Sebanyak 20 personel Ops Damai Cartenz diterjunkan ke lokasi dan diperkuat 12 personel Kopasgat TNI AU. Koordinasi lanjutan juga dilakukan dengan jajaran TNI AD guna memperkuat pengamanan, mengingat Bandara Korowai Batu merupakan bandara perintis yang melayani akses vital masyarakat pedalaman,” ujar Kobes Yusuf.
Yusuf, mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil pendalaman awal, aparat menduga aksi tersebut melibatkan kelompok bersenjata yang mengatasnamakan diri sebagai Kelompok Kriminal Bersenjata wilayah Yahukimo. Kelompok yang diduga terlibat antara lain yang dikenal dengan sebutan Batalion Kanibal dan Batalion Semut Merah yang dipimpin oleh Elkius Kobak.
“Tim saat ini masih melakukan pengejaran terhadap kelompok yang diduga terlibat dalam aksi penembakan tersebut. Proses penyelidikan dan penegakan hukum terus berjalan secara terukur dan profesional,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa kehadiran aparat keamanan di wilayah tersebut tidak hanya untuk menindak pelaku, tetapi juga untuk melindungi masyarakat serta memulihkan rasa aman pasca-insiden.
Pasalnya insiden tersebut tidak hanya menyisakan duka mendalam atas gugurnya pilot dan copilot, tetapi juga berdampak luas terhadap kondisi psikologis masyarakat sekitar. Peristiwa tersebut memicu rasa takut di kalangan warga yang tinggal di sekitar areal bandara. Berdasarkan data sementara, sebanyak 39 warga dilaporkan sempat mengungsi ke Kampung Senggo, Distrik Citak Mitak, Kabupaten Mappi, Provinsi Papua Selatan.
Aparat gabungan TNI-Polri kini terus melakukan sterilisasi dan pengamanan di sekitar lokasi kejadian guna memastikan situasi benar-benar kondusif. Upaya tersebut dilakukan agar masyarakat dapat kembali beraktivitas normal, termasuk tenaga pendidik dan tenaga kesehatan yang selama ini menjadi tulang punggung pelayanan di wilayah pedalaman tersebut.
Sebanyak 20 personel Ops Damai Cartenz diterjunkan ke lokasi dan diperkuat 12 personel Kopasgat TNI AU. Koordinasi lanjutan juga dilakukan dengan jajaran TNI AD guna memperkuat pengamanan, mengingat Bandara Korowai Batu merupakan bandara perintis yang melayani akses vital masyarakat pedalaman,” ujar Kobes Yusuf.
Yusuf, mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil pendalaman awal, aparat menduga aksi tersebut melibatkan kelompok bersenjata yang mengatasnamakan diri sebagai Kelompok Kriminal Bersenjata wilayah Yahukimo. Kelompok yang diduga terlibat antara lain yang dikenal dengan sebutan Batalion Kanibal dan Batalion Semut Merah yang dipimpin oleh Elkius Kobak.
“Tim saat ini masih melakukan pengejaran terhadap kelompok yang diduga terlibat dalam aksi penembakan tersebut. Proses penyelidikan dan penegakan hukum terus berjalan secara terukur dan profesional,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa kehadiran aparat keamanan di wilayah tersebut tidak hanya untuk menindak pelaku, tetapi juga untuk melindungi masyarakat serta memulihkan rasa aman pasca-insiden.
Pasalnya insiden tersebut tidak hanya menyisakan duka mendalam atas gugurnya pilot dan copilot, tetapi juga berdampak luas terhadap kondisi psikologis masyarakat sekitar. Peristiwa tersebut memicu rasa takut di kalangan warga yang tinggal di sekitar areal bandara. Berdasarkan data sementara, sebanyak 39 warga dilaporkan sempat mengungsi ke Kampung Senggo, Distrik Citak Mitak, Kabupaten Mappi, Provinsi Papua Selatan.
Aparat gabungan TNI-Polri kini terus melakukan sterilisasi dan pengamanan di sekitar lokasi kejadian guna memastikan situasi benar-benar kondusif. Upaya tersebut dilakukan agar masyarakat dapat kembali beraktivitas normal, termasuk tenaga pendidik dan tenaga kesehatan yang selama ini menjadi tulang punggung pelayanan di wilayah pedalaman tersebut.