Bupati Jayawijaya Atenius Murib SH, MH menyatakan habis gelap terbitlah terang, hal ini bisa dilihat saat ini wanita indonesia bisa berkarir dimana saja dengan berbagai profesi baik itu Dokter, Pimpinan perbankan, Kepala Dinas bahkan pendet
Menurut Susi, Kartini menulis kepada banyak sahabat dari berbagai latar belakang. Di antaranya Rosa Abendanon, Jacques Henri Abendanon, dan Stella Zeehandelaar. Juga tokoh-tokoh lain, seperti Ovink-Soer, hingga Hilda G.
Jarum jam menunjuk pukul 20:13 WIT. Malam merambat pelan di Jayapura, tetapi di sebuah ruangan berukuran 10 x 6 meter, waktu seolah berhenti. Tak ada suara notifikasi, tak ada cahaya layar ponsel. Yang terdengar hanya is
Peringatan Hari Kartini bukan sekadar seremoni,melainkan perayaan keberanian perempuan Tolikara,yang setiap hari berjuang dalam diam. Mereka adalah mama-mama, yang bangun sebelum matahari terbit,menggendong noken,menjaga
Suasana berbeda terlihat di sejumlah sekolah di Kota Jayapura, Selasa (21/4), dalam rangka memperingati Hari Kartini, para siswa perempuan tampak anggun dengan menggunakan kebaya, sementara siswa laki-laki menggunakan pa
SD Negeri Inpres Dobonsolo memperingati Hari Kartini ke-62 tahun 2026 dengan menggelar berbagai kegiatan bernuansa budaya, Selasa (21/4). Perayaan tersebut mengusung tema “Generasi Cerdas dan Berkarakter dalam Semangat K
Peringatan Hari Kartini di Kabupaten Jayapura berlangsung penuh semangat dengan mengusung tema “Perempuan Berdaya, Anak Terlindungi, Menuju Indonesia Emas 2045. Momentum ini dimanfaatkan untuk mendorong peran perempuan d
Ada hal berbeda dalam upacara pengibaran bendera kali ini. Semua petugas dilakukan oleh ibu guru yang ada di sekolah ini dengan menggunakan kebaya. Sementara bertindak sebagai Inspektur Upacara, Ketua Pokja Perempuan Maj
Pemerintah Kota Jayapura menggelar resepsi dalam rangka memperingati Hari Kartini ke-147 yang berlangsung di Aula GDG Kantor wali kota, Selasa (21/4/).
Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mengenang perjuangan Rad
“Hari ini adalah hari yang istimewa. Kita memperingati perjuangan Raden Ajeng Kartini, seorang sosok yang berani mendobrak tradisi demi kesetaraan. Semangat “Habis Gelap Terbitlah Terang” yang diwariskan Kartini, kini ha
“Harapannya ia akan tumbuh subur, disiram dan dirawat dengan penuh kesabaran dan kasih sayang, agar menghasilkan buah kehidupan yang lebih baik bagi setiap orang.”ungkap Yan Dirk Wabiser disela kegiatan penanaman pohon.
Perempuan bebas berekspresi, mengutarakan mimpinya, mewujudkan ide-ide kreatifnya, menyalurkan bakat, membuat gerakan, menyuarakan hasil pemikirannya yang bermanfaat bagi sekitarnya.
Ketua Panitia penyelenggara yang juga Kepala BP2AKB, Yohana Naap, dalam sambutannya menyampaikan bahwa perempuan Generasi Z harus berdaya, mandiri, dan percaya diri untuk terus maju dan meraih berbagai peluang karir dan
Penjabat Gubernur Papua, Ramses Limbong menyampaikan peringatan ini menjadi momentum penting bagi perempuan Papua untuk tampil sebagai pemimpin. Ia juga menekankan pentingnya kapasitas dan keberanian perempuan dalam me
Adapun Honda BeAT Sporty – potongan 1 kali dan pot angsuran Rp 60 ribu, Honda Scoopy – potongan 1 kali dan potongan angsuran Rp 80 ribu. Kemudian ada potongan 2 kali dan potongan angsuran Rp 90 ribu untuk motor matic Hon
Tradisi memakai kebaya sepertinya sudah sangat melekat pada perayaan Hari Kartini sejak era presiden pertama RI Soekarno. Dialah yang secara resmi menetapkan 21 April, yang adalah tanggal lahir Raden Ajeng Kartini (1879-
Nona pun menegaskan bahwa perempuan hebat itu bukan mereka yang tunduk pada suami, melainkan perempuan yang hak-haknya dihargai oleh laki laki dan yang setara dengan laki laki.
Srikandi Partai Demokrat, Dessy Putrika Rante, Anggota DPRK Mimika mengajak Kartini masa kini yaitu perempuan yang kuat, mandiri, dan tidak takut bersuara demi masa depan yang lebih baik.
Lika-liku sepak terjang Nabila-Nadila yang harus meninggalkan sepatu roda untuk meraih prestasi sebagai atlet balap sepeda profesional merupakan keputusan yang cukup berat. Namun dari keputusan ini ternyata tetap menjadi
Perjuangan kaum wanita yang telah berhail menunjukkan peran di tengah masyarakat, bahkan menjadi penentu kebijakan, memang bukan hal langka. Hal ini, terbukti kaum perempuan di Papua, khususnya di Kota Jayapura ini sudah mampu menunjukkan bahwa mereka tidak kalah dengan kaum pria.
Pendiri Dailymove Ballet School, Yohanna Dian Herlina menjelaskan, dalam memperingati Hari Kartini, pihaknya melaksanakan beberapa kegiatan yang melibatkan anak-anak serta pelaku UMKM.
Kabid Damkar Kota Jayapura, Veronita S Kirana yang ikut ambil bagian menyampaikan bahwa dari apa yang sudah diletakkan atau dilakukan R.A Kartini yang berani menembus sekat dengan kondisi yang penuh keterbatasan menjadi satu semangat untuk menjawab tantangan diera sekarang. Jika dahulu ada sosok yang berani tampil meski masih sangat muda, maka dengan era yang semakin maju sepatutnya tantangan yang muncul juga bisa diatasi.
Frans Pekey, dalam kesempatan ini mengajak kaum wanita di Kota Jayapura terutama yang tergabung dalam berbagai organisasi wanita, supaya terus membangun kolaborasi dengan pemerintah daerah dalam hal membangun Kota Jayapura.