Berdasarkan laporan tersebut, Tim SAR langsung bergerak menuju lokasi kejadian pada Minggu (11/1) sekitar pukul 15.30 WIT dengan estimasi waktu tempuh sekitar 1,5 jam.
“Setelah menerima laporan, kami segera melakukan pencarian di perairan Jayapura bersama tim gabungan,” ujar Elia dalam keterangan tertulisnya.
Dalam operasi pencarian, Tim SAR mengerahkan sejumlah peralatan, antara lain Rescue Car, Rigid Inflatable Boat (RIB), peralatan SAR air, drone, serta perlengkapan pendukung lainnya. Unsur yang terlibat meliputi Basarnas, Dit Polairud Polda Papua, serta pihak keluarga korban.
Elia menambahkan, kondisi cuaca saat pencarian dilaporkan berawan dengan tinggi gelombang laut mencapai 1 hingga 2 meter, sehingga menyulitkan proses pencarian.
“Tim telah melaksanakan pencarian, namun hasilnya masih nihil karena gelombang laut cukup tinggi,” katanya.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Cahyo Sukarnito, mengungkapkan bahwa berdasarkan analisis SARMAP, arah arus dan gelombang laut bergerak ke arah barat. Oleh karena itu, pencarian difokuskan di sekitar lokasi awal korban memancing dan rencana dilanjutkan ke arah barat hingga wilayah Sarmi.
“Dit Polairud Polda Papua terus bersinergi dan berkoordinasi dengan Basarnas serta instansi terkait untuk memaksimalkan upaya pencarian. Evaluasi dan penyesuaian strategi terus dilakukan sesuai perkembangan di lapangan,” jelasnya.
Kombes Cahyo juga mengimbau para nelayan di Papua agar selalu mengutamakan keselamatan saat melaut. “Kami mengajak nelayan memastikan kesiapan kapal, ketersediaan alat keselamatan, serta menjaga komunikasi dengan keluarga maupun otoritas terkait. Langkah ini penting untuk meminimalkan risiko saat melaut,” ujarnya. (rel/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOSÂ https://www.myedisi.com/cenderawasihpos