Polres Jayawijaya memastikan jika kerusuhan yang terhadi di Sinakma Wamena dipicu dari kecurigaan warga terkait dengan informasi penculikan anak yang memang sudah direspon dari kepolisian untuk di selesaikan di Polres Jayawijaya namun warga yang sudah termakan isu miring melakukan penyerangan kepada aparat dan mulai melakukan aksi pengerusakan.
Informasi penculikan anak yang belum bisa dibuktikan kebenarannya dan di hebohkan dalam Media sosial WhatsApp memicu terjadinya konflik di Wilayah Sinanaka- Wamena dimana masa di mobilisasi mulai melakukan pengerusakan dengan membakar sejumlah kios di wilayah tersebut.
Ratusan Truk lajuran yang terjebak di ruas jalan Trans Papua Wamena – Jayapura kian mulai di evakuasi oleh Satuan Kerja (Satker) Pelaksana Jalan Nasional (PJN) Wilayah IV Jayawijaya dengan menurunkan alat berat di KM 416 sampai dengan 428 Arah Jayapura.
Kapolres Yalimo, Kompol Rudolof Yabansabra, SH, MH membenarkan adanya penemuan 21 kendaraan bermotor dua yang merupakan hasil kejahatan di Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura dan Kabupaten Keerom yang dibawa lari ke Wilayah Yalimo, namun dalam perjalanan, kendaraan ini terjebak lumpur di jalan trans Papua Wamena– Jayapura.
Kabid Angkutan dan Terminal Dinas Pehubungan Darat Kabupaten Jayawijaya, Basni mengatakan, penertiban ojek liar yang ada di dalam dan pinggiran Kota Wamena sudah berjalan selama seminggu dari 20 hari yang telah ditetapkan.
Pembukaan seleksi calon anggota KPU Provinsi Papua Pegunungan di Jayapura, diminta ditutup dan dibatalkan. Pasalnya hal itu dinilai tidak etis dan menyulitkan pelamar yang ada di wilayah Lapago dari sisi persyaratan untuk mengikuti seleksi tersebut.
Kepala Disnakerindag Kabupaten Jayawijaya, DR. Lukas Kosay, SE, MSi menyatakan, droping atau pengiriman beras ke Jayawijaya, baik beras komersial dan Beras Operasional Masyarakat (OPM) maupun jatah ASN, TNI/Polri, selalu terlambat
Seperti yang terjadi di Distrik Maima Kabupaten Jayawijaya, ada 5 kampung terkena imbas dari meluapnya Kali Baliem. Tidak hanya kebun mereka yang rusak, namun kolam ikan mereka juga terdampak.
Dua anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) berpangkat Pratu dan Prada berinisial MS dan M harus berurusan dengan penyidik setelah kedapatan menyimpan amunisi.