Kapolsek menambahkan, situasi kemudian berangsur membaik setelah diberikan penjelasan kepada keluarga korban, sementara korban Nikson Tarage bersama tiga orang terduga pelaku berada di Polsek Muara Tami.
Namun karena dipengaruhi minuman keras akhirnya ketiga pemuda ini justru menganggap sopir yang mau menolong sebagai pelaku kecelakaan. Disampaikan kejadian ini terjadi pada Jumat (21/7) sekira pukul 18.40 WIT jalan Trans Arso tepatnya di depan Pemancingan Harangan Bagot, Kosa Kosso.
"Pelaku masih dalam pengejaran, nanti jika pelaku ditangkap maka kasusnya akan dilimpahkan ke Polres Jayapura,"ungkapnya, saat dikonfirmasi, Minggu (23/7)kemarin.
Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Benny Ady Prabowo mengatakan bahwa peristiwa tragis ini melibatkan korban bernama Wandingen Kekri dan Roheni, yang merupakan istri dan anak sambung dari pelaku berinisial MK. “Lagi dilakukan pengejaran oleh anggota Polres Jayapura,” singkat Kabid Humas.
Pemalangan yang sebelumnya dilakukan kelompok masyarakat termasuk situasi tegang kini berangsur pulih. Pihak kepolisian gabungan juga masih melakukan patroli untuk memastikan bahwa kondisi daerah kondusif.
Menurut Kapolsek Abepura. AKP. Soeparmanto, korban dianiaya oleh pelaku saat hendak ke kebunnya di Koya Koso. Dimana saat tiba di Jembatan Kampung Nafri, pelaku menghadang dan memalak korban. Tak hanya meminta uang, pelaku justru menganiaya korban menggunakan parang sehingga korban mengalami luka memar pada bagian wajah.
Aksi saling serang antara pedagang dan preman pasar Jibama ini pukul 13.04 WIT Selasa (18/7) yang dilatarbelakangi kasus mengkonsumsi Miras dan aksi pemalakan pada kios-kios yang berada di dalam pasar.
Kapolsek Abepura, AKP. Soeparmanto menerangkan bahwa sebelumnya pada 11 Januari 2023 lalu, korban datang ke Polsek Abepura untuk membuat laporan kehilangan. Dimana dari keterangan korban. Barang berupa handphone milinya ini hilang diambil orang.
Pedagang yang menjadi korban berinisial OK (40) dan Polisi sengaja menginisialkan identitas korban untuk keamanan. Korban dibacok di depan kisonya di kampung Wandoga, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah pada Sabtu (15/7).
”Sudah kami lakukan investigasi, korban merupakan warga sipil yang berprofesi sebagai tukang ojek, bukan anggota intelejen seperti yang dituding. Saya mau katakan bahwa kelompok TPN OPM ini memang sering menyebar hoax," tegas Ka Ops Damai Cartenz, Kombes Faisal.