Para sopir Angkot ini mengatakan, aksi mogok yang mereka lakukan ini secara spontan dari para sopir yang berusaha memperjuangkan nasib mereka. ‘’Ini spontan kita lakukan. Jadi tidak ada yang mengkoordinir,’’ kata Hendrik, salah satu sopir taksi tersebut. Karena spontan, maka tidak semua sopir angkot mogok.
‘’Kami dari DPR sangat mendukung untuk pembangunan tempat rehabilitasi para pecaandu lem aibon ini serta pembangunan rumah jompo. Karena memang sampai sekarang kita belum memiliki tempat rehabilitasi bagi anak-anak yang kecanduan lem aibon ini,’’ kata Ketua DPRD Merauke Ir. Drs. Benjamin Latumahina saat rapat dalam rangka pembahasan APBD Perubahan 2022 di ruang sidang DPR Kabupaten Merauke, Selasa (6/9).
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Merauke Drs. Muh. Ramli, M.Pd, mengungkapkan, untuk melakukan penyesuaian tarif angkutan umum tersebut, tidak bisa dilakukan tanpa dasar hukum.
Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Merauke, Yohan Makaba Rantepadang dihadapan Panitia Khusus DPRD Merauke mengungkapkan, pembangunan 25 unit rumah bantuan ke masyarakat tersebut, saat ini realisasi fisiknya sudah mencapai 60 persen.
Kronologi kejadiannya, ungkap Kasat Lantas, berawal saat korban Agung Servian Trino Wardoyo yang mengemudikan kendaraan dobel kabin Mitsubishi Tritton dengan Nomor Polisi PA 8853 GD dengan membawa satu penumpang bernama Fardila, sedang melakukan perjalanan dari Merauke dengan tujuan Asiki, Kabupaten Boven Digoel lewat jalan Trans Papua.
Kepala Sekolah SD Inpres Muting 11 Felerianus Kabrahan mengungkapkan, pemalangan sekolah ini terjadi 24 Juli 2022 lalu, namun 25 Agustus 2022, sekolah tersebut kembali dibuka oleh pemilik hak ulayat setelah kepala distrik melakukan pertemuan dengan pemilik hak ulayat yang melakukan pemalangan.
‘’Bapak-bapak jangan mengulangi perbuatan atau mabuk mabukan lagi karena dapat menggangu ketertiban masyarakat, akar terjadinya suatu tindak pidana, pemicunya adalah mabuk oleh minuman beralkohol,”kata Ipda Hasan.
‘’Kami harapkan kepada seluruh masyarakat untuk memanfaatkan tol laut yang dibuka ini untuk mengirim hasil baik pertanian, perikanan dan sebagainya dengan biaya pengiriman yang lebih terjangkau,’’ pintanya.
‘’Saya ingatkan kepada polisi, khususnya yang ada di Papua Selatan dan Merauke untuk hati-hati. Sekarang kita rakyat melihat dengan jelas. Dan kalau bertentangan dengan hukum menurut saya oknum yang terlibat dipecat atau dibawa ke pengadilan, "tandasnya.
Kasus pengeroyokan ini dialami korban di Terminal H-Ilux, jalan Pemuda Merauke, Kelurahan Kamundu, Minggu (28/8) lalu sekitar pukul 20.00 WIT. Namun karena korban harus menjalani perawatan di rumah sakit sehingga baru melaporkan dengan mendatangi SPKT Sabtu (3/9) sekitar pukul 07.00 WIT.