Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung, Kabupaten Merauke, Drs. Daud Hollenger, M.Pd, saat ditemui media ini mengungkapkan, sehubugan dengan dugaan pemalsuan tanda tangan bendahara kampung tersebut, pihaknya telah mengambil tindakan tegas dengan memberhentikan sementara kepala Kampung Wambi.
‘’Selain karena cemburu, pelaku merasa sakit hati karena anak mereka ditinggalkan korban begitu saja, sementara anak tersebut masih sangat kecil dan sangat membutuhkan kasih sayang seorang ibu,’’ kata Kapolres Merauke AKBP Sandi Sultan, SIK melalui KBO Reskrim Ipda Eko Irianto saat ditemui media ini di Mapolres Merauke, Rabu (14/9).
Pelaku yang sehari-harinya berprofesi sebagai scurity pada salah satu perusahaan di Merauke itu berhasil ditangkap polisi. Kasus penikaman terhadap korban Vera Linda itu terjadi di kamar kost korban, 9 September sekitar pukul 08.00 WIT.
  Humas Kantor Pencarian dan Pertolongan Merauke Darmawan, kepada media mengungkapkan bahwa dari 3 orang yang dilaporkan hilang ke Kantor Pencarian dan Pertolongan Merauke berdasarkan laporan dari pemilik speeed, dua ditemukan Selasa (13/9) sekitar pukul 00.30 WIT dini hari.Keduanya adalah Nahom dan Deni.
Kepala Satpol PP Kabupaten Merauke, Fransiskus Kamijay, S. STP, saat ditemui di sela penyitaan tersebut mengungkapkan, temuan ini berdasarkan informasi dari Satgas Pengendalian Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Merauke.
Para mahasiswa tersebut membawa bendera dari masing-masing organisasi kemahasiswaan yang melakukan aksi demo damai. Ada HMI, PMII, PMKRI, KAMMI dan GMKI dan sejumlah organisasi mahasiswa lainnya.
  Wakil Ketua II DPRD Merauke, Dominikus Ulukyanan, S.Pd, mengungkapkan, dari sisi pemerintah agak berat untuk membayar tuntutan yang diajukan oleh pemilik hak ulayat tersebut. Â
HUT TNI Angkatan Laut sendiri jatuh pada 10 September setiap tahunnya, namun karena banyaknya rangkaian kegiatan ditambah dengan hari libur sehingga peringatan dan resepsi baru digelar di 12 September 2022.
Ya, dalam kunjungan yang dilakukan anggota Komisi A DPR Kabupaten Merauke Moses Kaibu ke Kimaam, Waan, Tabonji, Kontuar, Ilwayab dan sejumlah distrik lainnya, selama satu bulan, dia menemukan di sejumlah distrik tersebut, pendidikan yang ada di sekolah-sekolah tersebut masih tutup alias belum ada proses belajar mengajar karena guru tidak ada di tempat tugas.