Kapolres Jayawijaya, AKBP. Muh Safei. AB, SE menyatakan, kasus ini merupakan perkelahian antara masyarakat yang berawal dari Miras yang mengakibatkan ketersinggungan salah satu pihak, kemudian melakukan pelemparan, sehingga melibatkan kelompok dan terjadilah aksi saling serang malam Minggu, kemarin.
“Yang paling penting adalah pemilik hak ulayat yang bisa melihat itu sendiri, karena mereka yang akan mengeluarkan surat pelepasan tanah adat, DPRD tidak punya hak untuk mengeluarkan regulasi,”ungkapnya Kepada Cenderawasih Pos, Senin (27/6) kemarin.
“Saksi dari masyarakat tidak akan dibawa ke Polda Papua, cukup dilakukan pemeriksaan di Polres Jayawijaya, di mana dalam pemeriksaan itu, ada tambahan keterangan yang didapatkan,” ungkapnya, Senin (27/6), kemarin.
Pada acara yang bertajuk Nusantara Golden Award 2022 dengan tema Indonesia Inspiring Figure digelar di Hotel Grand Inna Kuta, Bali, Jumat, (24/6), dan dihadiri langsung GM Hotel Grand Inna Kuta-Bali.
Mewakili keluarga Alm. Pdt Alexander Mauri menyatakan, hari ini tepat seminggu kepergian anak, cucu terkasih, untuk itu, mereka berharap ada update perkembangan penyelidikan guna mengungkap siapa aktor di balik kasus tersebut. Menyikapi hal itu, ada beberapa poin yang mereka ingin sampaikan.
Ketua umum BPD Gapensi Papua, Rudy Waromi ST, MT. menyatakan, sebenarnya organisasi ini sudah berjalan dengan baik selama ini sejak 5 tahun lalu, hanya saja persoalan yang sedang digumuli saat ini adalah pelaksanaan turunan dari undang -undang No 17 Peraturan pemerintah 5 untuk perizinan berbasis resiko.
Bupati Jayawijaya, Jhon Richard Banua. SE, MSi menyatakan, dari Sidak yang dilakukan itu, sebenarnya antusias warga untuk mengurus E-KTP dan Kartu Keluarga (KK) terjadi pada waktu tertentu saja.
Kepala Bappeda Kabupaten Jayawijaya, Ludia Logo, SSTP menyatakan, sejauh ini, sudah dua tahun berturut-turut, lokus stunting itu ada di 25 kampung dari 10 distrik masuk kategori beresiko.
“Ada 5 distrik yang menjadi sasaran bantuan kemiskinan ekstrim dari Pemkab Jayawijaya melalui Dinsos, diantaranya Wesaput, Wouma, Wosilimo, Bolakme dan Asologaima,”ungkapnya, Kamis (23/6) kemarin.
Hal ini disampaikan Wakil Bupati Jayawijaya, Marthin Yogobi, SH., M.Hum., saat membacakan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Jayawijaya Tahun 2021 dalam rapat paripurna masa sidang II DPRD Jayawijaya di ruang sidang DPRD Jayawijaya, Selasa (21/6) kemarin.