Namun dari statemen terakhir Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko dimana pendekatan dan komunikasi dari para tokoh adat di Nduga terus dilakukan untuk membantu membebaskan sang pilot bisa saja membuahkan hasil.
"Perkembangannya, kita makin memperkuat komunikasi dengan para tokoh adat di sana," kata Moeldoko dalam konferensi pers di Gedung Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Jakarta, Kamis.
Lima daerah yang dilaporkan Izak kepada Agus melalui sambungan telepon video conference (vicon), yaitu Yahukimo (Provinsi Papua Pegunungan), Pegunungan Bintang (Papua Pegunungan), Nduga (Papua Pegunungan), Intan Jaya (Papua Tengah), dan Puncak (Papua Tengah).
"Ya benar, kami telah berhasil lakukan operasi gabungan di Yahukimo sejak tgl 30 Oktober 2023 dan hingga hari ini (4/11). Kami telah berhasil menduduki 2 markas KKB pimpinan Elkius Kobak di Kali Ei dan di Kali Brasa," jelas Faizal.
Iapun menyinggung terkait beberapa waktu lalu di Kabupaten Yahukimo terjadi pembantaian warga pendulang emas oleh KKB. Korban yang telah ditemukan meninggal dunia sebanyak 13 orang sedangkan korban yang berhasil selamat mencapai 95 orang.
“Kalau untuk ke sana nanti lihat,” singkatnya sambil tersenyum dengan ekspresi yang masih terlihat trauma. Apa yang dirasa Adrianus tentu sangat manusiawi sebab tak ada pekerjaan seharga nyawa. Meski ia dan rekan – rekannya melakukan tugas kemanusiaan namun jaminan keamanan harus melekat. Bukan pulang justru tinggal nama.
Korban awalnya diduga bagian dari anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) karena berkeliaran sambil menenteng pistol. Setelah dilakukan pengejaran terjadilah tembakan yang membuat pria 26 tahun tersebut tewas.
"Tidak ada. Mereka (masyarakat) tidak ada kelaparan di sana. Mereka hanya kekurangan karena sibuk dengan Kelapa Hutan. Jadi lambat tanam. Dan kalau sakit juga warga hanya menderita ISPA karena mereka sibuk dengan kelapa dan suhu cuaca seperti itu," papar Angganita.
Negara seakan kena prank atau tertipu sehingga seolah ada kejadian luar biasa yang perlu segera perhatian besar tanpa mengecek atau berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat.
Hal ini terbukti setelah tim pertama Forkopimda Yahukimo bersama sejumlah wartawan saat melihat langsung kondisi di Distrik Amuma, Rabu (01/11/2023)
Aparat keamanan juga telah menyatakan untuk warga tidak melakukan aktifitas di lokasi yang tidak terjangkau oleh aparat. Namun terkait aksi kekerasan bersenjata yang menewaskan 13 masyarakat sipil akhirnya ditanggapi oleh DPR Papua. DPR belakangan ini memang tak banyak berkomentar terkait kasus HAM.