Pekerja HAM Sebut Dua Korban Adalah Warga Sipil

JAYAPURA-Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua (YKKMP) bersama PAHAM Papua mendesak pertanggungjawaban hukum atas dugaan penembakan terhadap tiga warga di Kampung Yosema, Distrik Kenyam, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, 23 Oktober 2026. Aparat juga diminta membuka fakta terkait peristiwa yang menyebabkan dua warga meninggal dunia dan satu lainnya mengalami luka tembak.

Direktur YKKMP, Theo Hesegem, mengatakan tim kemanusiaan YKKMP dan PAHAM Papua saat ini berada di Timika untuk melakukan investigasi. Tim telah menemui salah satu korban selamat yang sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Timika. Menurut Theo, korban mengalami luka tembak pada lengan kanan dan dijadwalkan menjalani operasi pada Selasa (27/10), berdasarkan keterangan dokter kepada tim.

Baca Juga :  Masuk Semester Pertama, Dana Otsus Papua Belum Cair

“Dalam keterangannya kepada tim, korban menyampaikan dia tidak pernah terlibat dengan OPM. Dia murni anak sekolah. Dia juga menyampaikan tidak pernah menyimpan sesuatu yang dicurigakan di rumah mereka,” kata Theo, saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Senin (26/10).

Berdasarkan keterangan korban dua korban lainnya adalah Masut Serer (25) dan Elkia Kerebea (14). Keduanya dilaporkan meninggal dunia akibat luka tembak.

Theo menjelaskan, sebelum kejadian, sekira pukul 07:00 WIT, korban mengaku melihat sebuah drone memantau wilayah mereka. Kemudian sekira pukul 09:00 WIT, anggota TNI disebut memasuki Kampung Yosema menggunakan dua kendaraan antipeluru. Kedatangan aparat tersebut membuat ketiga warga ketakutan dan berlari meninggalkan rumah. Saat itulah, menurut kesaksian Kambara yang diterima tim, terjadi penembakan dari arah belakang.

Baca Juga :  Gerakan Pangan Murah Pemkab Puncak Diserbu Warga, Segini Harga yang Ditawarkan

JAYAPURA-Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua (YKKMP) bersama PAHAM Papua mendesak pertanggungjawaban hukum atas dugaan penembakan terhadap tiga warga di Kampung Yosema, Distrik Kenyam, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, 23 Oktober 2026. Aparat juga diminta membuka fakta terkait peristiwa yang menyebabkan dua warga meninggal dunia dan satu lainnya mengalami luka tembak.

Direktur YKKMP, Theo Hesegem, mengatakan tim kemanusiaan YKKMP dan PAHAM Papua saat ini berada di Timika untuk melakukan investigasi. Tim telah menemui salah satu korban selamat yang sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Timika. Menurut Theo, korban mengalami luka tembak pada lengan kanan dan dijadwalkan menjalani operasi pada Selasa (27/10), berdasarkan keterangan dokter kepada tim.

Baca Juga :  Masuk Daerah Kumuh, Dok 9 Kali Mulai Ditata

“Dalam keterangannya kepada tim, korban menyampaikan dia tidak pernah terlibat dengan OPM. Dia murni anak sekolah. Dia juga menyampaikan tidak pernah menyimpan sesuatu yang dicurigakan di rumah mereka,” kata Theo, saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Senin (26/10).

Berdasarkan keterangan korban dua korban lainnya adalah Masut Serer (25) dan Elkia Kerebea (14). Keduanya dilaporkan meninggal dunia akibat luka tembak.

Theo menjelaskan, sebelum kejadian, sekira pukul 07:00 WIT, korban mengaku melihat sebuah drone memantau wilayah mereka. Kemudian sekira pukul 09:00 WIT, anggota TNI disebut memasuki Kampung Yosema menggunakan dua kendaraan antipeluru. Kedatangan aparat tersebut membuat ketiga warga ketakutan dan berlari meninggalkan rumah. Saat itulah, menurut kesaksian Kambara yang diterima tim, terjadi penembakan dari arah belakang.

Baca Juga :  Masuk Semester Pertama, Dana Otsus Papua Belum Cair

Berita Terbaru

Artikel Lainnya