Kapolres Jayawijaya AKBP Hesman Napitupulu, SH, SIK, MH ketika dikonfirmasi membenarkan penangkapan seorang pengedar sabu bernisial DD. pelaku sendiri sudah melakukan aksinya dua kali. Narkotika tersebut didatangkan dari Padang, Sumatra Barat untuk diedarkan di Kabupaten Jayawijaya.
Kehadiran Wamendagri beserta rombongan, disambut langsung oleh Penjabat Gubernur Provinsi Papua Pegunungan, Nikolas Kondomo, SH, MH, Penjabat Sekda Provinsi Papua Pegunungan, Dr. Sumule Tumbo, SE, MM, Dandim 1702 Jayawijaya, Kapolres Jayawijaya serta tokoh masyarakat di Wamena.
“Saya minta kepada kepala kampung dan kelompok wisata agar menjaga keamanan di wilayahnya masing –masing, sebab kalau ini dilakukan, mungkin wisatawan lokal akan banyak berkunjung, dibandingkan wisata dari luar, masalah keamanan ini yang utama,” ungkapnya, Rabu (1/2).
Ketua KPA Kabupaten Jayawijaya, Margaretha Wetipo menegaskan, tingginya kasus HIV-AIDS di Jayawijaya tidak terlepas dari keberadaan PSK, padahal sebelumnya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayawijaya telah memulangkan PSK sejak 2019 lalu, namun yang terjadi saat ini, ada yang memfasilitasi mereka untuk kembali.
Bupati Jayawijaya, Jhon Richard Banua, SE, MSi menyatakan, tahun lalu, pihaknya tidak memiliki anggaran untuk pelaksanaan iven ini, karena anggaran itu telah diplotkan untuk penanganan Covid-19, namun tahun ini, kembali digelar setelah pemerintah anggarkan.
Pengrajin tas noken ini berada di hampir seluruh distrik dan kampung di Jayawijaya, namun pemasarannya ternyata masih memenui kendala. Bagaimana upaya pemerintah memasarkan hasil noken masyarakat?
Sekda Jayawijaya, Thony M Mayor, SPd, MM memastikan 300 lebih tenaga medis dari PTT– non ASN sampai saat ini masih dibutuhkan, mereka memiliki kemampuan teknis dalam bidang kesehatan, oleh sebab itu, tidak ada tenaga medis yang diputuskan kontraknya.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Jayawijaya, Thony M Mayor, Spd, MM menyatakan, tenaga kontrak di lingkungan Pemkab Jayawijaya sudah terlalu banyak dan tidak seimbang dengan kebutuhan pada unit kerja di masing –masing OPD, oleh karena itu harus dievaluasi.
Bupati Jayawijaya, Jhon Richard Banua, SE, MSi menyatakan, jembatan tersebut merupakan salah satu akses yang sering dilalui oleh masyarakat, sebab lebih mudah dan dekat, dan saat ini memang jembatannya rusak, oleh karena itu, pihaknya telah anggarkan tahun ini untuk membuat jembatan permanen.
Bupati Jayawijaya, Jhon Richard Banua, SE, MSi menyatakan, pembangunan RS Pratama ini memang baru dilakukan pada akhir 2022, karena tersangkut masalah pembebasan lahan dari masyarakat.