MRP Diakui Ibarat Macan Ompong

JAYAPURA–Anggota Majelis Rakyat Papua (MRP), Benny Sweny, akhirnya angkat bicara terkait sorotan publik terhadap keberadaan dan kinerja MRP yang belakangan ramai diperbincangkan di media sosial. Ia menilai, polemik yang berkembang meski cenderung bernuansa negatif justru menjadi promosi gratis bagi lembaga yang selama ini dinilai minim publikasi.

Menurut Benny, diskursus yang digulirkan oleh anggota DPD RI asal Papua Barat Daya, Paul Fincent Mayor, hingga menjadi trending di platform seperti TikTok dan Facebook dalam sebulan terakhir, telah membuka ruang diskusi publik tentang MRP.

“Walaupun narasi yang berkembang cenderung mengarah pada pembubaran MRP, tetapi ini justru membuat masyarakat mulai bertanya dan ingin tahu apa itu MRP, apa fungsinya, dan bagaimana kinerjanya,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (16/4)

Baca Juga :  Calonkan Diri Sebagai Gubernur dan Bupati 8 Kabupaten Wajib Kuasai Bahasa Ibu

Ia mengungkapkan, perhatian publik juga kembali mengangkat berbagai isu lama, termasuk video perdebatan dirinya dengan anggota DPR RI Yan Permenas Mandenas pada 2022 yang kembali beredar luas dan menuai beragam tanggapan. Benny tidak menampik bahwa lambannya respons MRP terhadap berbagai persoalan masyarakat turut membentuk persepsi negatif.

Hal ini, kata dia, menggiring opini publik pada kesimpulan bahwa MRP tidak berfungsi secara optimal dan hanya membebani keuangan negara.

“Pertanyaan publik sangat wajar. Mereka mempertanyakan peran MRP dalam menyelesaikan persoalan mendasar Orang Asli Papua seperti konflik tanah adat, pembalakan liar, pertambangan ilegal, kemiskinan, hingga pelayanan kesehatan dan pendidikan,” katanya.

JAYAPURA–Anggota Majelis Rakyat Papua (MRP), Benny Sweny, akhirnya angkat bicara terkait sorotan publik terhadap keberadaan dan kinerja MRP yang belakangan ramai diperbincangkan di media sosial. Ia menilai, polemik yang berkembang meski cenderung bernuansa negatif justru menjadi promosi gratis bagi lembaga yang selama ini dinilai minim publikasi.

Menurut Benny, diskursus yang digulirkan oleh anggota DPD RI asal Papua Barat Daya, Paul Fincent Mayor, hingga menjadi trending di platform seperti TikTok dan Facebook dalam sebulan terakhir, telah membuka ruang diskusi publik tentang MRP.

“Walaupun narasi yang berkembang cenderung mengarah pada pembubaran MRP, tetapi ini justru membuat masyarakat mulai bertanya dan ingin tahu apa itu MRP, apa fungsinya, dan bagaimana kinerjanya,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (16/4)

Baca Juga :  PKB Jadi Andalan, Bapenda Papua Targetkan Realisasi PAD 99 Persen

Ia mengungkapkan, perhatian publik juga kembali mengangkat berbagai isu lama, termasuk video perdebatan dirinya dengan anggota DPR RI Yan Permenas Mandenas pada 2022 yang kembali beredar luas dan menuai beragam tanggapan. Benny tidak menampik bahwa lambannya respons MRP terhadap berbagai persoalan masyarakat turut membentuk persepsi negatif.

Hal ini, kata dia, menggiring opini publik pada kesimpulan bahwa MRP tidak berfungsi secara optimal dan hanya membebani keuangan negara.

“Pertanyaan publik sangat wajar. Mereka mempertanyakan peran MRP dalam menyelesaikan persoalan mendasar Orang Asli Papua seperti konflik tanah adat, pembalakan liar, pertambangan ilegal, kemiskinan, hingga pelayanan kesehatan dan pendidikan,” katanya.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya