RS Marthen Indey Disiapkan Jadi Trauma Center

JAYAPURA–Rumah Sakit Marthen Indey mulai menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk memperkuat kapasitas pelayanan kesehatan, khususnya dalam penanganan pasien trauma di wilayah Indonesia Timur.

  Kepala Rumah Sakit Marthen Indey, Kolonel CKM dr. Faisal Rosadi, mengatakan, sebagai rumah sakit militer yang berada di wilayah paling timur Indonesia dan memiliki tantangan keamanan tersendiri, RS Marthen Indey berkomitmen mengembangkan diri sebagai pusat layanan trauma atau trauma center yang mampu menangani berbagai kasus kegawatdaruratan.

   “Rumah Sakit Marthen Indey ini rumah sakit tentara di bagian timur, yang masih merupakan salah satu provinsi yang masih ada daerah konflik. Jadi kita berkomitmen untuk menjadi rumah sakit terbaik di bidang trauma center,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (12/8).

Baca Juga :  Satu Korban Sipil Akhirnya Meninggal Usai 2 Jam Dirawat

  Menurut dia, penguatan layanan trauma tersebut diarahkan agar korban, baik akibat kontak senjata maupun personel militer yang mengalami cedera, dapat memperoleh penanganan secara maksimal di Papua tanpa harus selalu dirujuk ke rumah sakit di Jakarta.

  “Korban-korban, baik korban dari kontak senjata maupun militer, akan kita upayakan mampu untuk ditangani di sini. Jadi tidak perlu sampai harus mengirim pasien ke Jakarta,” katanya.

  Untuk mendukung target tersebut, pihaknya juga berencana membentuk rapid response team yang bertugas mempercepat proses evakuasi dan penanganan pasien. Selain itu, RS Marthen Indey akan membangun jaringan kerja sama antarrumah sakit melalui konsep Papua Network.

  “Kita akan buat tim rapid response team yang cepat untuk evakuasi, termasuk Papua Network untuk trauma. Jadi apapun itu, kita akan membuat jaringan hubungan antarsesama rumah sakit,” jelasnya.

Baca Juga :  BTM : Mengganti Direktur Bukan Solusi

JAYAPURA–Rumah Sakit Marthen Indey mulai menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk memperkuat kapasitas pelayanan kesehatan, khususnya dalam penanganan pasien trauma di wilayah Indonesia Timur.

  Kepala Rumah Sakit Marthen Indey, Kolonel CKM dr. Faisal Rosadi, mengatakan, sebagai rumah sakit militer yang berada di wilayah paling timur Indonesia dan memiliki tantangan keamanan tersendiri, RS Marthen Indey berkomitmen mengembangkan diri sebagai pusat layanan trauma atau trauma center yang mampu menangani berbagai kasus kegawatdaruratan.

   “Rumah Sakit Marthen Indey ini rumah sakit tentara di bagian timur, yang masih merupakan salah satu provinsi yang masih ada daerah konflik. Jadi kita berkomitmen untuk menjadi rumah sakit terbaik di bidang trauma center,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (12/8).

Baca Juga :  Penyerapan Dana Otsus Belum Sesuai Peruntukannya

  Menurut dia, penguatan layanan trauma tersebut diarahkan agar korban, baik akibat kontak senjata maupun personel militer yang mengalami cedera, dapat memperoleh penanganan secara maksimal di Papua tanpa harus selalu dirujuk ke rumah sakit di Jakarta.

  “Korban-korban, baik korban dari kontak senjata maupun militer, akan kita upayakan mampu untuk ditangani di sini. Jadi tidak perlu sampai harus mengirim pasien ke Jakarta,” katanya.

  Untuk mendukung target tersebut, pihaknya juga berencana membentuk rapid response team yang bertugas mempercepat proses evakuasi dan penanganan pasien. Selain itu, RS Marthen Indey akan membangun jaringan kerja sama antarrumah sakit melalui konsep Papua Network.

  “Kita akan buat tim rapid response team yang cepat untuk evakuasi, termasuk Papua Network untuk trauma. Jadi apapun itu, kita akan membuat jaringan hubungan antarsesama rumah sakit,” jelasnya.

Baca Juga :  Anak PAUD yang Dilaporkan Hilang, Tenggelam di Sungai Kumbe Ditemukan Mengapung

Berita Terbaru

Artikel Lainnya