Daerah Rawan KST, 89 Unit Alutsista Dikerahkan ke Daerah Rawan

Kepala Staf TNI AD kemudian menanggapi laporan itu dan mengingatkan Pangdam Cenderawasih untuk menggelar pengamanan sesuai klasifikasi kerawanan mulai dari wilayah yang dianggap paling rawan (kode warna hitam) sampai yang dianggap aman (putih).

Agus juga menginstruksikan Pangdam Cenderawasih untuk memanfaatkan pasukan organik yaitu mereka yang saat ini sedang bertugas melaksanakan operasi pengamanan di Papua.

“Tetap koordinasi terus dengan unsur Polri dan semua elemen Forkopimda (forum koordinasi pimpinan daerah) dan semua elemen masyarakat yang ada di sana, tokoh pemuda, tokoh agama, tokoh masyarakat. Semua diajak untuk duduk bareng sehingga pemilu damai di Papua bisa terlaksana dengan baik,” kata Kasad memberi instruksi kepada Pangdam Cenderawasih.

Baca Juga :  Perporsi Rp 8000, Program MBG di Papua Mau Jadi Apa?

TNI Angkatan Darat mengerahkan total 115.000 prajurit untuk membantu Polri mengamankan pemilu di seluruh daerah di Tanah Air. Di Papua, ada 1.904 personel yang dikerahkan untuk mengamankan pemilu di 5.301 desa. Di ribuan desa itu, total ada 280.161 tempat pemungutan suara (TPS).

Menurut Pangdam Cenderawasih, jumlah personel yang dikerahkan untuk pengamanan pemilu masih kurang. Oleh karena itu, Kodam XVII/Cendrawasih melibatkan satuan tugas (satgas).

“Total semuanya (pasukan dari) satgas ada 6.875 orang sehingga total semua pasukan yang akan kami libatkan kurang lebih semuanya ada 8.000 orang,” kata Izak kepada Kasad. (antara)

Dapatkan update berita pilihan setiap hari dari Cenderawasihpos.jawapos.com 

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Baca Juga :  Jejak Abubakar Miliki Sejumlah Catatan Kriminal

Kepala Staf TNI AD kemudian menanggapi laporan itu dan mengingatkan Pangdam Cenderawasih untuk menggelar pengamanan sesuai klasifikasi kerawanan mulai dari wilayah yang dianggap paling rawan (kode warna hitam) sampai yang dianggap aman (putih).

Agus juga menginstruksikan Pangdam Cenderawasih untuk memanfaatkan pasukan organik yaitu mereka yang saat ini sedang bertugas melaksanakan operasi pengamanan di Papua.

“Tetap koordinasi terus dengan unsur Polri dan semua elemen Forkopimda (forum koordinasi pimpinan daerah) dan semua elemen masyarakat yang ada di sana, tokoh pemuda, tokoh agama, tokoh masyarakat. Semua diajak untuk duduk bareng sehingga pemilu damai di Papua bisa terlaksana dengan baik,” kata Kasad memberi instruksi kepada Pangdam Cenderawasih.

Baca Juga :  Minta Pemilu Diulang Tanpa Gibran, Pengamat Sebut Tidak Sesuai Undang-Undang

TNI Angkatan Darat mengerahkan total 115.000 prajurit untuk membantu Polri mengamankan pemilu di seluruh daerah di Tanah Air. Di Papua, ada 1.904 personel yang dikerahkan untuk mengamankan pemilu di 5.301 desa. Di ribuan desa itu, total ada 280.161 tempat pemungutan suara (TPS).

Menurut Pangdam Cenderawasih, jumlah personel yang dikerahkan untuk pengamanan pemilu masih kurang. Oleh karena itu, Kodam XVII/Cendrawasih melibatkan satuan tugas (satgas).

“Total semuanya (pasukan dari) satgas ada 6.875 orang sehingga total semua pasukan yang akan kami libatkan kurang lebih semuanya ada 8.000 orang,” kata Izak kepada Kasad. (antara)

Dapatkan update berita pilihan setiap hari dari Cenderawasihpos.jawapos.com 

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Baca Juga :  Bandara Pogapa di Intan Jaya Kembali Beroperasi

Berita Terbaru

Artikel Lainnya