Bupati Jayawijaya, Jhon Richard Banua, SE, MSi saat melakukan kunjungan kerja ke Distrik Witawaya mengakui, pekerjaan Jalan Lingkar Lukmen di Jayawijaya, merupakan program Pemprov Papua, namun setelah ada DOB, maka seharusnya lanjutan pekerjaan ini menjadi tanggung jawab Pemprov Papua Pegunungan.
Kapolres Jayawijaya, AKBP Heri Wibowo, S.IK menyatakan, dari hasil mediasi yang dilakukan pihaknya di lokasi pemalangan, diperoleh kesepakatan bahwa pihak keluarga korban menuntut keluarga pelaku untuk membayar sebesar Rp 500 juta untuk kedua korban penganiayaan.
Kapolres Jayawijaya, AKBP Heri Wibowo, S.IK saat dikonfirmasi membenarkan adanya aksi penganiayaan sehingga kedua korban atas nama Reza (35) dan Hanok Jikwa (18) dilarikan ke RSUD Wamena guna mendapatkan pertolongan medis.
Salah satu warga yang dijumpai tempat pemalangan pertama yakni jalan masuk eks Distrik Witawaya Kabupaten Jayawijaya, aksi penikaman yang terjadi dimana sopir dan salah satu warga ini dari Wamena ingin membawa barang ke Kobakma namun dalam perjalanan mereka di hadang dan dimintai uang, sehingga kedua korban memberikan Rp 100.000 namun masih minta tambah namun tak diberikan langsung dianiaya.
Dandim 1702/JWY Letkol Cpn Athenius Murip.S.H.,M.H., menghadiri kegiatan Yayasan Pusat Kebudayaan dalam peluncuran penulisan buku yang berjudul "Model Grand Design Pengembangan Sistem Ketahanan Kebudayaan Asli Lapago dalam Tantangan Globalisasi", Bertempat di Gedung Tongkonan, Jl.Irian Atas, Distrik Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan. Selasa (18/04/2023)
Dandim 1702/JWY Letkol Cpn Athenius Murip.S.H.,M.H., gelar upacara pengibaran bendera merah putih bertempat di lapangan apel Kodim 1702/JWY, Distrik Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Senin (17/4)
“Mayat tersebut ditemukan warga saat melintas di galian pasir dan melihat jenazah korban berada di pinggiran air kali dengan kondisi telanjang dada, masyarakat sekitar langsung membawa jenazah tersebut ke pinggiran kali,” ungkapnya Sabtu (15/4).
Salah satu Keluarga Korban Simson Alua menyatakan untuk Penyelesaian masalah penembakan yang terjadi di Distrik Libarek, dimana keluarga korban sudah melakukan pertemuan dengan Polres Tolikara dan sudah ada kesepakatan yang disampaikan, namun untuk menfasilitasi pertemuan selanjutnya keluarga minta yang menjadi pihak ketiga itu adalah DPRD Jayawijaya.
Seringnya kampung tersebut mengalami banjir saat hujan lebat khususnya bagi masyarakat yang tinggal di dekat rawa-rawa membuat masyarakat mengungsi sementara di tempat yang aman dari banjir.