Hindari Risiko, Lapas Abepura Fasilitasi TV di Tiap Blok 

JAYAPURA – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Abepura memastikan warga binaan pemasyarakatan (WBP) tetap dapat menikmati euforia dan semarak gelaran Piala Dunia 2026. Kendati demikian, pihak Lapas memutuskan untuk tidak menggelar acara nonton bareng (nobar) terpusat demi menjaga kondusivitas dan keamanan di dalam lingkungan Lapas.

   Sebagai solusinya, manajemen Lapas Abepura telah memfasilitasi sarana hiburan berupa televisi di setiap blok hunian agar para warga binaan tidak kehilangan momen pertandingan akbar tersebut.

   Keputusan untuk tidak mengadakan nonton bareng secara massal ini diambil setelah mempertimbangkan berbagai faktor risiko. Salah satu alasan utamanya adalah waktu kick-off babak final yang dinilai rawan dari kacamata pengamanan.

  Laga pamungkas yang mempertemukan juara bertahan Argentina melawan Spanyol tersebut dijadwalkan berlangsung pada Senin (20/7) sekitar pukul 04.00 WIT. Waktu subuh dianggap sebagai jam rawan yang memerlukan kewaspadaan ekstra dari petugas keamanan.

Baca Juga :  Pemotongan 75% Bansos Beras Dipertanyakan

   Pegawai Lapas Abepura, Yusran, menjelaskan bahwa kebijakan ini diambil sebagai langkah preventif (pencegahan) untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. “Tidak ada instruksi khusus dari pimpinan mengenai nobar. Tetapi yang pasti, warga binaan tetap bisa menyaksikan laga final Piala Dunia 2026 antara Argentina vs Spanyol. Mereka tetap menonton di setiap bloknya masing-masing,” ujar Yusran saat memberikan keterangan melalui telepon, Sabtu (18/7).

   Ia menambahkan, pihak Lapas telah menyediakan setidaknya delapan (8) unit televisi yang tersebar di setiap blok hunian. Dengan begitu, para warga binaan cukup menyaksikan pertandingan dari dalam blok mereka tanpa harus berkumpul di satu area terbuka.

   Lebih lanjut, Yusran menegaskan bahwa faktor keamanan menjadi prioritas mutlak yang tidak bisa ditawar. Berkumpulnya massa dalam jumlah besar pada dini hari atau subuh memiliki risiko tinggi terhadap gangguan keamanan dan ketertiban (kamtib).

Baca Juga :  Kalah dari Mali U-17, Argentina U-17 Tetap Pulang dengan Rasa Bangga

   “Faktor keamanan adalah hal utama, kami tidak ingin mengambil risiko. Apalagi pertandingannya dilaksanakan masih subuh. Niat kita memang baik untuk memberikan hiburan, tetapi kita juga harus waspada. Kita tidak pernah tahu jika ada oknum yang justru memanfaatkan situasi (keramaian) tersebut. Hal itulah yang sejak awal kami antisipasi,” pungkasnya.

   Dengan kebijakan menempatkan satu unit televisi di setiap blok, Lapas Abepura berhasil menyelaraskan dua pemenuhan hak: yakni memberikan hak hiburan dan rekreasi bagi warga binaan, sekaligus tetap menjaga komitmen pengamanan yang ketat sesuai prosedur yang berlaku. (jim/tri)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

 UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

JAYAPURA – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Abepura memastikan warga binaan pemasyarakatan (WBP) tetap dapat menikmati euforia dan semarak gelaran Piala Dunia 2026. Kendati demikian, pihak Lapas memutuskan untuk tidak menggelar acara nonton bareng (nobar) terpusat demi menjaga kondusivitas dan keamanan di dalam lingkungan Lapas.

   Sebagai solusinya, manajemen Lapas Abepura telah memfasilitasi sarana hiburan berupa televisi di setiap blok hunian agar para warga binaan tidak kehilangan momen pertandingan akbar tersebut.

   Keputusan untuk tidak mengadakan nonton bareng secara massal ini diambil setelah mempertimbangkan berbagai faktor risiko. Salah satu alasan utamanya adalah waktu kick-off babak final yang dinilai rawan dari kacamata pengamanan.

  Laga pamungkas yang mempertemukan juara bertahan Argentina melawan Spanyol tersebut dijadwalkan berlangsung pada Senin (20/7) sekitar pukul 04.00 WIT. Waktu subuh dianggap sebagai jam rawan yang memerlukan kewaspadaan ekstra dari petugas keamanan.

Baca Juga :  Pahami Karakteristik, Perlakukan Warga Binaan dengan Humanis namun Tegas

   Pegawai Lapas Abepura, Yusran, menjelaskan bahwa kebijakan ini diambil sebagai langkah preventif (pencegahan) untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. “Tidak ada instruksi khusus dari pimpinan mengenai nobar. Tetapi yang pasti, warga binaan tetap bisa menyaksikan laga final Piala Dunia 2026 antara Argentina vs Spanyol. Mereka tetap menonton di setiap bloknya masing-masing,” ujar Yusran saat memberikan keterangan melalui telepon, Sabtu (18/7).

   Ia menambahkan, pihak Lapas telah menyediakan setidaknya delapan (8) unit televisi yang tersebar di setiap blok hunian. Dengan begitu, para warga binaan cukup menyaksikan pertandingan dari dalam blok mereka tanpa harus berkumpul di satu area terbuka.

   Lebih lanjut, Yusran menegaskan bahwa faktor keamanan menjadi prioritas mutlak yang tidak bisa ditawar. Berkumpulnya massa dalam jumlah besar pada dini hari atau subuh memiliki risiko tinggi terhadap gangguan keamanan dan ketertiban (kamtib).

Baca Juga :  Di Papua,  Keterbukaan Informasi Publik masih Rendah

   “Faktor keamanan adalah hal utama, kami tidak ingin mengambil risiko. Apalagi pertandingannya dilaksanakan masih subuh. Niat kita memang baik untuk memberikan hiburan, tetapi kita juga harus waspada. Kita tidak pernah tahu jika ada oknum yang justru memanfaatkan situasi (keramaian) tersebut. Hal itulah yang sejak awal kami antisipasi,” pungkasnya.

   Dengan kebijakan menempatkan satu unit televisi di setiap blok, Lapas Abepura berhasil menyelaraskan dua pemenuhan hak: yakni memberikan hak hiburan dan rekreasi bagi warga binaan, sekaligus tetap menjaga komitmen pengamanan yang ketat sesuai prosedur yang berlaku. (jim/tri)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

 UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

Berita Terbaru

Artikel Lainnya