Pemprov Siapkan Grand Design Pembangunan Pendidikan di Papua Selatan

MERAUKE– Dalam rangka membangun sumber daya manusia Papua Selatan yang unggul, Pemerintah Provinsi Papua Selatan mulai mneyiapkan dokumen grand design pembangunan Pendidikan di Papua Selatan kerja sama dnegan Universitas Cenderawasih.

     Kepala Pusat Studi Kependudukan Uncen Dr. John Rahail, M.Kes,  mengatakan, grand deisgn ini akan menjadi dokumen  yang sangat strategis di dalam akselarasi pembangunan sumber daya manusia  yang lebih terukur. ‘’Karena Pendidikan ini memiliki 2 indikator diantaranya harapan lama sekolah,’’ katanya.

Selama ini, di Papua Selatan, jelas John Rahail, belum tuntas wajib 9 tahun. Dan ini akan sangat berdampak pada kualitas  SDM usia produktif dan tidak produktif karena tingkat Pendidikan rendah dan  tidak bisa bersaing di dalam memanfaatkan bonus demografi yang membutuhkan kualitas SDM.

Baca Juga :  Setahun Penyanderaan Pilot, Kapolda dan Pangdam Diminta Transparan

Karena itu, dengan indikator lama sekolah ini berbicara tentang kualitas layanan Pendidikan tapi juga indicator harapan lama sekolah yang berkaitan dengan dengan system layanan Pendidikan. Sehingga 2 indikator  tersebut harus dipacu lebih cepat agar berdampak pada peningkatan SDM di Papua Selatan yang akan digambarkan dalam indeks pembangunan manusia.   

‘’Rana kami dari Uncen adalah bagaimana antara pemerintah dengan pemerintah diberikan kepercayaan dari pemerintah pusat kepada Pemerintah Provinsi Papua Selatan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan  untuk menyusun dokumen ini dengan melihat secara   objektif dan situasi masa kini yang kami potret sebagai potensi dan kebutuhan prioritas  dariu layana Pendidikan ini,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Lima Bulan, Ditemukan 91 Kasus HIV-AIDS di Merauke

MERAUKE– Dalam rangka membangun sumber daya manusia Papua Selatan yang unggul, Pemerintah Provinsi Papua Selatan mulai mneyiapkan dokumen grand design pembangunan Pendidikan di Papua Selatan kerja sama dnegan Universitas Cenderawasih.

     Kepala Pusat Studi Kependudukan Uncen Dr. John Rahail, M.Kes,  mengatakan, grand deisgn ini akan menjadi dokumen  yang sangat strategis di dalam akselarasi pembangunan sumber daya manusia  yang lebih terukur. ‘’Karena Pendidikan ini memiliki 2 indikator diantaranya harapan lama sekolah,’’ katanya.

Selama ini, di Papua Selatan, jelas John Rahail, belum tuntas wajib 9 tahun. Dan ini akan sangat berdampak pada kualitas  SDM usia produktif dan tidak produktif karena tingkat Pendidikan rendah dan  tidak bisa bersaing di dalam memanfaatkan bonus demografi yang membutuhkan kualitas SDM.

Baca Juga :  Pj Gubernur Jelaskan Alasan HUT DOB PPS Diperingati 11 November   

Karena itu, dengan indikator lama sekolah ini berbicara tentang kualitas layanan Pendidikan tapi juga indicator harapan lama sekolah yang berkaitan dengan dengan system layanan Pendidikan. Sehingga 2 indikator  tersebut harus dipacu lebih cepat agar berdampak pada peningkatan SDM di Papua Selatan yang akan digambarkan dalam indeks pembangunan manusia.   

‘’Rana kami dari Uncen adalah bagaimana antara pemerintah dengan pemerintah diberikan kepercayaan dari pemerintah pusat kepada Pemerintah Provinsi Papua Selatan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan  untuk menyusun dokumen ini dengan melihat secara   objektif dan situasi masa kini yang kami potret sebagai potensi dan kebutuhan prioritas  dariu layana Pendidikan ini,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Komnas HAM: Pemalangan Kampus Termasuk Pelanggaran HAM!

Berita Terbaru

Artikel Lainnya