“Kami telah membuka pelayanan perbaikan dari 26 Juni dan akan ditutup pada 9 Juli 2023 pada pukul 00.00 WIT, sampai dengan 6 Juli ini belum ada Parpol yang menyerahkan dokumen perbaikan bakal calon, hanya satu bakal calon DPD RI,”ungkapnya, Kamis (6/7) kemarin.
Uskup Yanuarius langsung dijemput Wakil Bupati Jayawijaya, Marthin Yogibi, SH, MHum, Asisten 1 Sekda Provinsi Papua Pegunungan, Drs, Wasuok Demianus Siep, Pastor Dekenat Pegunungan Tengah, Cornelis Kopong Pr, dan sejumlah pastor Paroki yang ada di wilayah itu.
Mereka meminta kepada Pemkab Jayawijaya untuk menutup seluruh aktivitas perjudian di Kota Wamena dan penjualan Miras, karena sudah menjadi penyakit sosial masyarakat yang akut.
Ketua KPU Provinsi Papua Pegunungan, Daniel Jingga mengakui, KPU RI pada 25 Juni 2023 telah mengeluarkan surat nomor 657/PL.01.4-SD/05 /2023 perihal perbaikan data bakal calon, kemudian KPU Provinsi Papua Pegunungan mengeluarkan perbaikan dokumen Peryaratan bakal calon pada 28 Juni 2023 sampai 9 Juli.
“Kita masih terus melanjutkan imunisasi ini dengan memberikan tanggung jawab kepada Puskesmas apabila jumlah sasaran mereka per distrik itu belum terpenuhi, itu tetap dilanjutkan dan dilaporkan ke Dinas Kesehatan,”ungkapnya, Selasa (4/7), kemarin.
Dari data yang dihimpun Cenderawasih Pos, kejadian itu terjadi Senin, (3/7) sekitar pukul 10.35 WIT di kompleks Telkom, Jalan Thamrin Wamena yang berawal saat HL datang dengan membawa kampak, kemudian marah karena rumah yang sebelumnya ditinggali, kini telah ditempati oleh Jeri Tabuni, clining service Telkom yang baru.
Bakar Batu merupakan salah satu kebiasaan dari masyarakat di wilayah adat Lapago dalam menyajikan makanan kepada para tamunya pada suatu acara. Bakar batu tersebut berisikan seperti hipere (ubi jalar), keladi, jagung, sayur –sayuran dan wam (daging babi).
Kapolres Jayawijaya AKBP. Heri Wibowo, SIK pada kesempatan itu mengajak semua untuk mendoakan para prajurit Polri yang gugur dalam tugas agar diberikan tempat yang mulia di sisi Tuhan yang maha Esa serta seluruh personel Polri dan keluarganya di berikan kesehatan.
Kapolres Jayawijaya AKBP. Herry Wibowo, SIK menyatakan, razia Miras selama 4 bulan lebih sejak menjabat Kapolres Jayawijaya terus dilakukan, mengingat predaran Miras oplosan sangat tinggi.
“Kebersihan di lingkungan Tugu Salib ini seakan-akan tak pernah diperhatikan pemerintah setempat, oleh karena itu kami memanjatkan doa khusus kepada pemerintah provinsi dan kabupaten, sebab di daerah ini banyak jiwa yang perlu kita tolong bukan hanya secara finansial tapi juga ahlak kehidupan yang ada dalam kota ini,”ungkapnya Sabtu (1/7) kemarin.