PSN Dipalang, Menhan Turun Langsung Cek Lokasi

MERAUKE – Pemalangan lokasi Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dilakukan pemilik ulayat di Kampung Wanam Distrik Ilwayab beberapa waktu lalu menarik perhatian pemerintah pusat. Sebelumnya masyarakat pemilik ulayat memalang menggunakan salib merah.

Simbol yang dianggap sakral secara adat dan sosial. Dari kondisi itu Menteri Pertahanan Republik Indonesia Jenderal TNI (Purn) Dr. Sjafrie Sjamsoeddin langsung mengunjungi lokasi Jumat (2/1). Menhan didampingi Pangdam XXIV/Mandala Trikora Mayjen TNI Lucky Avianto.

Agenda ini juga diisi dengan dialog dan tatap muka bersama masyarakat, khususnya para tua adat dan perwakilan marga. Disini Sjafrie menegaskan bahwa PSN cetak sawah merupakan bagian dari strategi besar pemerintah dalam menjaga kedaulatan dan ketahanan pangan nasional, sekaligus meningkatkan taraf hidup masyarakat lokal.

Baca Juga :  Besok Muhammadiyah Gelar Salat Idul Adha

“Ketahanan pangan adalah bagian dari ketahanan negara. Papua Selatan memiliki potensi besar sebagai lumbung pangan nasional, dan pemerintah hadir untuk memastikan potensi ini memberikan manfaat langsung bagi masyarakat setempat,” tegas Menhan.

Sjafrie berdalih pembangunan infrastruktur jalan, pencetakan sawah, dan dukungan sarana pertanian tidak hanya membuka keterisolasian wilayah, tetapi juga menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta memperkuat ekonomi lokal.

“Pembangunan ini bertujuan memberikan akses hidup yang lebih baik, meningkatkan kesejahteraan, dan menciptakan kemandirian pangan bagi masyarakat,” tambahnya.

Menhan juga memastikan bahwa hak-hak masyarakat adat tetap menjadi perhatian utama pemerintah.Tanah dan alam di sini adalah titipan leluhur. Pemerintah menghormati nilai-nilai adat, menjaga lingkungan, dan menjamin hak masyarakat tetap terlindungi, termasuk pemberian tali asih sebagai bentuk tanggung jawab negara,” ujarnya

Baca Juga :  Bupati Lakius: Kami Turut Berduka dan Minta Maaf

MERAUKE – Pemalangan lokasi Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dilakukan pemilik ulayat di Kampung Wanam Distrik Ilwayab beberapa waktu lalu menarik perhatian pemerintah pusat. Sebelumnya masyarakat pemilik ulayat memalang menggunakan salib merah.

Simbol yang dianggap sakral secara adat dan sosial. Dari kondisi itu Menteri Pertahanan Republik Indonesia Jenderal TNI (Purn) Dr. Sjafrie Sjamsoeddin langsung mengunjungi lokasi Jumat (2/1). Menhan didampingi Pangdam XXIV/Mandala Trikora Mayjen TNI Lucky Avianto.

Agenda ini juga diisi dengan dialog dan tatap muka bersama masyarakat, khususnya para tua adat dan perwakilan marga. Disini Sjafrie menegaskan bahwa PSN cetak sawah merupakan bagian dari strategi besar pemerintah dalam menjaga kedaulatan dan ketahanan pangan nasional, sekaligus meningkatkan taraf hidup masyarakat lokal.

Baca Juga :  Bupati Lakius: Kami Turut Berduka dan Minta Maaf

“Ketahanan pangan adalah bagian dari ketahanan negara. Papua Selatan memiliki potensi besar sebagai lumbung pangan nasional, dan pemerintah hadir untuk memastikan potensi ini memberikan manfaat langsung bagi masyarakat setempat,” tegas Menhan.

Sjafrie berdalih pembangunan infrastruktur jalan, pencetakan sawah, dan dukungan sarana pertanian tidak hanya membuka keterisolasian wilayah, tetapi juga menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta memperkuat ekonomi lokal.

“Pembangunan ini bertujuan memberikan akses hidup yang lebih baik, meningkatkan kesejahteraan, dan menciptakan kemandirian pangan bagi masyarakat,” tambahnya.

Menhan juga memastikan bahwa hak-hak masyarakat adat tetap menjadi perhatian utama pemerintah.Tanah dan alam di sini adalah titipan leluhur. Pemerintah menghormati nilai-nilai adat, menjaga lingkungan, dan menjamin hak masyarakat tetap terlindungi, termasuk pemberian tali asih sebagai bentuk tanggung jawab negara,” ujarnya

Baca Juga :  Petugas Lapas Merauke Sita 2 HP

Berita Terbaru

Artikel Lainnya