Kelompok ini juga berjejaring dengan Kodap III Ndugama pimpinan Egianus Kogoya. Lalu terkait mengapa lokasi penambangan yang dijadikan tempat eksekusi warga sipil dikatakan bahwa KKB juga membutuhkan support logistik dan lokasi tambang dipilih lantaran bisa mendapatkan bahan makanan, emas maupun barang berharga lainnya.
 Kegiatan ini dipimpin Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Papua, Kompol Zet Saalino dan tim dari Ditlantas, Bapenda dan Jasa Raharja. Zet menjelaskan bahwa yang dilakukan bukan operasi melainkan membackup Bapenda, terutama yang berkaitan dengan pajak kendaraan bermotor.
 Kapolda Papua, Irjen Pol Mathius D Fakhiri mengatakan bahwa Elnino dan kemarau panjang ini berdampak pada kurangnya ketersediaan air bersih bagi masyarakat, karena terjadi kemarau panjang dan juga akibat dari kebakaran hutan dan lahan yang berjumlah besar.
Kepala Operasi Damai Cartenz Kombespol Faizal Ramadhani menerangkan, jumlah 30 orang KST itu berdasar keterangan para saksi. Para pelaku terbagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama bertugas menyerang pekerja tambang dengan menggunakan senjata api, tombak, parang, dan panah.
Kegiatan yang dikoordinir Karo Ops Polda Papua, Kombes Pol I Ketut Gede Wijatmika tersebut melibatkan sekitar 900 personil dari berbagai instansi, termasuk Anggota Sat Brimob Polda Papua, Polresta Jayapura Kota, Polres Jayapura, dan personel TNI AD.
Saut Situmorang memenuhi panggilan Polda Metro Jaya untuk dimintai keterangan sebagai saksi ahli dalam kasus tersebut. Saut sendiri tiba di Mapolda Metro Jaya sekitar pukul 10.00 WIB. "Iya saya datang sebagai saksi ahli. Walau gak ahli banget. Tapi, mungkin penyidik anggap ahli, oke silahkan," kata Saut, kemarin (17/10).
Ini berkaitan dengan penyanderaan Pilot Susi Air, Philips Mark Mehrtens yang sudah 8 bulan disandera. Permintaan KKB yang pernah dilontarkan adalah meminta merdeka serta senjata dan amunisi. Dua permintaan yang dipastikan tidak akan dikabulkan oleh pihak manapun.
Dalam surat telegram dengan nomor ST/2360/X/KEP./2023 sebanyak 55 personel dilakukan mutasi dan rotasi jabatan. Dari puluhan pati dan pamen Polri yang dimutasi dan dirotasi, diantaranya ada perwira tinggi dan Pamen Polda Papua yang masuk dan keluar Polda Papua.