Albert berharap materi tentang tata cara menyampaikan aspirasi diberikan sejak mahasiswa baru masuk perguruan tinggi, bersamaan dengan pengenalan aturan dan etika kehidupan kampus sehingga tidak salah kaprah lagi.
Ia mencontohkan aksi yang dilakukan Fakultas Kedokteran Uncen beberapa waktu lalu sebagai bentuk penyampaian aspirasi terkait persoalan internal kampus.
“Aksi demontrasi memang diatur dalam undang undang, tapi harus beretika, bersopan santun, menghargai kampus tempat kita mencari ilmu. Kita harus menghargai rektor dan semua pihak. Kalau ada kesalahan, itu hal yang biasa,” tuturnya.
Albert mengaku tidak sependapat dengan aksi yang merugikan kampus. Sejak masih berkecimpung di dunia kampus, ia mengaku selalu mempersilakan mahasiswa berorasi, asalkan tidak mengganggu dan merugikan kampus.
Menurutnya, jika demonstrasi membuat mahasiswa lain tidak bisa belajar, apalagi sampai terjadi pelemparan dan pembakaran, mahasiswa sendirilah yang dirugikan. “Pengetahuan kita jadi terbatas. Padahal kita datang ke kampus untuk kuliah,” katanya.
Ia meminta mahasiswa menyampaikan aspirasi pada waktu dan tempat tertentu tanpa mengganggu mahasiswa, dosen, maupun aktivitas di jalan umum.
“Jangan sampai justru merugilan teman teman mahasiswa yang lain, karena mereka punyak hak mendapatkan proses pendidikan yang aman dan nyaman di lingkungan kampus,” ujarnya.
Selain demonstrasi, mahasiswa juga dapat menyalurkan gagasan melalui kegiatan ilmiah seperti diskusi, rapat, atau pertemuan ilmiah untuk membahas persoalan politik, ekonomi, sosial, dan budaya.
“Mahasiswa punya ide dan semangat. Cuma semangat itu harus dikontrol, dibatasi dengan aturan,” ucapnya.
Ia mengingatkan peristiwa kerusuhan di Ambon yang merambat hingga Universitas Pattimura dibakar. Akibatnya, mahasiswa tidak dapat kuliah, sarana dan prasarana hancur, dan para dosen mengungsi ke Jayapura, ada yang mengajar di Yapis, Uncen, dan USTJ.”Hal semacam ini tidak noleh terjadi dimanapun, penyampaian aspirasi sah sah saja, tapi jangan sampai anarkis, karena kampus itu salah satu instrumen untuk kita menimba ilmu, salah satu corong peningkatan SDM,” tegasnya. (rel/ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q