APS Dorong Inovasi Etnosains dan Jejaring Global

JAYAPURA–Konferensi Analisis Papua Strategis (APS) II kembali digelar di Tanah Papua sebagai forum tahunan yang mempertemukan pemerintah, akademisi, komunitas, pelaku usaha hingga mitra internasional untuk membahas arah pembangunan Papua ke depan. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari di Gedung Papua Youth Creative Hub itu menghadirkan sejumlah pejabat daerah, termasuk Dedi Mulyadi.

Founder APS, Laus D. C. Rumayom mengatakan, APS merupakan annual conference atau konferensi tahunan yang dibangun untuk menghimpun komunitas profesional global dalam mendukung pembangunan Papua.

Menurutnya, selain sebagai komunitas, APS juga memiliki lembaga kajian bernama Analisis Papua Strategis Center for Development and Global Studies yang aktif menjalin kerja sama internasional.

Baca Juga :  MTKI Minta Tenaga Medis Papua Ikut Tes CPNS Tanpa STR

“Kami bekerja sama dengan FAO PBB untuk ketahanan pangan dunia, Sasakawa Peace Foundation untuk promosi perdamaian dan resolusi konflik, serta Yamagata Papua Friendship Association di Jepang,” ujarnya disela acara pembukaan, Jumat (29/5)

Ia menjelaskan, jejaring tersebut dibangun untuk memperkuat pembangunan Papua, baik dari sisi kebijakan fiskal maupun moneter, sekaligus menghadirkan inovasi dan kajian strategis yang dapat diterapkan di berbagai sektor pembangunan di Papua. Pada penyelenggaraan tahun ini, APS mengangkat tema Inovasi Pembangunan Papua Berbasis Etnosains. Tema tersebut dipilih berdasarkan hasil refleksi dan kajian terhadap berbagai persoalan yang berkembang di Papua selama setahun terakhir. “Tema ini menjadi konsep besar dalam seluruh pembahasan forum,” katanya.

Baca Juga :  Antisipasi Peredaran Ganja, Polairud Lakukan Patroli

JAYAPURA–Konferensi Analisis Papua Strategis (APS) II kembali digelar di Tanah Papua sebagai forum tahunan yang mempertemukan pemerintah, akademisi, komunitas, pelaku usaha hingga mitra internasional untuk membahas arah pembangunan Papua ke depan. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari di Gedung Papua Youth Creative Hub itu menghadirkan sejumlah pejabat daerah, termasuk Dedi Mulyadi.

Founder APS, Laus D. C. Rumayom mengatakan, APS merupakan annual conference atau konferensi tahunan yang dibangun untuk menghimpun komunitas profesional global dalam mendukung pembangunan Papua.

Menurutnya, selain sebagai komunitas, APS juga memiliki lembaga kajian bernama Analisis Papua Strategis Center for Development and Global Studies yang aktif menjalin kerja sama internasional.

Baca Juga :  Ada Dokumen yang Hilang

“Kami bekerja sama dengan FAO PBB untuk ketahanan pangan dunia, Sasakawa Peace Foundation untuk promosi perdamaian dan resolusi konflik, serta Yamagata Papua Friendship Association di Jepang,” ujarnya disela acara pembukaan, Jumat (29/5)

Ia menjelaskan, jejaring tersebut dibangun untuk memperkuat pembangunan Papua, baik dari sisi kebijakan fiskal maupun moneter, sekaligus menghadirkan inovasi dan kajian strategis yang dapat diterapkan di berbagai sektor pembangunan di Papua. Pada penyelenggaraan tahun ini, APS mengangkat tema Inovasi Pembangunan Papua Berbasis Etnosains. Tema tersebut dipilih berdasarkan hasil refleksi dan kajian terhadap berbagai persoalan yang berkembang di Papua selama setahun terakhir. “Tema ini menjadi konsep besar dalam seluruh pembahasan forum,” katanya.

Baca Juga :  Korban Kebakaran Jadi Prioritas Program Bantuan Rumah

Berita Terbaru

Waspadai Ancaman Ganda El Nino

Daerah Rawan Siap Dipasang CCTV

Artikel Lainnya