SENTANI – Rencana Pemerintah Kabupaten Jayapura menjalankan program pembinaan bagi warga yang terjerat kebiasaan mengonsumsi minuman keras (miras) masih menuai pro dan kontra di tengah masyarakat.
Program yang direncanakan bekerja sama dengan Rindam XVII/Cenderawasih tersebut mendapat penolakan dari sejumlah pihak, mulai dari keluarga, gereja hingga lembaga swadaya masyarakat (LSM).
Meski demikian, Bupati Jayapura, Yunus Wonda, menegaskan pemerintah tetap akan mengkaji dan mempersiapkan program tersebut. Menurutnya, setiap kebijakan baru memang tidak selalu langsung diterima semua pihak.
“Untuk memulai sesuatu kegiatan memang sering mendapatkan penolakan, khususnya dalam program pembinaan orang mabuk. Namun, kami tetap akan melaksanakan program tersebut,” ujar Yunus.
Ia mengakui, pro dan kontra terhadap rencana tersebut bukan hanya datang dari keluarga warga yang akan menjadi sasaran pembinaan, tetapi juga dari pihak gereja, LSM dan sejumlah elemen masyarakat lainnya.
SENTANI – Rencana Pemerintah Kabupaten Jayapura menjalankan program pembinaan bagi warga yang terjerat kebiasaan mengonsumsi minuman keras (miras) masih menuai pro dan kontra di tengah masyarakat.
Program yang direncanakan bekerja sama dengan Rindam XVII/Cenderawasih tersebut mendapat penolakan dari sejumlah pihak, mulai dari keluarga, gereja hingga lembaga swadaya masyarakat (LSM).
Meski demikian, Bupati Jayapura, Yunus Wonda, menegaskan pemerintah tetap akan mengkaji dan mempersiapkan program tersebut. Menurutnya, setiap kebijakan baru memang tidak selalu langsung diterima semua pihak.
“Untuk memulai sesuatu kegiatan memang sering mendapatkan penolakan, khususnya dalam program pembinaan orang mabuk. Namun, kami tetap akan melaksanakan program tersebut,” ujar Yunus.
Ia mengakui, pro dan kontra terhadap rencana tersebut bukan hanya datang dari keluarga warga yang akan menjadi sasaran pembinaan, tetapi juga dari pihak gereja, LSM dan sejumlah elemen masyarakat lainnya.