"Terkait peredaran Miras ilegal di Kota Jayapura, kami tetap lakukan pengawasan dan penindakan, tapi untuk turun ke lapangan memang kita ada waktunya tidak setiap hari dan kita juga turun bersama aparat kepolisian, sehingga kekuatan kami bisa maksimal,"ungkapnya, Senin (26/9) kemarin.
 Padahal rapat penetapan naiknya tarif angkot pasca kenaikan harga BBM sudah ada, dari hasil rapat bersama Dishub Papua dengan Dishub Kabupaten/Kota di Papua serta dengan Organda pada minggu lalu di Kota Jayapura.
 Menurutnya, keterbatasan SDM juga menjadi persoalan dasar yang terus terjadi di Lapas Abepura. "Pembinaan yang kami lakukan terhadap warga binaan ini, telah dengan berbagai cara, namun hal semacam ini tidak bisa dipungkiri," kata Sulistyo Wibowo.
 Dengan begitu, kinerja Kota Jayapura melalui OPD di lingkungan Pemkot selama 1 tahun bisa terlihat hasilnya dengan maksimal. Sebab, tolok ukur keberhasilan pembangunan pemerintah Kota Jayapura dilihat pada penyerapan fisik dan keuangan di tahun itu, apa yang sudah tercapai semua harus diketahui masyarakat.
Sidak pemantauan harga tersebut dipimpin langsung Pj Wali Kota Jayapura Dr.Frans Pekey, M.Si., didampingi Pj Sekda Kota Jayapura Robby Kepas Awi, SE.,MM.,dari Pertamina, Polresta Jayapura Kota, Kodim 1701/Jayapura, jajaran pimpinan OPD di Pemkot Jayapura dan pihak terkait lainnya.
  PKMS ini mengambil Topik Pendampingan dan Pelatihan UKM Keripik Pisang di Distrik Muara Tami Untuk Meningkatkan Pendapatan Melalui Pemasaran Berbasis Internet Of Things. Mitra Dalam kegiatan PKMS ini salah satu UKM yang memproduksi Keripik Pisang di Koya Timur yang diketuai oleh Rita Rahmawati.
 Ketua DPD KNPI Papua, Benyamin Gurik mengatakan bahwa, pihaknya terus berupaya menyiapkan generasi mudah untuk memimpin Papua, maka jangan ada perpecahan. Pemuda harus disatukan untuk memikirkan pembangunan di Provinsi Papua dan tiga provinsi baru.
  Dari razia polisi menemukan 66 botol minuman keras berbagai jenis yang tak berizin diantaranya 33 botol Captain Morgan, 6 botol Smirnoff, 5 botol Blacklabel, 11 botol Chivas Regal 12, 1 botol Gordons, 2 botol Martell, 2 botol Jack Daniels dan 6 botol Red Label serta beberapa label cukai yang diduga palsu atau dibuat sendiri.
 Dikatakannya adanya temuan 27 paket ganja ini karena pada pagi harinya petugas lapas telah menggagalkan penyelundupan Ganja Kelapas Abepura, sehingga sebagai upaya pengembangan atas temuan tersebut, akhirnya dilakukan penggeledahan di setiap hunian WBP.
 "Persatuan dan kesatuan harus selalu kita jaga bersama, kita harus saling hidup harmonis sesama umat manusia. Kota Jayapura adalah miniaturnya Indonesia, yang tinggal dari berbagai macam suku, agama, budaya dengan karakter berbeda-beda, tapi kita harus bisa saling menghargai jangan menganggap diri paling eksklusif,"pintanya, Jumat (23/9)lalu.