Dua Kelompok Warga di Pintu Air Merauke Saling Serang Berdamai

Sajam yang Disita Polisi Tidak Akan Dikembalikan

MERAUKE – Aksi saling serang antardua kelompok masyarakat terjadi di kawasan Pintu Air, Kabupaten Merauke. Keributan tersebut diduga dipicu ulah oknum yang berada di bawah pengaruh minuman keras (miras).

Kapolres Merauke AKBP Leonardo Yoga mengatakan, insiden tersebut bermula dari ulah seorang oknum warga setempat yang diduga terpengaruh miras sehingga memancing terjadinya keributan hingga berkembang menjadi aksi saling serang antarkelompok.

Personel Polres Merauke yang mendapat informasi terkait kejadian tersebut langsung melakukan respons dan pengamanan di lokasi. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah situasi semakin meluas.

“Ini memang dipicu karena ada ulah oknum yang terpengaruh Miras kemudian memancing keributan, sehingga terjadi saling serang antarkelompok,” ujar Kapolres Merauke. Ia menyebutkan, dalam insiden tersebut tidak terdapat korban jiwa. Namun, aksi saling serang menyebabkan sejumlah kerugian materiil.

Baca Juga :  25 Pasang Putra-Putri Ikuti Seleksi Duta Wisata Papua Selatan

Kapolres Leonardo Yoga menjelaskan,  aksi saling serang antar 2 kelompok tersebut terjadi pada Kamis (3/9) kemudian pihaknya memfasilitasi  penyelesaian  melalui mediasi yang dilaksanakan di Aula Polres Merauke pada Jumat (4/9).

Dalam mediasi tersebut, kedua kelompok akhirnya mencapai kesepakatan untuk berdamai dan menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan.

Sajam yang Disita Polisi Tidak Akan Dikembalikan

MERAUKE – Aksi saling serang antardua kelompok masyarakat terjadi di kawasan Pintu Air, Kabupaten Merauke. Keributan tersebut diduga dipicu ulah oknum yang berada di bawah pengaruh minuman keras (miras).

Kapolres Merauke AKBP Leonardo Yoga mengatakan, insiden tersebut bermula dari ulah seorang oknum warga setempat yang diduga terpengaruh miras sehingga memancing terjadinya keributan hingga berkembang menjadi aksi saling serang antarkelompok.

Personel Polres Merauke yang mendapat informasi terkait kejadian tersebut langsung melakukan respons dan pengamanan di lokasi. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah situasi semakin meluas.

“Ini memang dipicu karena ada ulah oknum yang terpengaruh Miras kemudian memancing keributan, sehingga terjadi saling serang antarkelompok,” ujar Kapolres Merauke. Ia menyebutkan, dalam insiden tersebut tidak terdapat korban jiwa. Namun, aksi saling serang menyebabkan sejumlah kerugian materiil.

Baca Juga :  Datangi Kantor Telkom, Ini Tuntutan KWD Papua Selatan

Kapolres Leonardo Yoga menjelaskan,  aksi saling serang antar 2 kelompok tersebut terjadi pada Kamis (3/9) kemudian pihaknya memfasilitasi  penyelesaian  melalui mediasi yang dilaksanakan di Aula Polres Merauke pada Jumat (4/9).

Dalam mediasi tersebut, kedua kelompok akhirnya mencapai kesepakatan untuk berdamai dan menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya