Alami Disorientasi, Terjebak Pragmatisme dan Politik Sesaat
JAYAPURA–Peringatan Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober baru saja berlalu. Namun untuk Papua maupun Jayapura nampaknya hampir tidak ada kegiatan yang wow untuk dirayakan oleh pemuda. Kritik tajam datang dari mantan Wakil Ketua KNPI Bidang Advokasi Hukum dan HAM Provinsi Papua Barat periode 2016–2019, Thomas Ch. Syufi. Ia menilai KNPI di Papua saat ini kehilangan arah.
“Intinya, KNPI hari ini mengalami disorientasi. Saya melihat tidak ada orientasi sama sekali untuk memajukan pemuda atau organisasi di tanah Papua, terutama di Provinsi Papua,” ujarnya, Kamis (29/10)
Menurut Pengacara Muda Papua ini, ada perbedaan mencolok antara atmosfer dan gerakan KNPI dahulu dan sekarang. Dulu, kegiatan organisasi berfokus pada dialog publik, advokasi, keberpihakan kepada masyarakat asli Papua, dan pengawalan regulasi. Kini, arah gerakan dinilai telah bergeser jauh dari cita-cita serta visi-misi awal.
Ia menyebut pemuda dan figur di KNPI saat ini lebih berorientasi pada hal-hal pragmatis yakni mencari uang, jabatan, dan dana hibah, serta membangun jaringan dengan politisi dan pengusaha demi kepentingan sesaat seperti pilkada dan pemilu. Pembinaan kader dan perjuangan bagi kepentingan masyarakat luas pun terabaikan.
“Saya prihatin melihat pemuda hari ini. Pemuda seakan-akan menjatuhkan diri, padahal seharusnya menjadi bagian dari struktur rakyat,” katanya.
Alami Disorientasi, Terjebak Pragmatisme dan Politik Sesaat
JAYAPURA–Peringatan Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober baru saja berlalu. Namun untuk Papua maupun Jayapura nampaknya hampir tidak ada kegiatan yang wow untuk dirayakan oleh pemuda. Kritik tajam datang dari mantan Wakil Ketua KNPI Bidang Advokasi Hukum dan HAM Provinsi Papua Barat periode 2016–2019, Thomas Ch. Syufi. Ia menilai KNPI di Papua saat ini kehilangan arah.
“Intinya, KNPI hari ini mengalami disorientasi. Saya melihat tidak ada orientasi sama sekali untuk memajukan pemuda atau organisasi di tanah Papua, terutama di Provinsi Papua,” ujarnya, Kamis (29/10)
Menurut Pengacara Muda Papua ini, ada perbedaan mencolok antara atmosfer dan gerakan KNPI dahulu dan sekarang. Dulu, kegiatan organisasi berfokus pada dialog publik, advokasi, keberpihakan kepada masyarakat asli Papua, dan pengawalan regulasi. Kini, arah gerakan dinilai telah bergeser jauh dari cita-cita serta visi-misi awal.
Ia menyebut pemuda dan figur di KNPI saat ini lebih berorientasi pada hal-hal pragmatis yakni mencari uang, jabatan, dan dana hibah, serta membangun jaringan dengan politisi dan pengusaha demi kepentingan sesaat seperti pilkada dan pemilu. Pembinaan kader dan perjuangan bagi kepentingan masyarakat luas pun terabaikan.
“Saya prihatin melihat pemuda hari ini. Pemuda seakan-akan menjatuhkan diri, padahal seharusnya menjadi bagian dari struktur rakyat,” katanya.