Tak Hanya Kepala Daerah, Rumah Sakit Juga Diperingatkan Gubernur

“Tidak boleh lagi ada alasan libur sehingga penanganan medis tidak berjalan. Ingat bahwa keselamatan pasien adalah nomor satu dan tidak boleh tawar-menawar,” tegasnya.

Fakhiri juga menegaskan bahwa persoalan administrasi pelayanan kesehatan merupakan tanggung jawab pemerintah. Karena itu, tenaga medis diminta fokus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Masalah yang berkaitan dengan administrasi sudah saya sampaikan, itu menjadi tanggung jawab pemerintah. Jangan lagi bergelut dengan hal-hal administratif ketika masyarakat membutuhkan pertolongan,” ujarnya.

Di sisi lain, gubernur juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan intimidasi maupun kekerasan terhadap tenaga medis saat menjalankan tugas. Menurutnya, dokter dan tenaga kesehatan harus dilindungi agar dapat bekerja dengan tenang dalam memberikan pelayanan di rumah sakit maupun puskesmas.

Baca Juga :  Kapal yang Disita Dijadikan Aset atau Tenggelamkan Saja

“Saya juga minta masyarakat jangan menggunakan ucapan gubernur untuk mengancam atau melakukan kekerasan terhadap tenaga medis. Mereka harus dijaga supaya bisa tenang memberikan pelayanan,” katanya.

Sambungnya, tenaga medis juga memiliki keluarga yang menunggu di rumah dan dilindungi oleh undang-undang dalam menjalankan tugasnya. Karena itu, ia menegaskan pengawasan terhadap rumah sakit dan tenaga medis akan terus dilakukan pemerintah, namun masyarakat juga diharapkan ikut mendukung terciptanya pelayanan kesehatan yang baik.

“Saya akan mengawasi betul rumah sakit dan tenaga medis, tetapi masyarakat juga harus membantu kami agar pelayanan kesehatan bisa berjalan dengan baik,” pungkasnya. (fia/ade)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

Baca Juga :  Comeback Manis

“Tidak boleh lagi ada alasan libur sehingga penanganan medis tidak berjalan. Ingat bahwa keselamatan pasien adalah nomor satu dan tidak boleh tawar-menawar,” tegasnya.

Fakhiri juga menegaskan bahwa persoalan administrasi pelayanan kesehatan merupakan tanggung jawab pemerintah. Karena itu, tenaga medis diminta fokus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Masalah yang berkaitan dengan administrasi sudah saya sampaikan, itu menjadi tanggung jawab pemerintah. Jangan lagi bergelut dengan hal-hal administratif ketika masyarakat membutuhkan pertolongan,” ujarnya.

Di sisi lain, gubernur juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan intimidasi maupun kekerasan terhadap tenaga medis saat menjalankan tugas. Menurutnya, dokter dan tenaga kesehatan harus dilindungi agar dapat bekerja dengan tenang dalam memberikan pelayanan di rumah sakit maupun puskesmas.

Baca Juga :  Jaga Prokes, Hindari Klaster Sekolah

“Saya juga minta masyarakat jangan menggunakan ucapan gubernur untuk mengancam atau melakukan kekerasan terhadap tenaga medis. Mereka harus dijaga supaya bisa tenang memberikan pelayanan,” katanya.

Sambungnya, tenaga medis juga memiliki keluarga yang menunggu di rumah dan dilindungi oleh undang-undang dalam menjalankan tugasnya. Karena itu, ia menegaskan pengawasan terhadap rumah sakit dan tenaga medis akan terus dilakukan pemerintah, namun masyarakat juga diharapkan ikut mendukung terciptanya pelayanan kesehatan yang baik.

“Saya akan mengawasi betul rumah sakit dan tenaga medis, tetapi masyarakat juga harus membantu kami agar pelayanan kesehatan bisa berjalan dengan baik,” pungkasnya. (fia/ade)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

Baca Juga :  Kasus Jubi di Pomdam Dikembalikan ke Polda Papua

Berita Terbaru

Artikel Lainnya