Saturday, January 24, 2026
27.5 C
Jayapura

Ditemukan Sejumlah Siswa Belum Lancar Membaca

Mengintip Sekolah Rakyat Terintegrasi 77 Merauke

Sekolah rakyat terintegrasi 77 Merauke ini merupakan salah satu sekolah rakyat di didirikan dan menjadi salah satu program unggulan dari Presiden Prabowo Subianto.

Laporan Yulius Sulo, Merauke.

Sekolah rakyat terintegrasi 77 Merauke yang menempati sebagian dari gedung SMKN 2 Merauke di Jalan Kamizaun setelah direhab, diresmikan oleh bupati Merauke Yoseph Bladib Gebze sekitar pertengahan bulan Oktober 2025 lalu. Artinya, kurang lebih 3 bulan sekolah tersebut beroperasi di Merauke.

Siswa dari sekolah ini 100 persen merupakan anak-anak asli Papua yang dari sisi ekonomi kurang mampu atau orang tuanya mendapatkan bantuan dari pemerintah. Dengan kapasitas 100 siswa, dengan rincian 50 siswa untuk SD dan 50 siswa lainnya adalah SMP.

Baca Juga :  Bangun Sejumlah Infrastruktur Publik, Rumah Layak Huni hingga Sarana Air Bersih

‘’Untuk siswa SD sudah cukup, sementara yang SMP ini memang masih kurang. Tapi kemarin dan tadi malam sudah ada yang baru datang dan masuk dari Kampung ,’’ kata Kepala Sekolah Budi Sutomo didampingi Kepala Tata Usaha, Puji Susanto, ditemui media ini, Selasa (20/1).

Kepsek Budi Sutomo menjelaskan, bahwa di sekolah rakyat ini dengan system asrama dimana siswa tinggal di asrama dengan 10 wali asuh, 4 wali asrama, 7 guru, 1 orang TU, 1 orang Dapodik, 6 orang Satpam, dan 4 orang cleaning service.

Mengintip Sekolah Rakyat Terintegrasi 77 Merauke

Sekolah rakyat terintegrasi 77 Merauke ini merupakan salah satu sekolah rakyat di didirikan dan menjadi salah satu program unggulan dari Presiden Prabowo Subianto.

Laporan Yulius Sulo, Merauke.

Sekolah rakyat terintegrasi 77 Merauke yang menempati sebagian dari gedung SMKN 2 Merauke di Jalan Kamizaun setelah direhab, diresmikan oleh bupati Merauke Yoseph Bladib Gebze sekitar pertengahan bulan Oktober 2025 lalu. Artinya, kurang lebih 3 bulan sekolah tersebut beroperasi di Merauke.

Siswa dari sekolah ini 100 persen merupakan anak-anak asli Papua yang dari sisi ekonomi kurang mampu atau orang tuanya mendapatkan bantuan dari pemerintah. Dengan kapasitas 100 siswa, dengan rincian 50 siswa untuk SD dan 50 siswa lainnya adalah SMP.

Baca Juga :  Gemerlap Barongsai di Biak: Atraksi Spektakuler yang Memukau Warga

‘’Untuk siswa SD sudah cukup, sementara yang SMP ini memang masih kurang. Tapi kemarin dan tadi malam sudah ada yang baru datang dan masuk dari Kampung ,’’ kata Kepala Sekolah Budi Sutomo didampingi Kepala Tata Usaha, Puji Susanto, ditemui media ini, Selasa (20/1).

Kepsek Budi Sutomo menjelaskan, bahwa di sekolah rakyat ini dengan system asrama dimana siswa tinggal di asrama dengan 10 wali asuh, 4 wali asrama, 7 guru, 1 orang TU, 1 orang Dapodik, 6 orang Satpam, dan 4 orang cleaning service.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya