Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menggelar operasi patuh di seluruh Indonesi, termasuk di Kabupaten Merauke yang dimulai, Senin (13/6). Operasi patuh ini diawali dengan gelar apel pasukan dilanjutkan dengan pra Ops.
‘’Hari ini, kita turunkan tim ke TKP untuk melakukan olah TKP sekaligus pemeriksaan para saksi,’’ kata Kapolres Merauke AKBP. Ir. Untung Sangaji, M.Hum melalui Kasat Reskrim AKP Najamuddin, MH, kemarin.
Diketahui, antrian kendaraan baik truk maupun kendaraan jenis bahan bakar pertelite di SPBU terjadi sejak awal tahun 2022 sampai sekarang. Bahkan antrian di SPBU setiap harinya semakin mengular.Â
Dalam rangka itu, Ketua Korpri Kabupaten Merauke, Drs.Agustinus Joko Guritno menemui yang bersangkutan di rumahnya di sekitar Kepala Lima, Merauke untuk mengetahui penyebab yang bersangkutan tak menerima gaji pensiun.
Kasus penganiayaan yang dilakukan oleh YW terhadap istrinya bernama Priscilia Paliama yang berujung maut, ternyata hanya karena pelaku ditegur oleh istrinya yang pulang larut malam saat kejadian tersebut.
Kasat Lantas menjelaskan, dalam 1 bulan terakhir ini hampir setiap hari terjadi. Dikatakan, ada beberapa penyebab terjadinya kecelakaan. Pertama, faktor manusia, faktor kendaraan, faktor cuaca dan faktor jalan.’’Tapi, kalau kita lihat dari kejadian beberapa hari belakangan ini, lebih pada faktor manusianya. Mungkin kelelahan atau mengantuk tapi dipaksakan,’’ jelasnya.
Mantan Anggota DPR RI tersebut menyebut, lomba menembak yang dilakukan Perbakin dalam rangka HUT Bhayangkara ini bukan pertama kalinya. Tapi, antara 2-3 kali meski tidak berturut-turut. ‘’Salah satunya untuk pembinaan prestasi,’’ jelasnya.
Belum diketahui penyebab penganiayaan yang dialami korban tersebut, apakah berkaitan dengan asmara atau bukan. Namun seorang pemuda yang juga masih berstatus pelajar berinisial YF (18) yang diduga sebagai pelaku berhasil diamankan polisi. Kapolres Merauke AKBP. Ir. Untung Sangaji, M.Hum melalui Kasie Humas Iptu Bambang Soetrisno, membenarkan penganiayaan yang dialami oleh korban tersebut.
Komandan Lantamal XI Merauke, Brigjen TNI (Mar) Gatot Mardiyono, SH, menegaskan, anggota TNI khususnya TNI Angkatan Laut dilarang memasuki Tempat Hiburan Malam (THM), kecuali karena perintah tugas.
Kapolres Merauke AKBP Ir. Untung Sangaji, M.Hum melalui Kasie Humas Polres Merauke, Iptu Bambang Sutrisno membenarkan penganiayaan berat yang berujung maut tersebut. ‘’Kasus ini sedang ditangani Reskrim,’’ jelas Bambang Soetrisno.Â