Kapolres Jayawijaya AKBP. Hesman Napitupulu, SH, SIK, MH saat memimpin pertemuan tersebut menyatakan, pihaknya sengaja menghadirkan satu pelaku yang telah tertangkap dengan inisial AK di tengah kedua kelompok ini agar bisa dilihat sendiri jika yang bersangkutan sudah tertangkap dan juga mengklarifikasi kepada kedua kelompok ini karena dia yang melakukan penikaman sendiri.
Wakil Ketua Komisi A DPRD Jayawijaya, Senius Hilapok menyatakan, sangat berterima kasih kepada Polres Jayawijaya dan jajarannya yang telah berupaya melarai bentrokan yang terjadi selama dua hari dan saat ini sudah ada kesepakatan untuk mengakhiri pertikaian tersebut.
Terkait kejadian tersebut, mantan Kepala Dinas Sosial Kependudukan dan Catatan Sipil Provinsi Papua ini mengimbau masyarakat yang ada di Papua Tengah tidak terprovokasi dan hal seperti ini tidak terulang kembali. “Masyarakat diminta tidak mudah terprovokasi yang imbasnya hanya untuk merugikan masyarakat itu sendiri,” kata Ribka Haluk saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Senin (13/11)
Dari data yang dihimpun Cenderawasih Pos Bentrok dua Kelompok Warga ini lantaran karena pelaku belum ditemukan sehingga kelompok dari Woken mencari dan mereka menduga pelaku ada di rumah milik Kostan Elopere.
Kepala Dinkes dr. Willy E Mambieuw, SpB menyatakan, untuk perawat sendiri, sampai saat ini mencapai 800-900 orang, ini khusus untuk Puskesmas saja, belum yang ada di RSUD Wamena, namun jumlah ini masih kurang.
Kepala Dinas Sosial, Kabupaten Jayawijaya, Nickolas Itlay menyatakan, bantuan untuk KAT ini berhubungan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat, di mana pemerintah melalui Dinas Sosial membantu mereka untuk membuka usaha, seperti yang dilakukan di Distrik Trikora, Tailarek dan Walaik.
Ia mengakui, seminar ini terkait dengan etik dan hukum keperawatan, karena itu, Pihaknya menilai, seminar ini sangat penting, khusus bagi perawat yang masih muda -muda atau yang baru, harus bisa mengikuti kegiatan ini agar mempunyai pengalaman.
Kapolres Jayawijaya melalui Kasat Reskrim Polres Jayawijaya AKP. Matinetta, S.Sos, MM mengatakan, untuk mengungkap serta mengumpulkan bukti penyebab kebakaran tersebut, pihaknya melakukan olah TKP, Rabu, (9/11), kemarin.
Pangdam XVII/ Cenderawasih, Mayjen TNI Muh. Saleh Mustafa yang secara resmi menutup program TMMD di Kodim 1702/Jayawijaya menyatakan, target semua sudah 100 persen, baik fisik berupa pembangunan rumah dan gudang penyimpanan maupun non fisik yaitu kegiatan-kegiatan penyuluhan kepada masyarakat yang ada di Distrik Tailarek.
Pangdam XVII/ Cenderawasih, Mayjen TNI Muh. Saleh Mustafa mengatakan, setelah Provinsi Papua Pegunungan disahkan, maka kemungkinan pihaknya akan membentuk Korem terlebih dahulu di ibukota provinsi yakni Wamena, dan akan berkembang, sebab wilayah ini menjadi provinsi yang baru di Indonesia.