Dalam konferensi tersebut, APS menghadirkan 11 forum diskusi, mulai dari forum masyarakat adat, agama, perempuan, ekonomi dan bisnis, pertanian, perkebunan, peternakan hingga forum berbasis komunitas. Laus menyebut APS tidak hanya menghimpun ide dan gagasan, tetapi juga melakukan pendampingan terhadap berbagai komunitas dan daerah di Papua.
“Kami mengawal konektivitas darat, laut dan udara, pelatihan resolusi konflik, hingga penguatan kebijakan kesehatan dan pendidikan di daerah-daerah yang masih tertinggal dalam inovasi,’ jelasnya.
Hasil pembahasan dari seluruh forum nantinya akan dirumuskan menjadi rekomendasi bersama yang akan disampaikan kepada Presiden RI serta kementerian dan lembaga terkait. Selain itu, APS juga berkomitmen memberikan penguatan kapasitas kepada pemerintah daerah di enam provinsi di Papua, baik gubernur maupun bupati.
“Kami ingin menjadi bagian dari solusi agar dana Otsus benar-benar digunakan secara baik untuk penguatan kapasitas kampung, distrik, pemerintah dan para pegiat pembangunan di Papua,” katanya.
APS juga secara rutin menggelar forum internasional di sejumlah negara seperti Jepang dan Selandia Baru. Bahkan pada tahun depan direncanakan akan digelar Papua Business Forum di Jepang dan Prancis. Terkait tujuan utama kegiatan tersebut, Laus menegaskan bahwa APS berupaya mendorong penguatan networking atau jejaring ekonomi bagi masyarakat Papua.
“Banyak komoditas Papua yang bagus, tetapi masyarakat belum tahu pasar penjualannya, harga maupun akses distribusinya. Perputaran ekonomi di Papua juga masih rendah,” ujarnya.
Dalam konferensi tersebut, APS menghadirkan 11 forum diskusi, mulai dari forum masyarakat adat, agama, perempuan, ekonomi dan bisnis, pertanian, perkebunan, peternakan hingga forum berbasis komunitas. Laus menyebut APS tidak hanya menghimpun ide dan gagasan, tetapi juga melakukan pendampingan terhadap berbagai komunitas dan daerah di Papua.
“Kami mengawal konektivitas darat, laut dan udara, pelatihan resolusi konflik, hingga penguatan kebijakan kesehatan dan pendidikan di daerah-daerah yang masih tertinggal dalam inovasi,’ jelasnya.
Hasil pembahasan dari seluruh forum nantinya akan dirumuskan menjadi rekomendasi bersama yang akan disampaikan kepada Presiden RI serta kementerian dan lembaga terkait. Selain itu, APS juga berkomitmen memberikan penguatan kapasitas kepada pemerintah daerah di enam provinsi di Papua, baik gubernur maupun bupati.
“Kami ingin menjadi bagian dari solusi agar dana Otsus benar-benar digunakan secara baik untuk penguatan kapasitas kampung, distrik, pemerintah dan para pegiat pembangunan di Papua,” katanya.
APS juga secara rutin menggelar forum internasional di sejumlah negara seperti Jepang dan Selandia Baru. Bahkan pada tahun depan direncanakan akan digelar Papua Business Forum di Jepang dan Prancis. Terkait tujuan utama kegiatan tersebut, Laus menegaskan bahwa APS berupaya mendorong penguatan networking atau jejaring ekonomi bagi masyarakat Papua.
“Banyak komoditas Papua yang bagus, tetapi masyarakat belum tahu pasar penjualannya, harga maupun akses distribusinya. Perputaran ekonomi di Papua juga masih rendah,” ujarnya.