda. Para tamu itu datang dan dilayani dengan menerapkan protokol kesehatan. 

Baca Juga :  Salah Paham, Belasan Rumah di Kehiran Dibakar

Mulai memeriksa suhu tubuh, menggunakan hand sanitizer, dan mengenakan masker.  Bahkan jika ada yang tidak pakai masker, diberikan masker. Jika stok habis, terpaksa tamu ditolak. “Hanya saja, ada tamu yang saat bicara tanpa sadar membuka masker,” jelas lelaki yang akrab disapa Ivan tersebut. Diakuinya, memang dalam beberapa kondisi pejabat di lingkungan Pemprov Kaltim seperti gubernur, wakil gubernur, ataupun sekretaris daerah, kerap berada di posisi yang dilematis ketika bertemu masyarakat.

 Dalam beberapa pertemuan, protokol kesehatan kerap diabaikan. Seperti tidak memakai masker juga dalam jarak yang dekat. “Jika begini, serba-salah dan apa yang dialami Wagub (Hadi Mulyadi) akan menjadi pelajaran ke depan,” kata Ivan. Apa yang dialami wagub menunjukkan bahwa Covid-19 bisa menimpa siapa pun. Maka dari itu, ke depannya pihaknya segera melakukan pengetatan dalam berinteraksi meskipun Samarinda sudah memasuki tahap ketiga relaksasi.

Dalam catatan Biro Humas Setprov Kaltim, agenda sepekan terakhir ini wagub kebanyakan hanya di kantor. Sementara kegiatan terakhir wagub sebelum dinyatakan positif adalah menghadiri rapat paripurna di DPRD Kaltim terkait penyampaian laporan akhir Badan Anggaran tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBD 2019. Salah seorang yang cukup intens dekat dengan Hadi Mulyadi ketika rapat tersebut adalah ketua DPRD Makmur HAPK.

Baca Juga :  Pemkab Pegubin Gandeng Kejari Jayawijaya

Mendapat kabar ini, Makmur mengatakan akan melakukan rapid test bagi seluruh anggota DPRD Kaltim. Rapid test pun dilakukan hari ini pukul 09.00 di RSUD AWS.

“Saya terima kabar, langsung saya telepon, saya atur agar bisa rapid test,” ucapnya. Makmur melanjutkan, jika ada yang reaktif, maka yang bersangkutan dilakukan swab test. 

Makmur mengaku kondisinya masih fit. Dia menuturkan jika baru saja melakukan rapid test, dan hasilnya tak reaktif. “Alhamdulillah, semoga sehat saja terus,” imbuh Makmur.

Makmur berharap, masyarakat tetap waspada terhadap pandemi ini. Selalu mematuhi protokol kesehatan Covid-19. Sehingga, kasus bisa ditekan. Plt Kepala Dinas Kesehatan Kaltim Andi M Ishak memaparkan, hingga kemarin (15/7) siang, terdapat 34 penambahan kasus positif. Dengan demikian, total kasus positif di Kaltim mencapai 756 orang.  Sementara itu, yang masih dirawat 220 orang, dan 519 orang yang sudah sembuh.

Setelah Hadi Mulyadi mengumumkan dirinya terkonfirmasi positif Covid-19 kemarin, sejak sore hingga malam tadi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda melakukan penyemprotan cairan disinfektan di seluruh ruangan di Kantor Gubernur Kaltim di Jalan Gajah Mada. “Tentu banyak masyarakat yang datang berkunjung. Maka, penyemprotan disinfektan bisa intensif dilakukan selain masyarakat dan semua orang disiplin melaksanakan protokol kesehatan,” kata Juru Bicara Pemprov Kaltim Syafranuddin. (nyc/riz/k8/JPG)

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

/