Matius Fakhiri: Tim Medis Wajib Siaga
JAYAPURA– Gubernur, Matius Fakhiri memberi penegasan kepada kepala daerah baik bupati maupun walikota untuk tidak keluar daerah dalam beberapa minggu ke depan. Jadi saat bulan puasa maupun libur Idul Fitri semua harus tetap standby di daerah masing-masing terkecuali urgent.
Selain kepala daerah, gubernur juga mengingatkan kepada direktur dan seluruh tenaga medis untuk senantiasa siap sedia jika terjadi situasi yang mendesak. Pemerintah Provinsi Papua kata Fakhiri akan memperketat pengawasan terhadap pelayanan kesehatan di seluruh rumah sakit, baik milik pemerintah maupun TNI-Polri.
Langkah ini dilakukan sebagai evaluasi atas kasus yang menimpa Irene Sokoy beberapa waktu lalu dan beberapa kasus serupa. Gubernur masih menyimpan catatan buruk terkait pelayanan medis.
Ia menegaskan keselamatan pasien harus menjadi prioritas utama dalam pelayanan kesehatan dan tidak boleh ditawar dengan alasan apa pun, termasuk hari libur.
“Belajar dari kasus Irene, saya akan ingatkan semua direktur rumah sakit di Papua. Kami juga akan membuat surat edaran kepada rumah sakit, termasuk rumah sakit TNI-Polri, agar dokter selalu siaga 1×24 jam di tempat,” tegas Fakhiri, Kamis (12/3).
Ia mengatakan, pemerintah provinsi juga akan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah rumah sakit untuk memastikan pelayanan medis tetap berjalan optimal bagi masyarakat. Menurutnya, tidak boleh lagi ada alasan libur sehingga pelayanan kesehatan tidak berjalan sebagaimana mestinya. Sebab, dalam aturan perundang-undangan disebutkan bahwa keselamatan pasien merupakan hal utama dalam pelayanan kesehatan.
Matius Fakhiri: Tim Medis Wajib Siaga
JAYAPURA– Gubernur, Matius Fakhiri memberi penegasan kepada kepala daerah baik bupati maupun walikota untuk tidak keluar daerah dalam beberapa minggu ke depan. Jadi saat bulan puasa maupun libur Idul Fitri semua harus tetap standby di daerah masing-masing terkecuali urgent.
Selain kepala daerah, gubernur juga mengingatkan kepada direktur dan seluruh tenaga medis untuk senantiasa siap sedia jika terjadi situasi yang mendesak. Pemerintah Provinsi Papua kata Fakhiri akan memperketat pengawasan terhadap pelayanan kesehatan di seluruh rumah sakit, baik milik pemerintah maupun TNI-Polri.
Langkah ini dilakukan sebagai evaluasi atas kasus yang menimpa Irene Sokoy beberapa waktu lalu dan beberapa kasus serupa. Gubernur masih menyimpan catatan buruk terkait pelayanan medis.
Ia menegaskan keselamatan pasien harus menjadi prioritas utama dalam pelayanan kesehatan dan tidak boleh ditawar dengan alasan apa pun, termasuk hari libur.
“Belajar dari kasus Irene, saya akan ingatkan semua direktur rumah sakit di Papua. Kami juga akan membuat surat edaran kepada rumah sakit, termasuk rumah sakit TNI-Polri, agar dokter selalu siaga 1×24 jam di tempat,” tegas Fakhiri, Kamis (12/3).
Ia mengatakan, pemerintah provinsi juga akan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah rumah sakit untuk memastikan pelayanan medis tetap berjalan optimal bagi masyarakat. Menurutnya, tidak boleh lagi ada alasan libur sehingga pelayanan kesehatan tidak berjalan sebagaimana mestinya. Sebab, dalam aturan perundang-undangan disebutkan bahwa keselamatan pasien merupakan hal utama dalam pelayanan kesehatan.