Lukas Enembe Akan Dibawa ke RSPAD

JAYAPURA – Mantan Gubernur Provinsi Papua, Lukas Enembe direncanakan akan dibwa ke Rumah Sakit Pusat Aangkatan Darat (RSPAD), Jumat (6/10).

Hal itu disampaikan kuasa hukumnya, Petrus Balla Patayona saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, melalui telfon selulernya, Kamis (5/10) kemarin. “Direncanakan Jumat (6/10) hari ini bapak (Lukas Enembe-red) akan dibawa ke rumah sakit,” terang Petrus.

Awalnya kata Petrus, kliennya itu sempat menolak untuk dibawa ke rumah sakit. Padahal, surat rujukan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah ada.

“Bapak Lukas mengaku kepalanya sakit dan pusing, sejauh ini klien kami masih tetap mengkonsumsi obat yang diberikan oleh dokter,” terangnya.

Pertrus mengaku belum tahu pasti apakah pak Lukas sekedar kontrol kesehatan atau dirawat Inap.

Baca Juga :  Mau Take Off, Rem Blong, Pesawat Asian One Kecelakaan di Nduga

“Kami belum tahu apakah sebatas kontrol atau harus istrahat di rumah sakit. Semuanya tergantung dari keterangan dokter nantinya,” ucapnya.

Sementara itu, sidang dengan agenda putusan akan digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (9/10) mendatang.

Dalam sidang putusan nanti, Petrus mengaku jika pihaknya sebatas mendengar apa yang akan diputuskan oleh hakim selama persidangan yang akan digelar pada Senin mendatang.

“Dari segi persidangan putusan, hakim akan membacakan apa yang menjadi pertimbangan dia untuk menyatakan bersalah atau tidak bersalah berasarkan bukti bukti selama persidangan,” pungkasnya.

Sekedar diketahui, KPK telah menetapkan Lukas Enembe sebagai tersangka dugaan kasus gratifikasi senilai Rp 1 M. Penetapan terhadap Lukas Enembe sejak 5 September tahun 2022. (fia/wen)

Baca Juga :  Sikapi Kasus Gagal Ginjal Akut, Dinkes Akan Turunkan Tim ke Lapangan

JAYAPURA – Mantan Gubernur Provinsi Papua, Lukas Enembe direncanakan akan dibwa ke Rumah Sakit Pusat Aangkatan Darat (RSPAD), Jumat (6/10).

Hal itu disampaikan kuasa hukumnya, Petrus Balla Patayona saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, melalui telfon selulernya, Kamis (5/10) kemarin. “Direncanakan Jumat (6/10) hari ini bapak (Lukas Enembe-red) akan dibawa ke rumah sakit,” terang Petrus.

Awalnya kata Petrus, kliennya itu sempat menolak untuk dibawa ke rumah sakit. Padahal, surat rujukan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah ada.

“Bapak Lukas mengaku kepalanya sakit dan pusing, sejauh ini klien kami masih tetap mengkonsumsi obat yang diberikan oleh dokter,” terangnya.

Pertrus mengaku belum tahu pasti apakah pak Lukas sekedar kontrol kesehatan atau dirawat Inap.

Baca Juga :  Pesan Jokowi untuk Penerima BLT BBM

“Kami belum tahu apakah sebatas kontrol atau harus istrahat di rumah sakit. Semuanya tergantung dari keterangan dokter nantinya,” ucapnya.

Sementara itu, sidang dengan agenda putusan akan digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (9/10) mendatang.

Dalam sidang putusan nanti, Petrus mengaku jika pihaknya sebatas mendengar apa yang akan diputuskan oleh hakim selama persidangan yang akan digelar pada Senin mendatang.

“Dari segi persidangan putusan, hakim akan membacakan apa yang menjadi pertimbangan dia untuk menyatakan bersalah atau tidak bersalah berasarkan bukti bukti selama persidangan,” pungkasnya.

Sekedar diketahui, KPK telah menetapkan Lukas Enembe sebagai tersangka dugaan kasus gratifikasi senilai Rp 1 M. Penetapan terhadap Lukas Enembe sejak 5 September tahun 2022. (fia/wen)

Baca Juga :  Gereja Katedral Jayapura Wujud dari Dedikasi Umat

Berita Terbaru

Artikel Lainnya