JAYAPURA-Komnas HAM Papua mencatat situasi kekerasan tahun 2025, terutama kekerasan bersenjata di Papua mengalami peningkatan yang signifikan. Sepanjang Januari hingga Desember 2025, Komnas HAM Perwakilan Papua mencatat sebanyak 116 kasus kekerasan yang terjadi di berbagai wilayah di Papua.
Seratusan kasus kekerasan tersebut didominasi peristiwa kontak senjata dan penembakan (serangan tunggal) sebanyak 59 kasus, penganiayaan 44 kasus, kerusuhan 9 peristiwa, penyiksaan 2 peristiwa dan pengrusakan 1 peristiwa. Kepala Sekretariat Komnas HAM RI di Papua, Frits Ramandey menerangkan, Kabupaten Yahukimo menjadi daerah dengan jumlah kasus tertinggi yaitu 28 kasus, disusul Intan Jaya 18 kasus, Puncak Jaya 10 kasus, Puncak 8 kasus, Kota Jayapura 7 kasus dan Jayawijaya 6 kasus serta wilayah lainnya dengan jumlah di bawah 4 kasus.
“Dari peristiwa ini, sebanyak 220 orang menjadi korban, terdiri dari 132 meninggal dunia dan 88 orang luka-luka,” kata Frits, saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Selasa (30/12). Mantan wartawan ini menjelaskan untuk jumlah korban sebanyak 134 orang warga sipil (77 orang meninggal dunia dan 57 luka-luka), 44 orang TPNPB-OPM (40 orang meninggal dunia dan 4 orang luka-luka), 41 TNI-Polri (14 orang meninggal dunia dan 27 orang luka-luka) dan 1 orang WNA meninggal dunia.
JAYAPURA-Komnas HAM Papua mencatat situasi kekerasan tahun 2025, terutama kekerasan bersenjata di Papua mengalami peningkatan yang signifikan. Sepanjang Januari hingga Desember 2025, Komnas HAM Perwakilan Papua mencatat sebanyak 116 kasus kekerasan yang terjadi di berbagai wilayah di Papua.
Seratusan kasus kekerasan tersebut didominasi peristiwa kontak senjata dan penembakan (serangan tunggal) sebanyak 59 kasus, penganiayaan 44 kasus, kerusuhan 9 peristiwa, penyiksaan 2 peristiwa dan pengrusakan 1 peristiwa. Kepala Sekretariat Komnas HAM RI di Papua, Frits Ramandey menerangkan, Kabupaten Yahukimo menjadi daerah dengan jumlah kasus tertinggi yaitu 28 kasus, disusul Intan Jaya 18 kasus, Puncak Jaya 10 kasus, Puncak 8 kasus, Kota Jayapura 7 kasus dan Jayawijaya 6 kasus serta wilayah lainnya dengan jumlah di bawah 4 kasus.
“Dari peristiwa ini, sebanyak 220 orang menjadi korban, terdiri dari 132 meninggal dunia dan 88 orang luka-luka,” kata Frits, saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Selasa (30/12). Mantan wartawan ini menjelaskan untuk jumlah korban sebanyak 134 orang warga sipil (77 orang meninggal dunia dan 57 luka-luka), 44 orang TPNPB-OPM (40 orang meninggal dunia dan 4 orang luka-luka), 41 TNI-Polri (14 orang meninggal dunia dan 27 orang luka-luka) dan 1 orang WNA meninggal dunia.